Menyusul terbitnya Ubuntu 12.04 LTS, tim pengembang Linux Mint merilis versi Linux Mint 13 yang diberi nama julukan "Maya" dan ditampilkan mengenakan dua jenis busana MATE dan Cinnamon. Kedua versi desktop yang digunakan telah terintegrasi dengan sempurna dengan Linux Mint 13 yang kali ini juga menawarkan dukungan jangka panjang (LTS, Long Term Support) sampai dengan April 2017
Berbeda dengan panutannya Ubuntu, Linux Mint tidak menggandrungi Unity, namun menggunakan MATE 1.2, yaitu fork dari Gnome 2 dan juga menyediakan versi dengan Cinnamon 1.4 dari dapur pengembangan Mint. Desktop Cinnamon dibangun menggunakan Gnome 3 sebagai basis, tapi secara fungsionalitas berprilaku seperti Gnome 2.
Pada kesempatan yang sama, tim pengembang Linux Mint memperkenalkan MDM (Mint Display Manager), sebuah Display Manager racikan sendiri menggunakan GDM 2.20 (GNOME Display Manager) sebagai bahan baku. Menurut pengembangnya, MDM jauh lebih fungsional ketimbang versi asalnya. Ia menawarkan perangkat konfigurasi, dan bisa diselaraskan dengan tema selera pengguna, disamping memungkinkan mengatur login secara otomatis berdasarkan tenggang waktu. MDM juga mendukung skrip yang diinisialisasi berdasarkan event. Mendukung fitur tersebut, disesediakan dua tema baru Mint-X dan Mint-Z yang menurut pengembangnya lebih serasi mendukung Gnome 3.
Cinnamon adalah fork dari GNOME Shell yang awalnya dikembangkan oleh tim pengembang Linux Mint dalam upaya untuk menyediakan lingkungan kerja yang lebih tradisional berbasis desktop metaphor seperti pada GNOME 2. Cinnamon memanfaatkan Muffin, yaitu sebuah fork dari window manager Mutter untuk GNOME 3 yang diimplementasikan mulai versi Cinnamon 1.2 dan sesudahnya.
MATE adalah lingkungan desktop yang diturunkan (forked) dari /dan menggunakan code base dari GNOME 2. Namanya diambil dari kata yerba mate, sebuah nama species yang yang tumbuh di Amerika Selatan digunakan sebagai bahan untuk minuman bernama mate. MATE pada prinsipnya meneruskan pengembangan Gnome 2 dan penggantian nama diperlukan agar tidak konflik dengan komponen Gnome 3.
Kamis, 24 Mei 2012
Selasa, 22 Mei 2012
Mageia 2 Telah Tiba
Mageia 2 merupakan rilis stabil nomor dua dari distribusi Linux yang
diklaim sebagai penerus Mandriva dan dibangun oleh mantan komunitas
pengembang Mandriva. Belum lama kedua kubu menyepakati kerjasama yang
merencanakan untuk menjadikan Mageia sebagai basis pengembangan produk
server Mandriva.
Mageia 2 dibangun menggunakan Kernel Linux 3.3.6, glibc 2.14.1 dan X-Server 1.11.4. Sebagai Init-System digunakan Systemd, disamping juga menyediakan Init-System versi lama sebagai pilihan untuk pengguna konservatif. Untuk desktop dipasang lingkungan desktop KDE 4.8.2, disamping Gnome 3.4.1, juga versi terbaru dari LXDE dan Razor-Qt (0.4.1) sebagai pilihan. Sebagai alternatif, pengembang Mageia juga menyediakan Window-Manager lain yang telah dikonfigurasi seperti Enlightenment (e17), Icewm, Fvwm2, Openbox dan Window Maker. Untuk inisialisasi Ramdisks (initrds) tersedia alat bantu Dracut.
Melengkapi Desktop, Mageia 2 menyediakan aplikasi seperti Firefox 10.0.4 ESR, Chromium 18, Opera 11.64, Thunderbird 10.0.4 ESR, Gimp 2.8.0, VirtualBox 4.1.2, LibreOffice 3.5, Calligra 2.4 dan Evolution.
