Jumat, 31 Agustus 2012

Majalah InfoLINUX 2012 Agustus

Edisi bulan Agustus 2012 dari majalah InfoLINUX mengemas bonus file PDF majalah 'Full Circle Magazine' dengan publikasi seputar Linux Ubuntu. Sebagai topik utama dibahas tuntas tentang distribusi versi Linux Fedora 17 dengan julukan Beefy Miracle besutan Fedora Project. Pembahasan yang lengkap meliputi hal-hal mulai dari Instalasi, Paket Manajemen, Keamanan, hingga hal-hal yang lain yang seharuusnya diketahui oleh pengguna distro Fedora 17.

Dengan motto 'Hemat, Bebas, dan Sukses', editorial bulan ini membahas Linux sebagai sistem operasi sumber terbuka pilihan untuk perusahaan dan membandingkannya dengan sistem proprietari (berkepemilikan). Menggunakan Linux, pekerjaan perkantoran dapat dimaksimalkan dengan aplikasi-aplikasi bebas yang notabene menghemat biaya lisensi.

Aktualitas seputar open source meliput: 'Indonesia Open Source Award 2012', 'Bocoran Distro Linux RHEL 7', dam 'Ragam Kategori INAICTA 2012'.

Rubrik Profil meliput 'Linux dan Open Source di PT Astra Agro Lestari Tbk' selaras dengan topik yang dibahas sebagai editorial.

Opini para pakar diturunkan oleh Bapak Budi Rahardjo yang menjelaskan tentang 'Tren Teknologi Informasi dan Kurikulum' disusul lanjutan topik bulan sebelumnya oleh Bapak Michael S.Sunggiardi: 'Sekali Lagi, Industri TIK Nasional', sedangkan Ibu Nur Aini Rakhmawati memaparkan perjalanan: 'Dari Open Source Menuju Open Data'.

Dalam rubrik Tes & Review diuji 'The Beefy Miracle', distro Fedora 17 yang juga dikupas tuntas di edisi InfoLINUX bulan ini. Distro lainnya yang dibahas adalah Zorin OS 6 Core dan KNOPPIX 7.0.2. Pada halaman sebelumnya dicetak semua balasan terhadap 'Surat Anda'.

Disamping software Game: 'Crack Attack 1.1.10' dan 'Cube Trains 0.2.1' juga diliput tentang Buku-buku: 'SQL in Easy Steps', 'Ubuntu Made Easy, 'XDA Developers’, dan Android Hacker’s Toolkit.

Sebagai Software Pilihan dibahas: 'CiytusDB 2.4.2', 'Cairo-Dock 3.0.2', 'Opera 12.00', 'Evolution 3.4.3', 'Zukitwo 2012.06.12', '4Pane 1.0', 'pySioGame 0.3.0', 'Joomla! 2.5.6', 'Revelation 0.4.13', 'Summoning Wars 0.5.6', 'File Roller 3.4.2', 'DooM Legacy 1.42', dan 'Xine 1.2.2'.

Ajang acara kegiatan Komunitas yang diliput bulan ini adalah 'Komunitas BlonkON Jakarta Temu Darat' dan 'KPLI Berbagi di Pesantren Al Muthohhar'.

Topik Praktik Instan bertemakan 'Pantau Server via Nagios', sedangkan untuk para Net Admin disajikan artikel 'Monitoring Jaringan dengan Ntop' dismping aktualitas dari ' Daftar Warnet Berbasis Linux di Indonesia'

Serangkaian panduan di rubrik Tutorial menuntun pembaca dengan topik berjudul 'Tutorial Upgrade Kernel', 'Membangun Host Virtual Via GNU/Linux di Server Apple XServer 3.1', 'Menggunakan Pustaka Google Map', dan 'Yii Bootstrap'.

Dalam Workshop Aplikasi dijelaskan tentang 'Tweak Gnome via Ailurus', Fitur 'Bend' di aplikasi Inkscape, 'Menambahkan Input Field Date', 'Penomoran Kiri dan Kanan', 'Pengaturan Inner Glowing' pada aplikasi Blender, dan 'KNOPPIX 7.0.2 untuk belajar dan Pengujian'.

Sebelum mengungkapkan rencana dari 'Edisi Mendatang' disediakan Kuis InfoLINUX sebagai penutup.

Jumat, 17 Agustus 2012

Siaran Pers: Rilis BlankOn 8.0 Rote

Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 67, pada hari ini tim pengembang BlankOn Linux mengumumkan rilis versi terkini BlankOn 8.0 Rote. Distribusi yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Tim Pengembang BlankOn ini merupakan distribusi Linux khas Indonesia.

Sistem operasi BlankOn Linux menyertakan beragam perangkat lunak yang sering digunakan oleh masyarakat pada umumnya, seperti program perkantoran, aplikasi keuangan, aplikasi Internet, menggambar (baik vektor maupun bitmap), dukungan untuk memutar beragam format berkas multimedia, serta aplikasi-aplikasi menarik lainnya.

