Tim pengembang Linux Mint memperluas dukungannya untuk beragam desktop Linux dan merilis edisi KDE dari distribusi Linux Mint 12 "Lisa". Linux Mint 12 KDE berbasis keluarga Ubuntu 11.10 "Oneiric Ocelot" menanamkan versi KDE 4.7.4 SC dan kernel Linux 3.0. Sebagai mesin pencari standar digunakan Duck Duck Go.
Pada edisi KDE dihilangkan beberapa komponen dari versi GNOME
seperti mintDesktop yang digunakan untuk mengkonfigurasi antar muka
desktop. Linux Mint 12 KDE tersedia baik untuk 32 maupun 64-bit dalam
firmat DVD.
Rangkuman fitur utama Linux Mint 12 KDE:
Linux kernel 3.0;
Berbasis Kubuntu 11.10 Oneiric Ocelot;
KDE Software Compilation 4.7.4;
Distribusi berupa cetakan ISO Hybrid ISO;
Black boot splash screen;
Print to PDF;
Apturl;
Ctrl_Alt_Backspace;
mintDesktop;
Mint4Win;
Ditiadakan Moonlight
Spesifikasi minimal untuk Hardware yang disarankan:
CPU dengan prosesor x86 (32-bit atau 64-bit);
Minimum 512 MB RAM (disarankan 1 GB agar lebih lancar);
5 GB minimal spasi hard disk;
Video card dengan kemmpuan resolusi 800x600 atau lebih baik;
Kurang puas dengan orientasi dari Mate dan Gnome telah membuat tim
Linux Mint berpaling untuk mengimplemantasikan Cinnamon, yaitu sebuah
fork dari Gnome Shell. Dengan demikian diduga kuat Cinnamon bisa menjadi desktop standar untuk versi-versi Linux Mint generasi mendatang.
Seperti ditulis
oleh Clement Lefebvre di blog-nya, pimpro Linux Mint ini menerangkan
mengapa Linux Mint menjagokan Fork dari Gnome Shell. Menurut Lefebvre,
Gnome Shell dengan MGSE akan menjadi pengganti desktop utamanya. Untuk
itu sebenarnya telah tersedia kode sumber Cinnamon di lumbung Linux Mint
sejak pertengahan Desember 2011 termasuk paket binarinya.
Menurut
Lefebvre: "Tujuan menggunakan Mate adalah untuk menyempurnakan Gnome2
menggunakan GTK+ 3. Sayangnya hal itu tidak ditawarkan Gnome Shell,
sedangkan kami membutuhkannya untuk desktop, sementara Gnome Shell
dikembangkan kearah yang tidak kami inginkan. Karena itu kami
mengembangkan desktop baru bernama Cinnamon dengan memanfaatkan
teknologi baru dan mengimplementasikan visi kami."
Karena Cinnamon
berfungsi seperti Gnome 2.32 maka dimungkinkan para pengguna yang
sebelumnya telah terbiasa dengan Linux Mint tidak lagi perlu mengubah
kebiasaannya, namun berkat Cinnamon tetap bisa menikmati teknologi
terkini. Bahkan mantan pengguna Windows tidak perlu lama beradaptasi
menggunakan Linux Mint. Desktop dengan Cinnamon menyediakan Panel di
bagian bawah layar untuk menempatkan menu boot, taskbar, sebuah papan
pemberitahuan sistem dan loader untuk antarmuka virtual.
Sementara
itu, panel atas Gnome-Shell dibebaskan kecuali tombol untuk aktivitas
yang hanya menampilkan jendela terbuka. Aplikasi tidak bisa dijalankan
dari sini. Selain itu, terdapat applet suara yang dapat dikontrol
melalui Media Player. Rencananya di masa depan akan ditambahkan beberapa
pengaya dan pusat pengontrol.
Sejatinya desktop Cinnamon tidak
hanya tersedia untuk Linux Mint 12 saja. Pengguna distro lain juga dapat memanfaatkannya dan Cinnamon telah tersedia untuk distro-distro seperti Ubuntu
11.10, Fedora 16, Opensuse 12.1 atau Arch Linux. Penjelasan lebih rinci
berkaitan dengan hal tersebut dapat ditemukan di situs Cinnamon.
Segera setelah Gnome 3.2 tersedia di lumbung Debian Testing, pengembang
Linux Mint berjanji akan menyediakan desktop Cinnamon untuk edisi Linux Mint Debian Edition (LMDE). Versi terkini Cinnamon adalah 1.1.3 yang kode sumbernya tersedia di Github.
