Senin, 04 Oktober 2010

25 Tahun Perjuangan Free Software Foundation

Idea yang memberikan kebebasan kepada pengguna komputer agar bisa melakukan apa saja terhadap komputer miliknya dan dilindungi lisensi adalah berkat keberadaan Free Software Foundation. Sejak dua puluh lima tahun perjuangan FSF, yayasan nirlaba ini tumbuh mengayomi gerakan software bebas dan tidak hanya menuai teman semata.

Richard Stallman mendirikan Free Software Foundation pada tanggal  4 Oktober 1985 untuk mendukung pembiayaan, - pada saat itu, - proyek sumber terbuka GNU (GNUs not Unix). Dalam perjalanan FSF, organisasi ini telah membidani tiga lisensi utama untuk memberikan perlindungan terhadap software bebas, yaitu GPL yang sejak bulan Juni 2007 lalu telah tersedia dalam versi 3. Disamping itu ada lisensi LGPL (GNU Lesser General Public License) dan AGPL (GNU Affero General Public License) yang berasal dari FSF.

Untuk melindungi dokumentasi, FSF menerbitkan GNU Free Documentation License (GFDL). Semua lisensi besutan FSF acapkali dikenal dengan julukan Copyleft yang menjamin pemanfaatan dan penyebarluasan tanpa batas, terutama untuk memberi jaminan terhadap hak melakukan perubahan dan perbaikan. Copyleft dilindungi oleh Copyright agar hak kendali tidak diambil-alih oleh pihak ketiga.

Baca selebihnya ...

Minggu, 03 Oktober 2010

Maverick Meerkat: Menyongsong "The Perfect 10"

Sepuluh hari sebelum rencana peluncuran Ubuntu 10.10, versi ujicoba terakhir dirilis pada tanggal 30 September lalu. Pada prinsipnya versi release candidate nyaris final dan tidak lagi banyak perubahan diharapkan saat versi final diluncurkan. Dari percobaan awal (Acer Netbook) menggunakan Ubuntu 10.10 RC ini, sama sekali tidak menemukan masalah, booting cepat, dengan mudah disambungkan ke jaringan nirkabel (WLAN) dan tanpa masalah dicantolkan ke internet 3G.

Rilis final Maverick Meerkat yang sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 28 Oktober, namun berkat progres pengembangannya yang cukup baik, dan agar rilis Ubuntu 10.10 "the perfect 10" ini lebih sempurna lagi, ditetapkan peluncurannya tepat pada tanggal 10 bulan 10 tahun duaribu 10 jam 10 pada menit ke 10 waktu setempat.



Ubuntu 10.10 RC menyertakan versi terkini desktop GNOME 2.32.0, memperbaharui paket kernel Linux 2.6.35-22.23, dengan basis versi kernel Linux 2.6.35.3.

Shotwell kali ini dijadikan image viewer dan editor secara default menggantikan F-Spot. Gwibber mendapatkan dukungan untuk sistem atentifikasi sistem Twitter yang baru, dan banyak perbaikan lainnya yang dirinci disini.

Aplet untuk Sound Indicator telah menerima perbaikan signifikan dengan penyertaan kontrol untuk music player. Kecuali itu perbaikan banyak dilakukan untuk fitur-fitur seperti Ubuntu Software Center dan layanan Ubuntu One.

Baca selebihnya ...

Sabtu, 02 Oktober 2010

Sintel: Film Animasi Open Source Layar Lebar

Sintel adalah film animasi layar lebar sumber terbuka nomor tiga dari proyek Blender setelah proyek film "Elephant's Dream (Orange)" dan "Big Buck Bunny (Peach)". Awalnya proyek yang dibuat menggunakan Blender ini dikembangkan secara kolektif dengan nama kode "Durian", namun setelah rampung dirilis dengan titel "Sintel". Gala Premier film Sintel pada tanggal 27 September 2010 lalu berlangsung di ajang acara Netherland Filmfestival ke 30 di Utrecht.