Sebagaimana dijelaskan di Catatan Rilis BlankOn 8.0 Rote, pengembangan BlankOn bukan semata-mata ingin membuat distribusi Linux baru, namun lebih dimotivasi oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam kemampuan pengembangan perangkat lunak bebas dan terbuka. Pada hakikatnya mencerminkan semangat bergotong-royong, sebagai salah satu ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia.

Tim pengembang BlankOn percaya bahwa bangsa Indonesia mampu dan tidak kalah dengan bangsa-bangsa maju lainnya di dunia. Oleh karena itu, tim kami terbuka dan aktif mengundang siapa pun yang berminat dan memiliki semangat yang sama untuk bergabung dalam pengembangan BlankOn.

Nama kode Rote diambil dari nama pulau di Propinsi Nusa Tenggara Timur yang juga dikenal dengan nama Roti.

Yang Baru di BlankOn 8.0 Rote, termasuk penyertaan software dalam jumlah lebih besar melampaui ukuran CD (tersedia versi DVD). Mulai versi BlankOn 8.0, distro 'Made in Indonesia' ini berpindah induk dari Ubuntu ke Debian tanpa melupakan fitur-fitur aplikasi yang memudahkan dan membantu pekerjaan Anda setiap hari, sambil menikmati hiburan, berhubungan melalui fasilitas internet dan meningkatkan pengetahuan menggunakan aplikasi pendidikan.

Salah satu fitur penting adalah Manokwari, yaitu sebuah desktop khusus yang dikembangkan oleh tim pengembang BlankOn menggunakan teknologi web HTML5 dan CSS3. Disamping memenuhi standarisasi masa depan, implementasi ini membuat destop Manokwari menjadi sebuah destop yang cantik dan mudah untuk dimodifikasi.

Fitur 'Aksara Nusantara' yang didukung Rote kini menyediakan enam jenis Aksara Nusantara, termasuk aksara Bugis, Batak Toba, Bali, Sunda, Rejang dan Jawa. Dalam versi DVD, Rote menyediakan Kamus Stardict yang mendukung penerjemahan Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia dan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Terjemahan lain yang disediakan melalui Lumbung Paket BlankOn adalah Bahasa Sunda Ke Indonesia dan Bahasa Sunda ke Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, serta Tesaurus Bahasa Indonesia.

Untuk berselancar, Rote menyertakan peramban web Chromium versi 21 dengan akses cepat ke website kesukaan Anda. Disamping ringan, Chromium lebih aman dan mudah digunakan, dan siap mendukung HTML5.

BlankOn memberikan dukungan sepenuhnya terhadap dunia hiburan dan dunia desain grafis. Bersama BlankOn, Anda bisa memutar film, mendengarkan musik serta mengerjakan desain grafis yang didukung perangkat lunak bebas/terbuka seperti Gimp, Inkscape, dan lainnya. Memenuhi permintaan pengguna, BlankOn 8.0 menyediakan pemutar lagu Audacious.

Spesifikasi BlankOn 8.0:
  • Kebutuhan RAM minimum: 256 MB
  • Kebutuhan prosesor minimum: 600 MHz
  • Arsitektur: i386/32 dan AMD64
  • Desktop: Manokwari
  • Kernel Linux: 3.2.23
Internet:
  • Peramban: Chromium 21.0
  • Pesan Instan Daring: Pidgin 2.10.6
  • Surel: Evolution
Multimedia:
  • Pemutar Musik: Audacious
  • Pemutar Film: Totem
  • Perekam Cakram: Brasero
  • Aksara Nusantara: SCIM untuk Bali, Bugis, Batak, Sunda, Rejang, Jawa
Grafis:
  • Gambar Vektor: Inkscape (DVD)
  • Editor Gambar: GIMP (DVD)
Perkantoran:
  • Libreoffice

Tentang Proyek BlankOn
Proyek BlankOn bertujuan untuk mengembangkan ekosistem baru dalam konteks perangkat lunak bebas dan terbuka. Pengembangan dilakukan dengan cara meningkatkan kecakapan sumber daya lokal sehingga mampu dan kompeten di dalam pengembangan perangkat lunak bebas dan terbuka, mulai dari yang teknis seperti pengembangan aplikasi dan distribusi Linux, hingga hal-hal non-teknis seperti kepemimpinan dan kemampuan membangun komunitas hingga solusi komersial berbasis BlankOn. Selengkapnya dapat dibaca di http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/Misi.

Tentang YPLI
YPLI adalah organisasi nirlaba yang bergerak dalam pengembangan software dan sumber daya manusia di bidang Linux, 'Free Software, dan Open Source Software' (FOSS) di Indonesia. Situs Internet YPLI adalah http://www.ypli.or.id/.