Sedangkan untuk Multimedia, Server dan Tools dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi seperti PulseAudio 2.0, MariaDB sebagai pengganti MySQL, PostgreSQL versi 3, Firebird, OpenJDK 7, software Cluster Pacemaker dan Corosync, webserver Apache, Cherokee, lighthttpd dan nginx seperti juga Puppet sebagai administrator terpusat.
Fitur terpenting Mageia 2:
Mageia 2 dibangun menggunakan Kernel Linux 3.3.6, glibc 2.14.1 dan X-Server 1.11.4. Sebagai Init-System digunakan Systemd, disamping juga menyediakan Init-System versi lama sebagai pilihan untuk pengguna konservatif. Untuk desktop dipasang lingkungan desktop KDE 4.8.2, disamping Gnome 3.4.1, juga versi terbaru dari LXDE dan Razor-Qt (0.4.1) sebagai pilihan. Sebagai alternatif, pengembang Mageia juga menyediakan Window-Manager lain yang telah dikonfigurasi seperti Enlightenment (e17), Icewm, Fvwm2, Openbox dan Window Maker. Untuk inisialisasi Ramdisks (initrds) tersedia alat bantu Dracut.
Melengkapi Desktop, Mageia 2 menyediakan aplikasi seperti Firefox 10.0.4 ESR, Chromium 18, Opera 11.64, Thunderbird 10.0.4 ESR, Gimp 2.8.0, VirtualBox 4.1.2, LibreOffice 3.5, Calligra 2.4 dan Evolution.
Sedangkan untuk Multimedia, Server dan Tools dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi seperti PulseAudio 2.0, MariaDB sebagai pengganti MySQL, PostgreSQL versi 3, Firebird, OpenJDK 7, software Cluster Pacemaker dan Corosync, webserver Apache, Cherokee, lighthttpd dan nginx seperti juga Puppet sebagai administrator terpusat.
Fitur terpenting Mageia 2:
- Linux kernel 3.3.6;
- XOrg Server 1.11.4;
- Dukungan untuk Intel Sandy Bridge (2nd Generation Intel Core i7/i5/i3);
- Dukungan untuk Ivy Bridge (3rd Generation Intel Core i7/i5/i3);
- Nvidia 295.49 video driver;
- ATI Radeon 12.4 video driver;
- Peningkatan pada installer;
- Mendukung systemd;
- Btrfs filesystem support;
- LVM support;
- Dukungan untuk ARM and MIPS;
- Dukungan untuk PCMCIA controllers ditingkatkan;
- RPM 4.9;
- Di-update PPPoE;
- Dukungan untuk serial line installations;
- Dukungan untuk installation from virtual discs;
- Dukungan lebih baik untuk labels dan UUID untuk swap;
- Dukungan untuk nilfs2;
- Dukungan untuk hard drives lebih besar dari 2.2TB;
- Peningkatan pada rescue system berikut dukungan lebih baik untuk RAID, LV, virtual discs, dan encrypted systems;
- Diperluas dukukungan untuk hardware;
- Penggunaan memori lebih hemat untuk berbagai utiliti.
Rabu, 16 Mei 2012
Red Hat Enterprise Linux Satu Dasawarsa
Diantara produk Open Source yang dikomersialisasikan, tidak diragukan lagi bahwa Red Hat Enterprise Linux (RHEL)
merupakan salah satu produk yang paling berhasil. Model bisnis yang
diterapkan Red Hat bersama peluncuran Red Hat Enterprise Linux di bulan
Mei sepuluh tahun yang lalu merupakan layanan langganan dukungan yang
untuk kali pertama tersedia menggunakan kode sumber terbuka (Open
Source).
Pada hakekatnya, Red Hat menyediakan solusi yang memungkinkan perusahan memiliki infrastruktur TI lebih efisien, disamping solusi-solusi yang umum diperlukan pada setiap perusahan. Produk layanan yang ditawarkan Red Hat ternyata diterima baik di sejumlah sektor industri termasuk di sektor-sektor Keuangan, Telekomunikasi, Media, Logistik dan Perdagangan.