Hasil sebuah jajak pendapat yang dilakukan Linux Foundation terhadap 1.893 pengguna TI terpilih, menunjukkan adanya peningkatan pada penggunaan sistem operasi Linux di perusahan. Sekitar 84 persen dari peserta jajak pendapat menyatakan peningkatan penggunaan Linux di perusahan masing-masing, sementara 80 persen merencanakan hal yang sama di tahun 2012.
Sebanyak 21.7 persen peserta disebutkan laporan tersebut merencanakan instalasi server Windows, sebaliknya sekitar 25,9 persen yang ingin memangkas jumlah server Windows milik mereka. Hampir tiga perempat atau sekitar 71,6 persen dari peserta menyatakan akan menspesifikasikan Linux pada pemasangan server baru di perusahan masing-masing. Diantaranya 38,5 persen merupakan migrasi dari server Windows dan 34,5 migrasi dari server Unix.
Sebanyak 69,1 persen dari pengguna menyatakan akan lebih banyak menggunakan Linux di lingkungan Mission-Critical. Keuntungan menggunakan sistem operasi bebas disebutkan untuk penghematan biaya oleh 70 persen peserta, sementara 68,6 dengan alasan jumlah fitur yang lebih banyak dan 63,6 persen peserta menyebutkan keamanan sebagai alasan.
Disamping itu Linux Foundation juga menanyakan hal yang mengganjal pengguna untuk menggunakan Linux. Sekitar 17,6 menyebutkan sulitnya mencari pengembang atau adminitrator sistem untuk Linux, sekitar 12,2 persen menyebutkan alasan teknis dan hanya 3 persen memberi alasan masalah hukum.
Laporan hasil jajak pendapat selengkapnya diterbitkan Linux Foundation sebagai dokumen PDF (12 halaman, 357KB) yang dapat diunduh setelah registrasi.
Setelah lebih dari dua tahun berlalu sejak generasi FreeBSD 8.0, kini tersedia versi FreeBSD 9.0 yang penerbitannya didekasikan untuk almarhum Dennis Ritchie,
penemu sistem operasi Unix yang meninggal bulan Oktober 2011 lalu.
Banyak pembaruan mengiringi generasi baru ini, terutama pada dukungan
terhadap hardaware baru.
Aktualiasasi dukungan aneka hardware ditingkatkan misalnya dukungan untuk USB 3.0.
USB-Subsystem kini juga telah disokong sebuah Paketfilter. Kecuali itu,
sistem berkas di FreeBSD 9.0 disertai dengan sejumlah fungsi baru.
Sistem berkas ZFS
ditingkatkan ke versi 28 dan telah mendukung fitur duplikasi yang
menghemat memori. Sistem ZFS 28 RAID kini mendukung Raidz3 berikut
beberapa fitur baru yang terkait. Fast File System kini mendukung Softupdates
dengan Journal dan tersedia komando TRIM yang cukup penting untuk
Flash-Disks. Sebuah Framework untuk Highly Available Storage (HAST) juga
telah ditambahkan di FreeBSD 9.0 ini.
Komponen Kernel pada FreeBSD 9.0 kini mengandung model otorisasi bernama Capsicum
yang memungkinkan untuk menjalankan aplikasi dalam Sandboxes. Selain
itu, Kernel telah ditambahkan dengan antarmuka untuk fitur hhook dan
khelp, disamping antarmuka untuk melakukan pengukuran dan pembatasan
pada penggunaan sumber daya. Pemilik Sony Playstation 3 dengan firmware
lama dapat menjalankan FreeBSD 9.0 versi PowerPC.
Pembaruan-pembaruan lainnya adalah termasuk fitur DTrace
untuk aplikasi, peningkatan pada skalabiliti untuk sistem menggunakan
32 prosesor atau lebih, dukungan untuk NUMA, perbaikan pada infrastrukur
Event-Timer, NFSv4 sebagai Client dan Server, dukungan untuk drive ATA
dengan sektor 4KB, sebuah driver baru untuk hardisk AHCI-SATA dan ATA
CAM, jaringan nirkabel WLAN yang lebih cepat dengan IEEE 802.11n,
sebuah infrastruktur Plugin untuk menghindari kemacetan pada stack
TCP/IP dan banyak fitur-fitur lainnya. Program intaller juga
diperbaharui. Keterangan lebih rinci untuk semua perbaikan dan
peningkatan dapat ditemukan di dokumen Release Note.
Sehubungan dengan GCC
versi terbaru menganut lisensi GPLv3 yang lebih membatasi dibandingkan
GPLv2 atau lisensi BSD yang total bebas, maka proyek FreeBSD hanya ingin
menggunakan GCC sampai dengan versi 4.2 digunakan dalam mengimpor
Basissystem. Hal itu berdampak terhadap dukungan untuk LLVM yang harus
dibangun menggunakan kompiler C/C++ Clang. Rencananya seluruh
Basissystem nantinya dibangun menggunakan Clang dan GCC kemudian sama
sekali ditinggalkan. Kendati demikian, di lumbung Ports-System tetap
tersedia GCC termasuk versi paling kini. FreeBSD juga menyediakan di
Ports-System-nya ribuan aplikasi lainnya termasuk lingkungan desktop
Gnome 2.32.1 dan KDE 4.7.3.
Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Marvell, diungkapkan bahwa tablet proyek OLPC
baru XO-3 banyak menggunakan teknologi yang telah dipakai untuk netbook
OLPC versi XO-1.75. Diantaranya adalah prosesor tipe ARMADA PXA618 SOC
dan modul Marvell Avastar Wi-Fi. Batere (aki) yang ditanamkan di tablet
XO-3 (ukuran layar 8 inci, total 194 mm x 160 mm x 13,3 mm berbobot 500
g) tersebut dapat diisi (charge) dengan banyak cara, termasuk via stop
kontak, panel solar, dinamo engkol dan dari sumber alternatif lainnya.
Disamping layar standar, tersedia versi dengan layar PixelQi
yang dapat dijalankan baik dengan modus LCD atau E-Paper sehingga
penggunaan langsung dibawah terik sinar matahari masih dapat dilakukan
dengan baik. Ukuran memori yang ditanamkan di tablet XO-3 disebutkan RAM
sebesar 512 MB atau 1 GB dan memori untuk penyimpanan data antara 4 GB
dan 16 GB berupa memori tipe NAND-Flash.
Perlengkapan lainnya
termasuk konektor untuk Audio, sebuah port USB-2.0, sebuah port
MicroUSB-2.0, Webcam, sebuah sensor percepatan (akselerasi) dan sebuah
sensor cahaya. Sebagai sistem operasi ditawarkan Android atau Linux.
Tablet XO-3 yang saat siap untuk diproduksi dijanjikan telah tersedia
pertengahan tahun 2012 dan diharapkan harganya tidak lebih mahal dari
pagu 100 US Dollar.
Netbook XO-1.75
merupakan versi aktual dan mulai bulan Maret akan dibagikan untuk anak
sekolahan di Uruguay dan Nicaragua. Mesin untuk netbook ini menggunakan
prosesor ARMADA PXA618 SOC dengan kecepatan 800 MHz. Modul WiFi Avastar
88W8787 terpasang mendukung WLAN 802.11n, BlueTooth 3.0 dan bisa
difungsikan sebagai penerima sinyal radio. Besaran memori yang
ditanamkan dapat dipilih antara 512 MB atau 1 GB. Layar berukuran 7,5
inci yang digunakan netbook XO-1.75 ini dapat meragakan video 1080p
sampai dengan 30fps. Netbook XO-1,75 berukuran 245 mm x 230 mm x 30,5 mm
dengan bobot sekitar 1,4 kg. Disamping untuk kartu SD dan MicroSD,
XO-1,75 juga dilengkapi dengan Webcam, konektor untuk Audio, sensor
percepatan (akselerasi) dan sebuah sensor cahaya, seperti juga tiga
ports USB-2.0.
SMILE Plug: Awan di Ruang Kelas
Bersama dengan tablet XO-3, vendor perangkat Marvell di ajang CES 2012 (Las Vegas) juga memamerkan
sebuah perangkat munggil SMILE Plug yang dapat digunakan, disamping
sebagai WLAN-Access-Points (Hotspot) di kelas, juga sebagai Micro Cloud
dengan aplikasi pembelajaran yang dikembangkan Universitas Stanford
berupa Stanford-Mobile-Inquiry-Based-Learning-Environment-Programms (SMILE).
Perangkat kecil ini dapat melayani sampai dengan 60 anak sekolahan dan
guru. Kecuali itu juga tersedia kerangka kerja (framework) JavaScript
Node.js dan sebagai sistem operasi untuk SMILE Plug digunakan Arch-Linux
yang dapat dikendalikan via Management Software Plugmin buatan Marvell.
Berdasarkan dokumentasi (PDF 2 halaman),
SMILE Plug menggunakan prosesor SoC tipe Armada 300 dengan kecepatan
antara 1,6 dan 2 GHz. Perangkat ini memiliki dua konektor
Gigabit-Ethernet, ports PCIe, USB-2.0 dan SATA-2.0. Sebagai WLAN-SoC
digunakan Avastar 88W8764
untuk WiFi yang mampu memancarkan pita 2,4 atau 5-GHz sesuai dengan
spesifikasi IEEE 802.11a/bg/n. Untuk mengantisipasi kemungkinan putusnya
suplai listrik (PLN), didalam kotak SMILE Plug juga telah terpasang aki
tipe Lithium-Ion.