Tampilkan postingan dengan label CRM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CRM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2011

NetworkedHelpDesk Galang Standar Terbuka Untuk Helpdesk

Sejumlah perusahan pengembang software HelpDesk, bersama-sama telah menggalang terciptanya standarisasi terbuka dalam satu wadah jaringan Networkedhelpdesk.org. Upaya ini terutama demi kemudahan pengguna dalam membangun solusi yang mengadopsi aneka aplikasi seputar HelpDesk.

Dibawah naungan Networkedhelpdesk.org, anggota yang terdiri dari para pengembang software Helpdesk dapat menyepakati standar dengan menyediakan antarmuka yang seragam dan kompatibel. Dengan demikian diharapkan perusahan pelanggan dapat secara bersamaan dan tanpa masalah menggunakan beragam software dari beberapa vendor atau sistem yang berbeda dalam satu solusi, seperti misalnya campuran dari sistem Ticketing, sistem pengelola Proyekt dan/atau sistem CRM.

Diantara anggota yang awalnya mengambil inisiatif termasuk perusahan seperti OTRS (open source), SugarCRM, Zendesk atau Atlassian dari 17 perusahan yang sampai hari ini telah terdaftar. Yang masih didambakan untuk turut berkiprah di kelompok Networkedhelpdesk.org adalah perusahan yang menggeluti bidang-bidang terkait lainnya, seperti perusahan software di lingkungan IT Service Management (ITSM), Bug Tracker, Knowledgedatabase, Customer Relation Management (CRM), dan juga pemasok software pemantau jaringan.

"Help Desk dan produk ITSM seperti OTRS tidak dapat dipandang sebagai solusi bisnis terisolasi," kata Paul Salazar, boss dari perusahan software berbasis open source OTRS dalam siaran pers berkaitan dengan berdirinya NetworkedHelpDesk.org. "Yang diinginkan pengguna produk kami adalah Integrasi, dan dalam hal ini NetworkedHelpDesk.org akan dengan mudah menyambungkan OTRS ke platform bisnis lainnya".

Rabu, 10 November 2010

OpenERP: Solusi Bisnis Berbasis Open Source

Diantara pengembang software bisnis berbasis Open Source, OpenERP saat ini termasuk kelompok langka dalam strategi penerapan lisensi bebas. Sementara proyek open source untuk bisnis yang lain umumnya membedakan fitur atau bagian software yang diunduh bebas (open core) dan yang berbayar (ekstra add-on, plugins dst.), OpenERP tidak membedakan jenis software, baik yang disediakan untuk perusahan yang berlangganan layanan dukungan, solusi host (SaaS) atau bagi yang sekedar memanfaatkan software bebas tanpa dukungan yang semuanya disediakan untuk diunduh. OpenERP tidak memiliki edisi software khusus yang acapkali disebut sebagai Enterprise Edition.

Perusahan dibalik proyek OpenERP asal Belgia yang berdiri sejak lima tahun lalu dengan kantor cabang di San Jose, USA dibuka bulan Oktober lalu, menawarkan produk dalam bentuk layanan yang mencakup semua urusan ERP dengan modul-modul termasuk CRM, pembelian (purchasing), pengelolaan gudang (warehouse management), produksi (manufacturing), pengelolaan proyek (project management), pembukuan (accounting) dan sumberdaya manusia (human resource). Modul-modul yang dikembangkan OpenERP dapat diimplementasikan secara individu dan memungkinkan perusahan untuk pengembangan ERP secara bertahap mulai dari nol sampai nantinya menjadi sebuah solusi ERP terintegrasi penuh (fully integrated ERP solution).

Baca selebihnya ...