Bersamaan dengan ulang tahun ke 10 yang jatuh pada tanggal 16 Mei 2012, Red Hat menerbitkan Timeline yang menjabarkan pengembangan RHEL berikut masing-masing Milestones terpenting. Red Hat Linux Advanced Server 2.1 misalnya, adalah produk pertama di jajaran produk RHEL yang diluncurkan 10 tahun lalu, tidak lama setelah versi Red Hat Linux (RHL) 7.3 dirilis. RHL yang menjadi tulang punggung Red Hat sebelumnya, tetap dipertahankan tidak lebih dari satu setengah tahun setelah peluncuran RHEL. RHL 9 merupakan versi terakhir sebelum proyek Red Hat Linux diserahkan sepenuhnya kepada komunitas sebagai proyek Fedora Core (kemudian Fedora Project). Proyek Fedora didukungan langsung oleh Red Hat dan sampai saat ini tetap menjadi Basis untuk pengembangan RHEL selanjutnya.
Penjualan produk bebas RHL sejak tahun 1993 dalam kemasan berupa box berwarna merah yang berisi CD dan buku manual (termasuk dukungan instaslasi via telepon), ternyata cukup menguntungkan. Berbekal produk yang sama, Red Hat mampu meraih omset 42 juta dollar pada tahun 2000 (saat itu beredar RHL 6.2 “Zoot”). Bersamaan dengan setiap penerbitan RHL versi baru, Red Hat juga mengikhlaskan CD-ISO untuk sistem operasinya (binary) berikut kode sumbernya (sources) yang senanatiasa dapat diunduh publik secara cuma-cuma dan sangat popular dikalangan sysadmin.
Nyaris semua Software yang dikembangkan Red Hat dibebaskan dibawah naungan lisensi Open Source. Salah satu perkecualian adalah kode untuk manajemen sistem berbasis web untuk Red Hat Network. Namun beberapa tahun lalu, Red Hat membebaskan program tersebut dan kodenya juga telah menjadi bagian dari platform manajemen sistem untuk Suse Linux.
Lama sebelum era RHEL, Red Hat juga mengembangkan bisnis pelatihan berupa program pelatihan Red Hat Certified Engineer (RHCE) yang digelutinya sejak tahun 1997. Mulai Mei 2002 Red Hat berpaling dan memusatkan perhatiannya pada produk skala perusahan yang kemudian dikenal baik dengan Red Hat Entreprise Linux.
Paul Cormier, President of Products and Technologies di perusahan Red Hat, dalam sebuah Webcast yang berkaitan dengan ultah ke 10, mengatakan bahwa perubahan model bisnis yang dilakukan oleh perusahan Open Source Red Hat saat itu merupakan keputusan yang tepat. Disamping itu, Cormier juga mengakui adanya kekliruan yang dilakukan Red Hat pada integrasi teknologi virtualisasi di RHEL-5, yang seharusnya menyertakan sistem manjemen lebih baik agar pengelolaan sistem virtual menjadi lebih mudah.
Edisi RHEL aktual saat ini adalah RHEL6 update 2 atau versi 6.2. Sementara itu versi RHEL7 mendatang telah direncanakan untuk diluncurkan sekitar belahan 6 bulan kedua tahun 2013. Dengan demikian generasi ke 7 RHEL akan tiba 3 tahun setelah RHEL6 diterbitkan, yaitu sesuai dengan jadwal update utama (major), sementara update minor antara versi 6.1, 6.2 dan 6.3 dilakukan sekali setiap 6 bulan.
Berkaitan dengan komputasi awan dan Cloud Platform, Red Hat menjanjikan lebih banyak dukungannya, namun mengakui belum siap untuk mengintegrasikan platform awan terbuka OpenStack di RHEL. Menurut sumber yang sama, Red Hat dimasa mendatang akan lebih intensif mendukung hybrid Clouds terbuka agar pengguna lebih mudah melakukan migrasi antar Clouds pribadi dan Clouds publik, disamping menjanjikan peningkatan disisi Linux agar ia berjalan lebih sempurna di semua sektor bisnis.
Sebagai salah satu tolok ukur suksesnya Red Hat, dapat dibaca pada laporan keuangan Red Hat yang selama ini senantiasa mencatat keuntungan yang solid dari tahun ke tahun. Dalam laporan tahunan yang ditutup pada akhir bulan Februari 2012 lalu, tertera pencapaian omset melampai ambang satu miliar dollar yang belum pernah diraih oleh perusahan lain menggunakan produk open source.
