Apache Software Foundation (ASF) baru-baru ini merilis versi 3 dari Apache Traffic Server. Solusi Traffic Server ini, tidak lain adalah sebuah Proxy-Server, yang bertugas melakukan penyimpanan sementara atau caching terhadap konten agar penyampaiannya bisa lebih cepat, dan sekaligus memangkas beban dari server yang dilayani.
Apache Traffic Server tepatnya merupakan HTTP/1.1 Caching-Proxy-Server, memiliki keunggulan pada latency yang minimal disamping dukungan untuk SMP yang terukur. Kecuali itu, solusi ini menyediakan Plugin-API, disamping mendukung pengelola untuk sesi dan manajemen konfigurasi, otentikasi, routing dan load balancing.
Proyek Apache Traffic Server dihibahkan oleh Yahoo kepada ASF pada tahun 2009, sebelumnya diperoleh dari akuisisi terhadap perusahan Inktomi. Yahoo juga telah menggunakannya selama lebih dari sepuluh tahun, dimana Apache Traffic Server telah bertanggung jawab atas pengiriman konten untuk para pengunjung situs Yahoo. Berdasarkan data yang diperoleh dari ASF, Traffic Server yang digunakan di Yahoo memroses saat ini lebih dari 400 TB data.
Pembaruan-pembaruan terpenting di versi 3.0 antara lain adalah dukungan untuk sistem dengan arsitektur 64-Bit dan IPv6. Disamping Linux, platform yang didukung secara resmi adalah FreeBSD, Mac OS X dan Solaris. Kecuali itu, Apache Traffic Server 3 juga mendukung Web Cache Communication Protocol (WCCP). Algotritma RAM-Caching juga telah ditingkatkan. Pengembangnya mengklaim bahwa perbaikan di rilis ini tidak hanya pada peningkatan kecepatan, namun juga dalam hal pengelolaan memori yang lebih baik. ASF juga menyebutkan peningkatan "throughput" hampir tiga kali lipat disamping menurunkan faktor latency. Menurut data yang diperoleh dari hasil sebuah Benchmarks menyebutkan, bahwa kemampuan server dalam penyampaian paket-paket kecil yang langsung dikirim dari RAM menggunakan sebuah server High-End, ternyata bisa melayani sampai 220.000 permintaan per detik.
Pembaruan lainnya dirinci di ASF-Blog, dan selama pengembangan versi 3.0, telah diluruskan sekitar 380 kekeliruan yang dirinci di daftar Change-Log. Paket software Apache Traffic Server 3.0.0 telah tersedia bebas di situs resminya untuk diunduh.
Tampilkan postingan dengan label Server. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Server. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Juni 2011
Rabu, 13 April 2011
Nginx 1.0.0: Server-Web Gerak Cepat dan Hemat Sumberdaya
Nginx, diucapkan seperti "Engine X", adalah server untuk HTTP dan Reverse-Proxy, seperti juga digunakan sebagai server Mail-Proxy yang jumlah penggemarnya terutama di Rusia, sejak beberapa tahun terakhir menanjak. Dari negara yang sama juga berasal perancang Nginx, Igor Sysoev yang telah memulai pengembangannya sejak tahun 2002. Rilis pertama Nginx 0.1.0 tersedia pada tanggal 4 Oktober 2004 dan pada tanggal 12 April 2011 baru lalu diluncurkan versi final pertama Nginx 1.0.0.
Berdasarkan pantauan aktifitas di Internet yang dilakukan oleh Netcraft, tercatat di bulan Maret 2011 sekitar 23,4 juta situs yang dijalankan menggunakan Nginx. Dengan demikian software Open-Source ini mengantongi pangsa pasar sekitar 7,5 persen dan menempatkan Nginx sebagai nomor tiga setelah Apache (61,13 %) dan Microsoft IIS (18,83 %). Diantara situs kelas kakap yang ditenagai Nginx adalah Wordpress.com, Github dan Sourceforge.
Nginx diakui bekerja cepat, stabil dan efisien menggunakan sumberdaya dan dirancang untuk menangani banyak koneksi bersamaan. Berbeda dengan server tradisional, Nginx tidak bergantung pada 'threads' untuk menangani permintaan. Untuk itu Nginx menggunakan arsitektur yang digerakkan berdasarkan event yang diklaim lebih skalabel. Arsitektur ini ternyata pada saat dibebani hanya memerlukan sedikit memori dan menurut pengembangnya dalam jumlah yang bisa diprediksi. Misalnya untuk mempertahankan 10.000 koneksi HTTP inaktif menggunakan Keep-Alive diperlukan memori hanya 2,5 MByte.
