Kurang puas dengan orientasi dari Mate dan Gnome telah membuat tim
Linux Mint berpaling untuk mengimplemantasikan Cinnamon, yaitu sebuah
fork dari Gnome Shell. Dengan demikian diduga kuat Cinnamon bisa menjadi desktop standar untuk versi-versi Linux Mint generasi mendatang.
Seperti ditulis
oleh Clement Lefebvre di blog-nya, pimpro Linux Mint ini menerangkan
mengapa Linux Mint menjagokan Fork dari Gnome Shell. Menurut Lefebvre,
Gnome Shell dengan MGSE akan menjadi pengganti desktop utamanya. Untuk
itu sebenarnya telah tersedia kode sumber Cinnamon di lumbung Linux Mint
sejak pertengahan Desember 2011 termasuk paket binarinya.
Menurut
Lefebvre: "Tujuan menggunakan Mate adalah untuk menyempurnakan Gnome2
menggunakan GTK+ 3. Sayangnya hal itu tidak ditawarkan Gnome Shell,
sedangkan kami membutuhkannya untuk desktop, sementara Gnome Shell
dikembangkan kearah yang tidak kami inginkan. Karena itu kami
mengembangkan desktop baru bernama Cinnamon dengan memanfaatkan
teknologi baru dan mengimplementasikan visi kami."
Karena Cinnamon
berfungsi seperti Gnome 2.32 maka dimungkinkan para pengguna yang
sebelumnya telah terbiasa dengan Linux Mint tidak lagi perlu mengubah
kebiasaannya, namun berkat Cinnamon tetap bisa menikmati teknologi
terkini. Bahkan mantan pengguna Windows tidak perlu lama beradaptasi
menggunakan Linux Mint. Desktop dengan Cinnamon menyediakan Panel di
bagian bawah layar untuk menempatkan menu boot, taskbar, sebuah papan
pemberitahuan sistem dan loader untuk antarmuka virtual.
Sementara
itu, panel atas Gnome-Shell dibebaskan kecuali tombol untuk aktivitas
yang hanya menampilkan jendela terbuka. Aplikasi tidak bisa dijalankan
dari sini. Selain itu, terdapat applet suara yang dapat dikontrol
melalui Media Player. Rencananya di masa depan akan ditambahkan beberapa
pengaya dan pusat pengontrol.
Sejatinya desktop Cinnamon tidak
hanya tersedia untuk Linux Mint 12 saja. Pengguna distro lain juga dapat memanfaatkannya dan Cinnamon telah tersedia untuk distro-distro seperti Ubuntu
11.10, Fedora 16, Opensuse 12.1 atau Arch Linux. Penjelasan lebih rinci
berkaitan dengan hal tersebut dapat ditemukan di situs Cinnamon.
Segera setelah Gnome 3.2 tersedia di lumbung Debian Testing, pengembang
Linux Mint berjanji akan menyediakan desktop Cinnamon untuk edisi Linux Mint Debian Edition (LMDE). Versi terkini Cinnamon adalah 1.1.3 yang kode sumbernya tersedia di Github.
Segala Tentang Open Source Adalah Segalanya
Arsip Blog
-
▼
2012
(9)
-
▼
Januari 2012
(7)
- Linux Mint: Cinnamon Akan Dijadikan Desktop Standa...
- Jajak Pendapat: Perusahan Menggunakan Linux Bertam...
- FreeBSD 9.0 Didedikasikan untuk Dennis Ritchie
- XO-3: Tablet Anak Sekolahan Dirilis
- UbuntuTV: TV for Human Beings
- Majalah InfoLINUX 2012 Januari
- CentOS dan Klon RHEL Lainnya Samasama Terbitkan Ve...
-
▼
Januari 2012
(7)
-
►
2011
(165)
- ► Desember 2011 (7)
-
►
November 2011
(11)
- Majalah InfoLINUX 2011 Nopember
- VectorLinux 7.0 Gunakan XFCE 4.8
- Linux Mint 12 "Lisa": Desktop Linux Paling Banyak ...
- Meningkat: Partisipasi Perempuan Pada Proyek Open ...
- openSUSE 12.1 Hadirkan Pembaruan Di Semua Jajaran
- OSHW: Edisi Perdana Open Hardware Journal
- Fedora 16 Verne Telah Rilis
- Linux Mint 12 Ingin Salib Ubuntu
- Eclipse Rayakan Ultah Ke 10
- OpenBSD 5.0: "What Me Worry?"
- Linux Dari Nol: Linux From Scratch 7.0
-
►
Oktober 2011
(12)
- Majalah InfoLINUX 2011 Oktober
- Ubuntu 12.04 LTS: Precise Pangolin Harus Lebih Aku...
- Ubuntu: 15 Kali Sukses
- Oneiric Ocelot: Ubuntu 11.10 Siap Untuk Enterprise...
- Mengenang Penemu UNIX Dennis Ritchie
- KDE Luncurkan Plasma Active One
- Fedora 16 Beta Siap Diujicoba
- AAKASH: Tablet Android Paling Murah Sedunia
- Unbreakable Linux 2 Sertakan DTrace
- GNOME Galang Partisipasi Perempuan
- GNOME 3.2 Kelola Layanan Cloud Lebih Baik
- INAICTA 2011 Digital Expo
-
►
September 2011
(12)
- Majalah InfoLINUX 2011 September
- Satu Tahun LibreOffice
- OpenEyes: Open Source Kelola Klinik Mata
- Indonesia Gabung Kemitraan "Open Government"
- 20 Tahun Kehadiran Linux
- Dua Klon RHEL 5.7 Dirilis Bersamaan
- PostgreSQL 9.1 Telah Rilis
- IGOS Nusantara 2011 update 2
- Parlemen Italia Hemat Kertas Berkat Open Source
- x32-ABI: Aplikasi Linux 32-bit Lebih Cepat di 64-b...
- openSUSE 12.1 Lampaui Milestone 5
- ► Agustus 2011 (12)
- ► April 2011 (21)
- ► Maret 2011 (13)
- ► Februari 2011 (9)
- ► Januari 2011 (10)
-
►
2010
(190)
- ► Desember 2010 (22)
- ► November 2010 (36)
- ► Oktober 2010 (32)
- ► September 2010 (13)
- ► Agustus 2010 (40)