Pada hakekatnya, Red Hat menyediakan solusi yang memungkinkan perusahan memiliki infrastruktur TI lebih efisien, disamping solusi-solusi yang umum diperlukan pada setiap perusahan. Produk layanan yang ditawarkan Red Hat ternyata diterima baik di sejumlah sektor industri termasuk di sektor-sektor Keuangan, Telekomunikasi, Media, Logistik dan Perdagangan.
Bersamaan dengan ulang tahun ke 10 yang jatuh pada tanggal 16 Mei 2012, Red Hat menerbitkan Timeline yang menjabarkan pengembangan RHEL berikut masing-masing Milestones terpenting. Red Hat Linux Advanced Server 2.1 misalnya, adalah produk pertama di jajaran produk RHEL yang diluncurkan 10 tahun lalu, tidak lama setelah versi Red Hat Linux (RHL) 7.3 dirilis. RHL yang menjadi tulang punggung Red Hat sebelumnya, tetap dipertahankan tidak lebih dari satu setengah tahun setelah peluncuran RHEL. RHL 9 merupakan versi terakhir sebelum proyek Red Hat Linux diserahkan sepenuhnya kepada komunitas sebagai proyek Fedora Core (kemudian Fedora Project). Proyek Fedora didukungan langsung oleh Red Hat dan sampai saat ini tetap menjadi Basis untuk pengembangan RHEL selanjutnya.
Penjualan produk bebas RHL sejak tahun 1993 dalam kemasan berupa box berwarna merah yang berisi CD dan buku manual (termasuk dukungan instaslasi via telepon), ternyata cukup menguntungkan. Berbekal produk yang sama, Red Hat mampu meraih omset 42 juta dollar pada tahun 2000 (saat itu beredar RHL 6.2 “Zoot”). Bersamaan dengan setiap penerbitan RHL versi baru, Red Hat juga mengikhlaskan CD-ISO untuk sistem operasinya (binary) berikut kode sumbernya (sources) yang senanatiasa dapat diunduh publik secara cuma-cuma dan sangat popular dikalangan sysadmin.
Nyaris semua Software yang dikembangkan Red Hat dibebaskan dibawah naungan lisensi Open Source. Salah satu perkecualian adalah kode untuk manajemen sistem berbasis web untuk Red Hat Network. Namun beberapa tahun lalu, Red Hat membebaskan program tersebut dan kodenya juga telah menjadi bagian dari platform manajemen sistem untuk Suse Linux.
Lama sebelum era RHEL, Red Hat juga mengembangkan bisnis pelatihan berupa program pelatihan Red Hat Certified Engineer (RHCE) yang digelutinya sejak tahun 1997. Mulai Mei 2002 Red Hat berpaling dan memusatkan perhatiannya pada produk skala perusahan yang kemudian dikenal baik dengan Red Hat Entreprise Linux.
Paul Cormier, President of Products and Technologies di perusahan Red Hat, dalam sebuah Webcast yang berkaitan dengan ultah ke 10, mengatakan bahwa perubahan model bisnis yang dilakukan oleh perusahan Open Source Red Hat saat itu merupakan keputusan yang tepat. Disamping itu, Cormier juga mengakui adanya kekliruan yang dilakukan Red Hat pada integrasi teknologi virtualisasi di RHEL-5, yang seharusnya menyertakan sistem manjemen lebih baik agar pengelolaan sistem virtual menjadi lebih mudah.
Edisi RHEL aktual saat ini adalah RHEL6 update 2 atau versi 6.2. Sementara itu versi RHEL7 mendatang telah direncanakan untuk diluncurkan sekitar belahan 6 bulan kedua tahun 2013. Dengan demikian generasi ke 7 RHEL akan tiba 3 tahun setelah RHEL6 diterbitkan, yaitu sesuai dengan jadwal update utama (major), sementara update minor antara versi 6.1, 6.2 dan 6.3 dilakukan sekali setiap 6 bulan.
