Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Marvell, diungkapkan bahwa tablet proyek OLPC
baru XO-3 banyak menggunakan teknologi yang telah dipakai untuk netbook
OLPC versi XO-1.75. Diantaranya adalah prosesor tipe ARMADA PXA618 SOC
dan modul Marvell Avastar Wi-Fi. Batere (aki) yang ditanamkan di tablet
XO-3 (ukuran layar 8 inci, total 194 mm x 160 mm x 13,3 mm berbobot 500
g) tersebut dapat diisi (charge) dengan banyak cara, termasuk via stop
kontak, panel solar, dinamo engkol dan dari sumber alternatif lainnya.
Disamping layar standar, tersedia versi dengan layar PixelQi
yang dapat dijalankan baik dengan modus LCD atau E-Paper sehingga
penggunaan langsung dibawah terik sinar matahari masih dapat dilakukan
dengan baik. Ukuran memori yang ditanamkan di tablet XO-3 disebutkan RAM
sebesar 512 MB atau 1 GB dan memori untuk penyimpanan data antara 4 GB
dan 16 GB berupa memori tipe NAND-Flash.
Perlengkapan lainnya
termasuk konektor untuk Audio, sebuah port USB-2.0, sebuah port
MicroUSB-2.0, Webcam, sebuah sensor percepatan (akselerasi) dan sebuah
sensor cahaya. Sebagai sistem operasi ditawarkan Android atau Linux.
Tablet XO-3 yang saat siap untuk diproduksi dijanjikan telah tersedia
pertengahan tahun 2012 dan diharapkan harganya tidak lebih mahal dari
pagu 100 US Dollar.
Netbook XO-1.75
merupakan versi aktual dan mulai bulan Maret akan dibagikan untuk anak
sekolahan di Uruguay dan Nicaragua. Mesin untuk netbook ini menggunakan
prosesor ARMADA PXA618 SOC dengan kecepatan 800 MHz. Modul WiFi Avastar
88W8787 terpasang mendukung WLAN 802.11n, BlueTooth 3.0 dan bisa
difungsikan sebagai penerima sinyal radio. Besaran memori yang
ditanamkan dapat dipilih antara 512 MB atau 1 GB. Layar berukuran 7,5
inci yang digunakan netbook XO-1.75 ini dapat meragakan video 1080p
sampai dengan 30fps. Netbook XO-1,75 berukuran 245 mm x 230 mm x 30,5 mm
dengan bobot sekitar 1,4 kg. Disamping untuk kartu SD dan MicroSD,
XO-1,75 juga dilengkapi dengan Webcam, konektor untuk Audio, sensor
percepatan (akselerasi) dan sebuah sensor cahaya, seperti juga tiga
ports USB-2.0.
SMILE Plug: Awan di Ruang Kelas
Bersama dengan tablet XO-3, vendor perangkat Marvell di ajang CES 2012 (Las Vegas) juga memamerkan
sebuah perangkat munggil SMILE Plug yang dapat digunakan, disamping
sebagai WLAN-Access-Points (Hotspot) di kelas, juga sebagai Micro Cloud
dengan aplikasi pembelajaran yang dikembangkan Universitas Stanford
berupa Stanford-Mobile-Inquiry-Based-Learning-Environment-Programms (SMILE).
Perangkat kecil ini dapat melayani sampai dengan 60 anak sekolahan dan
guru. Kecuali itu juga tersedia kerangka kerja (framework) JavaScript
Node.js dan sebagai sistem operasi untuk SMILE Plug digunakan Arch-Linux
yang dapat dikendalikan via Management Software Plugmin buatan Marvell.
Berdasarkan dokumentasi (PDF 2 halaman),
SMILE Plug menggunakan prosesor SoC tipe Armada 300 dengan kecepatan
antara 1,6 dan 2 GHz. Perangkat ini memiliki dua konektor
Gigabit-Ethernet, ports PCIe, USB-2.0 dan SATA-2.0. Sebagai WLAN-SoC
digunakan Avastar 88W8764
untuk WiFi yang mampu memancarkan pita 2,4 atau 5-GHz sesuai dengan
spesifikasi IEEE 802.11a/bg/n. Untuk mengantisipasi kemungkinan putusnya
suplai listrik (PLN), didalam kotak SMILE Plug juga telah terpasang aki
tipe Lithium-Ion.
Segala Tentang Open Source Adalah Segalanya
Arsip Blog
-
▼
2012
(10)
-
▼
Januari 2012
(7)
- Linux Mint: Cinnamon Akan Dijadikan Desktop Standa...
- Jajak Pendapat: Perusahan Menggunakan Linux Bertam...
- FreeBSD 9.0 Didedikasikan untuk Dennis Ritchie
- XO-3: Tablet Anak Sekolahan Dirilis
- UbuntuTV: TV for Human Beings
- Majalah InfoLINUX 2012 Januari
- CentOS dan Klon RHEL Lainnya Samasama Terbitkan Ve...
-
▼
Januari 2012
(7)
-
►
2011
(165)
- ► Desember 2011 (7)
-
►
November 2011
(11)
- Majalah InfoLINUX 2011 Nopember
- VectorLinux 7.0 Gunakan XFCE 4.8
- Linux Mint 12 "Lisa": Desktop Linux Paling Banyak ...
- Meningkat: Partisipasi Perempuan Pada Proyek Open ...
- openSUSE 12.1 Hadirkan Pembaruan Di Semua Jajaran
- OSHW: Edisi Perdana Open Hardware Journal
- Fedora 16 Verne Telah Rilis
- Linux Mint 12 Ingin Salib Ubuntu
- Eclipse Rayakan Ultah Ke 10
- OpenBSD 5.0: "What Me Worry?"
- Linux Dari Nol: Linux From Scratch 7.0
-
►
Oktober 2011
(12)
- Majalah InfoLINUX 2011 Oktober
- Ubuntu 12.04 LTS: Precise Pangolin Harus Lebih Aku...
- Ubuntu: 15 Kali Sukses
- Oneiric Ocelot: Ubuntu 11.10 Siap Untuk Enterprise...
- Mengenang Penemu UNIX Dennis Ritchie
- KDE Luncurkan Plasma Active One
- Fedora 16 Beta Siap Diujicoba
- AAKASH: Tablet Android Paling Murah Sedunia
- Unbreakable Linux 2 Sertakan DTrace
- GNOME Galang Partisipasi Perempuan
- GNOME 3.2 Kelola Layanan Cloud Lebih Baik
- INAICTA 2011 Digital Expo
-
►
September 2011
(12)
- Majalah InfoLINUX 2011 September
- Satu Tahun LibreOffice
- OpenEyes: Open Source Kelola Klinik Mata
- Indonesia Gabung Kemitraan "Open Government"
- 20 Tahun Kehadiran Linux
- Dua Klon RHEL 5.7 Dirilis Bersamaan
- PostgreSQL 9.1 Telah Rilis
- IGOS Nusantara 2011 update 2
- Parlemen Italia Hemat Kertas Berkat Open Source
- x32-ABI: Aplikasi Linux 32-bit Lebih Cepat di 64-b...
- ► Agustus 2011 (12)
- ► April 2011 (21)
- ► Maret 2011 (13)
- ► Februari 2011 (9)
- ► Januari 2011 (10)
-
►
2010
(190)
- ► Desember 2010 (22)
- ► November 2010 (36)
- ► Oktober 2010 (32)
- ► September 2010 (13)
- ► Agustus 2010 (40)