Rabu, 15 Agustus 2012

GNOME Rayakan Hari Jadi Ke 15

Tanggal 15 Agustus 1997 Miguel de Icaza dan Federico Mena Quintero mengumumkan pengembangan software bebas yang sekarang dikenal sebagai lingkungan desktop GNOME menulis: "We want to develop a free and complete set of user friendly applications and desktop tools, similar to CDE and KDE but based entirely on free software." sebagaimana telah dikutip di situs http://www.happybirthdaygnome.org/,

Proyek pengembangan GNOME dilansir agar tersedia CDE yang lebih baik dan bebas, sebagai alternatif terhadap KDE yang saat itu sudah eksis, namun menggunakan Qt widget toolkit yang ternyata belum dibebaskan. Untuk memenuhi kriteria yang diinginkan, GNOME memilih GTK+ toolkit sebagai basis pengembanganya yang menganut lisensi  GNU Lesser Public License (LGPL), sebuah lisensi software bebas yang memberi peluang untuk dikombinasikan dengan lisensi jenis lainnya termasuk proprietari. GNOME sendiri mengadopsi LGPL untuk pustakanya (libraries), sementara untuk aplikasinya menerapkan lisensi GNU General Public License (GPL). GTK+ tersedia pada saat itu dikembangkan khusus untuk proyek Gimp yang sedang mengembangkan software pengelola grafis dengan nama yang sama.

Sekitar dua tahun dibutuhkan sampai versi stabil perdana GNOME 1.0 berhasil dirilis pada tanggal 3 Maret 1999. Versi ini, seperti juga pada versi-versi berikutnya GNOME 1.2 dan GNOME 1.4 ternyata banyak mengandung kekliruan yang menimbulkan banyak masalah. Pada masa yang sulit bagi proyek GNOME saat itu, banyak penggunanya meninggalkan desktop GNOME dan nyaris disingkirkan dari koleksi software dari sejumlah distribusi Linux yang beredar saat itu.

Dibawah bayangan kekuasaan KDE dengan pembebasan lisensi pustaka Qt untuk Linux sejak tahun 2000, proyek GNOME yang berada di akhir versi 1.x baru berhasil merampungkan beberapa komponen seperti pengelola berkas Nautilus yang pada saat itu juga berfungsi sebagai peramban web, dan pengelola window Sawfish.


Kopdar (kopi darat) berupa pertemuan GUADEC berlangsung untuk kali pertama di Paris pada tahun 2000 dan berhasil mengajak sekitar 70 kontributor proyek GNOME berkumpul untuk mengenal lebih dekat satu dan lainnya. Setelah itu, ajang acara GUADEC menjadi sebuah tradisi yang setiap tahunnya digelar di berbagai kota di Eropa dan diorganisir oleh relawan setempat.

Pada tanggal 27 Juni 2002 diluncurkan versi GNOME 2.0 yang memanfaatkan GTK+ 2 yang memiliki sistem konfigurasi baru terpadu. Diantara pembaruan yang dibawa adalah fitur Anti-aliasing, perbaikan dramatis untuk antarmuka grafis GUI, seperti juga fitur Internasionalisasi. Pengembangnya telah memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan API yang memberi kemudahan pada adaptasi aplikasi mereka. Kecuali itu, banyak bagian desktop yang disederhanakan sehingga pemeliharaan menjadi lebih mudah. Introduksi Human Interface Guidelines (HIG) memungkinkan adanya antarmuka pengguna lebih konsisten dan dapat diprediksi.

Generasi GNOME 2.x yang berlangsung selama 9 tahun berhasil menelurkan 16 kali rilis yang berakhir pada bulan September 2010 dengan menerbitkan versi terakhir Gnome 2.32 sebagai penutup era GNOME 2 yang penggemarnya tidak sedikit. Rilis berikutnya adalah all new GNOME 3.0 yang diluncurkan pada bulan April 2011.

Pergantian generasi ternyata tidak semulus yang dibayangkan para pengembangnya. Sudah sejak dini sebelum resmi diluncurkan, keberadaan GNOME 3.0 telah banyak menuai kritik dari para pengguna desktop GNOME. Pengembang yang tidak rela meninggalkan GNOME 2 mengambil inisiatif guna melestarikan pemeliharaan dan pengembangannya dibawah proyek bernama MATE, sementara pengembang Linux Mint mengawali fork untuk Gnome-shell dengan proyek baru bernama Cinnamon. Kedua proyek berupaya mempertahankan tata cara untuk melestarikan kebiasaan para pengguna GNOME 2.

Terlepas dari situasi kontroversial yang terjadi antara generasi 2 dan 3, semuanya menyadari bahwa proyek sumber terbuka GNOME pada kenyataannya telah mampu bertahan, berkembang dan sukses selama 15 tahun terakhir.
.