Berkaitan dengan komputasi awan dan Cloud Platform, Red Hat menjanjikan lebih banyak dukungannya, namun mengakui belum siap untuk mengintegrasikan platform awan terbuka OpenStack di RHEL. Menurut sumber yang sama, Red Hat dimasa mendatang akan lebih intensif mendukung hybrid Clouds terbuka agar pengguna lebih mudah melakukan migrasi antar Clouds pribadi dan Clouds publik, disamping menjanjikan peningkatan disisi Linux agar ia berjalan lebih sempurna di semua sektor bisnis.
Sebagai salah satu tolok ukur suksesnya Red Hat, dapat dibaca pada laporan keuangan Red Hat yang selama ini senantiasa mencatat keuntungan yang solid dari tahun ke tahun. Dalam laporan tahunan yang ditutup pada akhir bulan Februari 2012 lalu, tertera pencapaian omset melampai ambang satu miliar dollar yang belum pernah diraih oleh perusahan lain menggunakan produk open source.
Selasa, 01 Mei 2012
Majalah InfoLINUX 2012 MEI
InfoLINUX edisi bulan Mei 2012 membahas sistem virtualisasi XEN sebagai topik utamanya, sekaligus memandu pengguna dalam membangun banyak server virtualisasi pada satu server utama. Sebagai bonus bulan ini disisipkan CD yang mengandung distro nasional IGOS Nusantara berkelas Internasional yang menggunakan Fedora Linux sebagai basis. Kecuali itu disertakan program-program aplikasi: "Google Chrome 18.0.1025.142", "Dropbox 1.2.50", "LibreOffice 3.5.1", dan "Gimp 2.6.12". Topik lain membahas aplikasi Feng Suit Office yang bermanfaat untuk pengelola tulisan dan proyek secara online menggunakan sebuah web browser. Untuk meingkatkan pengetahuan pembaca diperkenalkan IPv6, yaitu alamat IP versi 6 yang sejak lama diharapkan menjadi pengganti versi 4 yang masih digunakan saat ini. Disamping pembahasan secara umum, juga dijelaskan cara implementasinya pada sebuah jaringan.
Dalan rubrik Aktual diberitakan tentang "Dimulainya IOSA 2012", "Seminar Linux di Negeri Papua", dan "Seminar dan Workshop InfoLINUX". Sementara dari para pakar Opini yang mengangkat topik "Mengenai Penetration Testing" oleh Budi Rahardjo, disusul Michael S Sunggiardi yang menemukan "Kesalahan Penerapan TIK", sedangkan I Made Wiryana mengungkapkan kasus "Hilangnya Kekayaan Negara".
Setelah Surat Anda semuanya terjawab, InfoLINUX bulan ini menampilkan Profil Bapak Nana Suryana, yang dikenal aktif sebagai Pengembang Linux IGOS Nusantara.
Rubrik Tes&Review membahas "Server Virtual". Sementara distro yang dibahas bulan ini adalah Distro: PCLinuxOS KDE 2012.02 dan IGOS Nusantara R7.1. Sedangkan untuk aplikasi Game diliput "StuntRally 1.4", dan "Me and My Shadow 0.3".
Tiga buku yang dikupas bulan ini adalah buku-buku berbahasa Inggris yang masing-masing berjudul "Engarde Secure Linux", "Introduction to Networking Basics", dan "Ubuntu Linux Toolbox 2nd Edition".
Sebagai Software Pilihan diliput paket-paket aplikasi "Pidgin 2.10.3", "Mozilla Firefox 11.0", "LibreOffice 3.5.1", "XAMPP 1.7.7", "SMP Layer 0.7.1", "FlightGear 2.6.0", "Samba 3.4.15", "Google Chrome 18.0.1025.142", "Mozilla Thunderbird 11.0", "Dropbox 1.2.50", "GIMP 2.6.12", "BMPLayer 1.0.5 Beta 1", " dan JGnash 2.8.0".
Sebagai topik Utama dibahas "Membangun Virtual Server dengan Xen" dan kegiatan komunitas yang diliput bulan ini adalah "Komunitas Linux Kal-Tim Pecahkan Rekor", dan "KSL-UBL Adakan Document Freedom Day".
Dalam rubrik Praktik Instan disuguhkan pencerahan mengenai "Kantor Online via Feng Office". Untuk Net Admin disediakan informasi tentang "Server Data dengan GlusterFS", dan "Daftar Warnet Berbasis Linux Di Indonesia".
