Untuk memastikan agar pengguna Cloud aman dalam berbagi data, Komisi Uni Eropa (European Commission, EC) telah meluncurkan proyek Coco Cloud. Proyek Coco Cloud didanai oleh Komisi Eropa dan bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja yang efisien dan fleksibel untuk transaksi "rahasia dan komplian" (confidential and compliant atau Coco) di awan.
Konsorsium yang bekerja untuk proyek Coco, sementara ini dipimpin oleh anak perusahan HP Italia dan didukung antara lain oleh partisipasi dari SAP, Universitas Oslo dan Atos. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan praktek terbaik (best practice) dalam berbagi dan pengolahan data di awan, terutama dalam kaitannya dengan perjanjian (kontrak) antara penyedia layanan cloud (awan) dan konsumen, dimana dipastikan adanya pendekatan pada "kepatuhan secara desain" (compliance by design) pada praktek menggunakan platform berbasis cloud.
Konsorsium juga diharapkan dapat memberikan solusi end-to-end yang menjembatani antara lumbung data (repository) dan perangkat milik pengguna, baik yang bergerak (mobile) maupun tetap (fixed). Baik dalam penyimpanan, berbagi maupun dalam mengakses data dengan aturan yang ditetapkan oleh masing-masing pengguna, dan dilakukan dengan cara yang aman.
Program ini berhasil mendapatkan perhatian yang serius, hanya beberapa minggu setelah Parlemen Uni Eropa menentukan draft akhir untuk mengadopsi kebijakan pada reformasi perlindungan data, yang telah diluncurkan Komisi Eropa berupa peraturan tunggal perlindungan data yang berlaku di semua negara anggota Uni Eropa.
Untuk mempermudah penyampaian layanan dengan risiko operasional yang rendah, disamping mengoptimalkan beban kerja lintas semua penyedia layanan komputasi awan, dikutip dari siaran pers yang disebarluaskan pihak HP akhir Maret 2014 lalu, kerangka Coco Cloud akan mengadopsi HP CloudOS yang berlandasan pada teknologi sumber terbuka OpenStack® dan diklaim dapat diselenggarakan secara fleksibel, terbuka dan aman.
Gambar: Member Konsorsium Coco Cloud
Tampilkan postingan dengan label HP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HP. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 April 2014
Selasa, 04 September 2012
Ajang Acara Red Hat Forum 2012 di Jakarta
Bermitra dengan vendor HP dan Symantec, Red Hat menggelar forum diskusi
dan informasi seputar komputasi awan. Ajang acara yang berlangsung hari
Selasa minggu ini di Hotel Shangrilla menyampaikan informasi bagi yang
merencanakan migrasi infrastruktur TI dan aplikasi mereka ke awan
(Cloud), sementara tetap mengamankan investasi yang ada.
Topik utama yang dibahas di forum Red Hat ini mengungkapkan upaya peningkatan nilai bisnis di era baru TI dengan strategi yang mengadopsi awan hibrida (hybrid clouds) disamping memberdayakan platform, virtualisasi, Middleware dan storage.
Ajang acara Red Hat Forum 2012 di Jakarta diawali dengan sambutan oleh Mr. Dirk-Peter van Leeuwen, Vice President and General Manager, Red Hat Asia-Pacific, yang mengatisipasi kecenderungan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik. Untuk itu, Mr. van Leeuwen menjanjikan dukungan dan komitmen pihak Red Hat sepenuhnya terhadap pasar dan pelanggan di Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan Keynote yang pada dasarnya mengajak peserta membangun awan hibrida: 'Build Your Open Hybrid Cloud Today' dibawakan oleh Mr. Damien Wong - General Manager, Red Hat ASEAN.
Red Hat meyakini bahwa komputasi awan (Cloud computing) bukanlah sebuah revolusi melainkan evolusi dan perusahan dapat menentukan kapan saja memulai perjalannya menuju ke awan. Untuk itu Red Hat senantiasa akan menyediakan solusi yang cocok untuk masing-masing pelanggannya.
Mr. Damien mengutip peringatan yang pernah (2010) disampaikan oleh CEO Red Hat: James Whitehurst yang menyebutkan bahwa sebuah arsitektur Cloud harus menjamin aplikasi-aplikasi dapat dipindahkan kemana saja setiap saat, atau bila tidak maka ia bisa menjadi biang dari semua ketergantungan (the mother of all lock-ins). Agar hal tersebut dapat dihindarkan maka, - Red Hat yang mengaku sejak awal tetap berkomitmen terhadap Open Source, - telah menetapkan pilihannya untuk mengadopsi konsep hibrida sebagai sebuah 'Open Hybrid Cloud', dan mengajak pelanggannya berangkat ke awan sambil memberdayakan investasi infrastruktur TI yang ada.