Nginx mendukung fungsi-fungsi dasar, namun juga Load-Balancing untuk meningkatkan kehandalannya. FastCGI misalnya menggunakan bahasa skript dinamis seperti PHP dapat digabungkan dan fungsi lain untuk Nginx dapat ditambahkan dalam bentuk modul. Sebagai contoh telah tersedia modul Filter untuk Gzip, Byte Ranges, Chunked Responses, XSLT, SSI dan lainnya. Nginx juga disebutkan mendukung fitur SSL und TLS. Lebih rinci dibahas di situs wikinya Nginx.
Fitur-fitur lain dari Nginx antara lain adalah dukungan untuk server virtual berbasis nama dan alamat IP, Keep-Alive, Pipelined-Connections, limitasi untuk Bandwidth dan FLV-Streaming. Semua konfigurasi dapat dilakukan sambil jalan tanpa perlu menghentikan mesin Nginx. Nginx yang lintas platform, tersedia untuk dijalankan di sistem operasi FreeBSD, Linux, Solaris, Mac OS X dan Windows XP / Server 2003. Nginx merupakan sebuah proyek open source yang mengadopsi lisensi BSD.
Berdasarkan pantauan aktifitas di Internet yang dilakukan oleh Netcraft, tercatat di bulan Maret 2011 sekitar 23,4 juta situs yang dijalankan menggunakan Nginx. Dengan demikian software Open-Source ini mengantongi pangsa pasar sekitar 7,5 persen dan menempatkan Nginx sebagai nomor tiga setelah Apache (61,13 %) dan Microsoft IIS (18,83 %). Diantara situs kelas kakap yang ditenagai Nginx adalah Wordpress.com, Github dan Sourceforge.
Nginx diakui bekerja cepat, stabil dan efisien menggunakan sumberdaya dan dirancang untuk menangani banyak koneksi bersamaan. Berbeda dengan server tradisional, Nginx tidak bergantung pada 'threads' untuk menangani permintaan. Untuk itu Nginx menggunakan arsitektur yang digerakkan berdasarkan event yang diklaim lebih skalabel. Arsitektur ini ternyata pada saat dibebani hanya memerlukan sedikit memori dan menurut pengembangnya dalam jumlah yang bisa diprediksi. Misalnya untuk mempertahankan 10.000 koneksi HTTP inaktif menggunakan Keep-Alive diperlukan memori hanya 2,5 MByte.
Nginx mendukung fungsi-fungsi dasar, namun juga Load-Balancing untuk meningkatkan kehandalannya. FastCGI misalnya menggunakan bahasa skript dinamis seperti PHP dapat digabungkan dan fungsi lain untuk Nginx dapat ditambahkan dalam bentuk modul. Sebagai contoh telah tersedia modul Filter untuk Gzip, Byte Ranges, Chunked Responses, XSLT, SSI dan lainnya. Nginx juga disebutkan mendukung fitur SSL und TLS. Lebih rinci dibahas di situs wikinya Nginx.
Fitur-fitur lain dari Nginx antara lain adalah dukungan untuk server virtual berbasis nama dan alamat IP, Keep-Alive, Pipelined-Connections, limitasi untuk Bandwidth dan FLV-Streaming. Semua konfigurasi dapat dilakukan sambil jalan tanpa perlu menghentikan mesin Nginx. Nginx yang lintas platform, tersedia untuk dijalankan di sistem operasi FreeBSD, Linux, Solaris, Mac OS X dan Windows XP / Server 2003. Nginx merupakan sebuah proyek open source yang mengadopsi lisensi BSD.
Rabu, 08 Desember 2010
Superb Mini Server 1.5.4 Gunakan Kernel 2.6.35.7
SMS atau Superb Mini Server adalah distribusi server kecil tanpa GUI luncurkan versi 1.5.4 yang membawa sejumlah pembaruan termasuk Kernel dan Glibc.
Server mini SMS 1.5.4 dibangun berdasarkan versi aktual Slackware 13.1 menggunakan versi Kernel 2.6.35.7 dan Glibc 2.12.1. Sejumlah paket aplikasi yang dikemas SMS 1.5.4 antara lain gdk-pixbuf2, ca-certificates, slacktrack, libmpc, libnl, libelf dan mcelog.
Edisi SMS yang mendukung arsitektur 64-Bit untuk pertamakalinya menyertakan paket aplikasi Asterisk, Util-linux-ng yang mendukung PAM dan Postfix dengan Vda-Patch.
Bila diinginkan, SMS menyediakan juga paket antarmuka grafis KDE atau XFCE di extra Addon-CD. Pembaruan lebih rinci dapat disimak di dokumen SMS-Release-Note.
Server mini SMS 1.5.4 dibangun berdasarkan versi aktual Slackware 13.1 menggunakan versi Kernel 2.6.35.7 dan Glibc 2.12.1. Sejumlah paket aplikasi yang dikemas SMS 1.5.4 antara lain gdk-pixbuf2, ca-certificates, slacktrack, libmpc, libnl, libelf dan mcelog.