Film yang berdurasi 14 menit dan 48 detik ini mengisahkan seorang gadis bernama Sintel yang berteman dengan seekor anak Dragon yang diculik Dragon besar. Film animasi menggambarkan petualangan Sintel mencari temannya untuk dibebaskan.

Tim film Sintel (Durian) terdiri dari sebelas artis dan tiga pengembang yang diberikan target untuk membuat film cerita pendek epik dengan penuh emosi dan aksi yang diperankan oleh seorang gadis sebagai figur utama. Sebagai target teknis adalah resolusi yang tinggi, menggunakan efek-efek api, asap dan eksplosion seperti juga komposisi bebas yang tidak bergantung pada resolusi.

Sebagai perkakas utama dalam pembuatan film layar lebar resolusi tinggi (4k Digital Cinema = 4.096 x 2.160 Pixel) digunakan program animasi 3D-Blender dan aplikasi open source lainnya seperti Gimp, Inkscape, Krita dan Mypaint.

Baca selebihnya ...


Jumat, 01 Oktober 2010

Sabayon Linux 5.4 Telah Rilis

Sabayon Linux yang dibangun berdasarkan distro Gentoo Linux meluncurkan versi 5.4 yang dioptimalkan untuk Desktops menggunakan Kernel Linux 2.6.35. Di lumbung repositorinya juga disediakan Kernel yang dioptimalkan untuk server.

Berbeda dengan Gentoo Linux yang langsung dikompilasi dari kode sumbernya saat instalasi yang memakan waktu cukup lama, Sabayon Linux dapat diinstalasi dalam waktu singkat. Menurut pengembangnya, instalasi Sabayon Linux 5.4 dapat dituntaskan tidak lebih dari sepuluh menit. Media instalasi Sabayon 5.4 menyediakan pilihan lingkungan Desktop baik GNOME 2.30 atau KDE 4.5.1. Sebagai sistem berkas standar digunakan Ext4, disamping mendukung Btrfs.

Sebagai pengelola paket software disediakan Entropy-Framework baru yang dapat memasang paket binari di komputernya dengan cepat. Sebagai alternatif juga masih tersedia sistem Portage, yang mampu mengkompilasi program dan dioptimalkan dengan hardware.

Paket lain yang disertakan termasuk X.Org 7.5 dan OpenOffice.org 3.2, kemudian Media-Center XBMC sebagai aplikasi multimedia dan Game demo World of Goo sebagai pengisi kegiatan saat jeda. Sekitar 1.000 paket aplikasi telah diaktualisasi dan 100 kekliruan telah diluruskan sejak versi 5.3 terakhir.

Kebutuhan hardware minimal untuk Sabayon 5.4 adalah prosesor i686-kompatibel, 512 MB RAM dan 8 GB spasi harddisk. Media diterbitkan baik untuk arsitektur 32 maupun 64-Bit.

Sertifikasi Ubuntu Untuk Server Dell

Dell bersama Canonical telah mensertifikasikan beberapa tipe Server dari seri Poweredge untuk menjalankan sistem operasi Ubuntu Server Edition. Dell tidak langsung menginstalasi Ubuntu dari pabrik pada komputer yang akan dijual, namun Canonical menyediakan layanan support untuk pelanggan Dell yang nantinya menggunakan Ubuntu.

Untuk tipe server yang disertifikasikan Dell menyarankan kepada pelanggannya agar memanfaatkan layanan kontrak support ditawarkan Canonical yang hampir semuanya menggunakan versi Ubuntu 10.04 dengan dukungan sampai dengan 2014.

Untuk mengelola server, Dell menyediakan software Openmanage 6.3 yang berkat bantuan Canonical telah tersedia untuk Linux dan khusus untuk mengelola versi Ubuntu 9.04 sampai 10.04.