Sekali lagi Mr. Damien Wong tampil sebagai moderator dalam acara 'Red Hat Forum Panel Discussion' yang bertemakan: 'Accelerate Business Results With Hybrid Cloud', menghadirkan prinsipal Mr. Erik Van Der Wurff - HP Principal Consultant Data Center Transformation and Cloud, APJ Region dan Mr. Michael Sladin - Director, Global Strategic Partners (Asia Pacific & Japan) Symantec Corporation berikut dua klien yang mewakili perusahan Plaza Indonesia dan Telkomsel.
Akhir dari sesi pertama diisi dengan acara 'The Quest For The Cloud' yang dibawakan oleh kedua prinsipal Mr. Erik Van Der Wurff dari HP dan Mr. Michael Sladin dari Symantec yang secara komprehensif menjelaskan produk mereka yang menjadi bagian dari dukungan untuk komputasi awan.
Setelah rehat, acara dibagi menjadi dua sesi yang masing-masing membahas 'Building An Intelligent and Integrated Enterprise with Red Hat', sementara sesi kedua membahas dua topik yaitu 'Mission Critical Server Redefined: The UNIX Killer' dibawakan oleh wakil dari Fujitsu dan 'Getting the Best Out of Red Hat Enterprise Linux in Your Cloud Environment'.
Topik utama yang dibahas di forum Red Hat ini mengungkapkan upaya peningkatan nilai bisnis di era baru TI dengan strategi yang mengadopsi awan hibrida (hybrid clouds) disamping memberdayakan platform, virtualisasi, Middleware dan storage.
Ajang acara Red Hat Forum 2012 di Jakarta diawali dengan sambutan oleh Mr. Dirk-Peter van Leeuwen, Vice President and General Manager, Red Hat Asia-Pacific, yang mengatisipasi kecenderungan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik. Untuk itu, Mr. van Leeuwen menjanjikan dukungan dan komitmen pihak Red Hat sepenuhnya terhadap pasar dan pelanggan di Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan Keynote yang pada dasarnya mengajak peserta membangun awan hibrida: 'Build Your Open Hybrid Cloud Today' dibawakan oleh Mr. Damien Wong - General Manager, Red Hat ASEAN.
Red Hat meyakini bahwa komputasi awan (Cloud computing) bukanlah sebuah revolusi melainkan evolusi dan perusahan dapat menentukan kapan saja memulai perjalannya menuju ke awan. Untuk itu Red Hat senantiasa akan menyediakan solusi yang cocok untuk masing-masing pelanggannya.
Mr. Damien mengutip peringatan yang pernah (2010) disampaikan oleh CEO Red Hat: James Whitehurst yang menyebutkan bahwa sebuah arsitektur Cloud harus menjamin aplikasi-aplikasi dapat dipindahkan kemana saja setiap saat, atau bila tidak maka ia bisa menjadi biang dari semua ketergantungan (the mother of all lock-ins). Agar hal tersebut dapat dihindarkan maka, - Red Hat yang mengaku sejak awal tetap berkomitmen terhadap Open Source, - telah menetapkan pilihannya untuk mengadopsi konsep hibrida sebagai sebuah 'Open Hybrid Cloud', dan mengajak pelanggannya berangkat ke awan sambil memberdayakan investasi infrastruktur TI yang ada.
Sekali lagi Mr. Damien Wong tampil sebagai moderator dalam acara 'Red Hat Forum Panel Discussion' yang bertemakan: 'Accelerate Business Results With Hybrid Cloud', menghadirkan prinsipal Mr. Erik Van Der Wurff - HP Principal Consultant Data Center Transformation and Cloud, APJ Region dan Mr. Michael Sladin - Director, Global Strategic Partners (Asia Pacific & Japan) Symantec Corporation berikut dua klien yang mewakili perusahan Plaza Indonesia dan Telkomsel.
Akhir dari sesi pertama diisi dengan acara 'The Quest For The Cloud' yang dibawakan oleh kedua prinsipal Mr. Erik Van Der Wurff dari HP dan Mr. Michael Sladin dari Symantec yang secara komprehensif menjelaskan produk mereka yang menjadi bagian dari dukungan untuk komputasi awan.
Setelah rehat, acara dibagi menjadi dua sesi yang masing-masing membahas 'Building An Intelligent and Integrated Enterprise with Red Hat', sementara sesi kedua membahas dua topik yaitu 'Mission Critical Server Redefined: The UNIX Killer' dibawakan oleh wakil dari Fujitsu dan 'Getting the Best Out of Red Hat Enterprise Linux in Your Cloud Environment'.
Langganan:
Postingan (Atom)