Edisi SMS yang mendukung arsitektur 64-Bit untuk pertamakalinya menyertakan paket aplikasi Asterisk, Util-linux-ng yang mendukung PAM dan Postfix dengan Vda-Patch.
Bila diinginkan, SMS menyediakan juga paket antarmuka grafis KDE atau XFCE di extra Addon-CD. Pembaruan lebih rinci dapat disimak di dokumen SMS-Release-Note.
Senin, 23 Agustus 2010
eBox-Platform Berubah Menjadi Zentyal
eBox Technologies pembuat dari dari SMB-Linuxservers eBox-Platform mengganti nama produk dan perusahan eBox-Technologies menjadi Zentyal.
Alasan yang diberikan Ignacio Correas, pendiri dan CEO dari eBox-Technologies adalah untuk meningkatkan presentasi dari produk menggunakan nama baru. Nama lama eBox menurutnya cenderung memberikan persepsi sebagai sebuah hardware. Zentyal diturunkan dari kata "Zen" yang memiliki karakter seperti intuisi, keseimbangan dan kata "Essential" yang merepresentasikan karakter dari produk.
Versi stabil eBox saat ini adalah versi 1.4-1 yang telah bersedar sejak bulan Pebruari 2010. Versi stabil berikutnya adalah Zentyal 2.0 merupakan rilis utama yang menurut roadmap adalah berdasarkan Ubuntu 10.04 LTS dengan penambahan sejumlah fitur baru seperti installer grafis baru dan webbrowser dengan protokol https yang aman. eBox telah merilis versi 1.5 dan 1.5.1 merupakan versi ujicoba untuk menyempurnakan Zentyal 2.0.
Alasan yang diberikan Ignacio Correas, pendiri dan CEO dari eBox-Technologies adalah untuk meningkatkan presentasi dari produk menggunakan nama baru. Nama lama eBox menurutnya cenderung memberikan persepsi sebagai sebuah hardware. Zentyal diturunkan dari kata "Zen" yang memiliki karakter seperti intuisi, keseimbangan dan kata "Essential" yang merepresentasikan karakter dari produk.
Versi stabil eBox saat ini adalah versi 1.4-1 yang telah bersedar sejak bulan Pebruari 2010. Versi stabil berikutnya adalah Zentyal 2.0 merupakan rilis utama yang menurut roadmap adalah berdasarkan Ubuntu 10.04 LTS dengan penambahan sejumlah fitur baru seperti installer grafis baru dan webbrowser dengan protokol https yang aman. eBox telah merilis versi 1.5 dan 1.5.1 merupakan versi ujicoba untuk menyempurnakan Zentyal 2.0.
Tentang Zentyal Zentyal bertujuan untuk menyediakan jaringan komputer skala enterprise yang terjangkau dan mudah digunakan untuk usaha kecil dan menengah dengan mempertinbangkan aspek kehandalan dan keamanan, sekaligus memangkas biaya investasi dan pemeliharaan. Pengembangan Zentyal dimulai pada awal 2004 dikenal dengan nama eBox-Platform, memanfaatkan distribusi Linux Ubuntu Server sebagai basis, merupakan sistem alternatif open source terhadap Windows Small Business Server. Mulai September 2010 nama perusahan eBox-Technologies dirubah menjadi Zentyal.
Selasa, 27 Juli 2010
eBox Platform 1.5 Gunakan Ubuntu 10.04 LTS
Versi 1.5 dari server instan eBox Platform berdasarkan distro Ubuntu kini telah rilis dibangun menggunakan versi Ubuntu 10.04 LTS (Lucid Lynx). eBox Platform 1.5 diterbitkan sebagai ujicoba atau merupakan versi pengembangan (beta) untuk generasi baru yang akan diluncurkan sebagai eBox Platform 2.0.
Cikalbakal eBox Platform 2.0 yang kini bisa dicoba sebagai eBox Platform 1.5 telah memiliki sejumlah fitur baru antara lain: Peningkatan pada sistem penglolaan software yang memberi kemudahan saat instalasi, update atau menhapus paket software; Wizard untuk Autoconfiguration; Bridged network interfaces; Kinerja logs lebih baik; Dukungan untuk HTTPS; Modul FTP baru dan lainnya.
Cikalbakal eBox Platform 2.0 yang kini bisa dicoba sebagai eBox Platform 1.5 telah memiliki sejumlah fitur baru antara lain: Peningkatan pada sistem penglolaan software yang memberi kemudahan saat instalasi, update atau menhapus paket software; Wizard untuk Autoconfiguration; Bridged network interfaces; Kinerja logs lebih baik; Dukungan untuk HTTPS; Modul FTP baru dan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