Kolom Tutorial menyediakan panduan tentang cara-cara "Remastering Linux", "Mengenal IPv6 dan Implementasi di GNU/Linux", "Android ListView dan ListActivity", dan "Otentikasi dan Otorisasi User".
Rubrik Tip&Trik mengajak pembaca "Mencari dengan GREP", sedangkan rubrik Workshop diisi dengan kegiatan "Berkokok dengan GPlurk", "Manipulasi Gambar Bitmap", "Cetak Lembar Amplop di LibreOffice", "Formula Tahun, Bulan dan Hari di LibreOffice", "Membuat Animasi Sederhana", dan "Gnome 3, Cinnamon dan LXDE di IGN 7.1".
Setelah mengisi Kuis InfoLINUX, pembaca dapat mengetahui tentang "Edisi Mendatang". InfoLINUX edisi bulan Mei ini dapat ditemukan di gerai-gerai media terdekat.
Dalan rubrik Aktual diberitakan tentang "Dimulainya IOSA 2012", "Seminar Linux di Negeri Papua", dan "Seminar dan Workshop InfoLINUX". Sementara dari para pakar Opini yang mengangkat topik "Mengenai Penetration Testing" oleh Budi Rahardjo, disusul Michael S Sunggiardi yang menemukan "Kesalahan Penerapan TIK", sedangkan I Made Wiryana mengungkapkan kasus "Hilangnya Kekayaan Negara".
Setelah Surat Anda semuanya terjawab, InfoLINUX bulan ini menampilkan Profil Bapak Nana Suryana, yang dikenal aktif sebagai Pengembang Linux IGOS Nusantara.
Rubrik Tes&Review membahas "Server Virtual". Sementara distro yang dibahas bulan ini adalah Distro: PCLinuxOS KDE 2012.02 dan IGOS Nusantara R7.1. Sedangkan untuk aplikasi Game diliput "StuntRally 1.4", dan "Me and My Shadow 0.3".
Tiga buku yang dikupas bulan ini adalah buku-buku berbahasa Inggris yang masing-masing berjudul "Engarde Secure Linux", "Introduction to Networking Basics", dan "Ubuntu Linux Toolbox 2nd Edition".
Sebagai Software Pilihan diliput paket-paket aplikasi "Pidgin 2.10.3", "Mozilla Firefox 11.0", "LibreOffice 3.5.1", "XAMPP 1.7.7", "SMP Layer 0.7.1", "FlightGear 2.6.0", "Samba 3.4.15", "Google Chrome 18.0.1025.142", "Mozilla Thunderbird 11.0", "Dropbox 1.2.50", "GIMP 2.6.12", "BMPLayer 1.0.5 Beta 1", " dan JGnash 2.8.0".
Sebagai topik Utama dibahas "Membangun Virtual Server dengan Xen" dan kegiatan komunitas yang diliput bulan ini adalah "Komunitas Linux Kal-Tim Pecahkan Rekor", dan "KSL-UBL Adakan Document Freedom Day".
Dalam rubrik Praktik Instan disuguhkan pencerahan mengenai "Kantor Online via Feng Office". Untuk Net Admin disediakan informasi tentang "Server Data dengan GlusterFS", dan "Daftar Warnet Berbasis Linux Di Indonesia".
Kolom Tutorial menyediakan panduan tentang cara-cara "Remastering Linux", "Mengenal IPv6 dan Implementasi di GNU/Linux", "Android ListView dan ListActivity", dan "Otentikasi dan Otorisasi User".
Rubrik Tip&Trik mengajak pembaca "Mencari dengan GREP", sedangkan rubrik Workshop diisi dengan kegiatan "Berkokok dengan GPlurk", "Manipulasi Gambar Bitmap", "Cetak Lembar Amplop di LibreOffice", "Formula Tahun, Bulan dan Hari di LibreOffice", "Membuat Animasi Sederhana", dan "Gnome 3, Cinnamon dan LXDE di IGN 7.1".
Setelah mengisi Kuis InfoLINUX, pembaca dapat mengetahui tentang "Edisi Mendatang". InfoLINUX edisi bulan Mei ini dapat ditemukan di gerai-gerai media terdekat.
Langganan:
Postingan (Atom)





