Tampilkan postingan dengan label Iosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iosa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2012

IOSA 2012: 7 Kategori Penghargaan FOSS

Rangkaian kegiatan Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012 telah berakhir, ditandai dengan penyerahan anugrah kepada 21 finalis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Hotel Bidakara Jakarta (4/7).

IOSA 2012 merupakan ajang tahunan yang memberikan penghargaan kepada instansi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota yang telah memulai pelaksanaan proses migrasi dan implementasi open source software (OSS) di instansinya masing-masing.

“OSS merupakan solusi bagi kita untuk menurunkan angka pembajakan dan penggunaan software ilegal,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.

Dewan juri IOSA 2012 terdiri atas beberapa juri dari komunitas dan pemerintah yang telah dikenal masyarakat, diantaranya Onno W. Purbo, Kalamullah Ramli, I Wayan Simri Wicaksana, Rusmanto Maryanto, dan lain-lain.
Pemenang kategori kompetisi pemerintah pusat, diraih Badan Pengelola Minyak Bumi dan Gas (BP MIGAS) sebagai juara pertama, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) juara kedua, dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) sebagai juara ketiga.

Kemudian kategori pemerintah provinsi, kabupaten, dan kabupaten, dimenangkan Pemerintah Kota Pekalongan Jawa Tengah sebagai juara pertama, Pemerintah Kabupaten Banyuasin Provinsi Kalimantan Selatan  juara kedua, dan Pemerintah Kabupaten Batang Jawa Tengah sebagai juara tiga.

Pada kategori sekolah tingkat atas, SMA IT Ummul Quro Bogor memenangkan juara pertama, diikuti SMA Muhammadiyah 1 Weleri Jawa Tengah, dan SMKIT Smart Informatika Surakarta Jawa Tengah sebagai juara tiga.

Sementara untuk kategori mahasiswa, Adityo Baharnoko dari Universitas Negeri Semarang merebut juara pertama, Fauzan Helmi dengan karya Kamus Nusantara juara kedua, dan Andre Pratama dengan karya alat prediksi banjir berbasis mikrokontroler dan website menempati juara tiga.

Berbeda dengan IOSA 2010 dan 2011 yang hanya memberikan penghargaan kepada institusi pemerintahan dan pendidikan menengah atas, IOSA 2012 menambah penghargaan untuk kategori baru kepada tokoh, komunitas dan wartawan, sehingga ada tujuh jenis penghargaan.

Menurut Ketua panitia IOSA 2012, I Made Wiryana, kategori baru ini merupakan pihak yang sangat penting di dalam perkembangan OSS. IOSA 2012 sendiri tidak hanya terfokus pada pencapaian teknis, tapi yang lebih penting adalah bagaimana cara mencapainya. “Apakah secara legal atau ilegal, secara cerdik atau tidak cerdik, dan apakah mandiri atau bergantung,” paparnya.

Di sela penganugerahan IOSA 2012 juga digelar talkshow bertema Synergy and Opportunity yang terbagi dalam dua sesi.  Sesi pertama membahas peran Free Open Source Software (FOSS) dalam membuka peluang usaha bagi enerpreneur Indonesia dengan narasumber Betti Alisjahbana,  (Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia) dan Anton Raharja (Pendiri dan Pengembang VoIP Rakyat). Sedangkan talkshow kedua membahas peran FOSS dalam pengembangan industri kreatif, dengan narasumber Hizkia Subiyantoro (Founder Blender Indonesia ORG) dan Harry Sufehmi  (Konsultan TI bidang OSS, Virtualisasi, HA+HP (high availability + high performance systems)).

IOSA 2012 didukung oleh BISKOM sebagai media partner. Sumber: Biskom.web.id

Jumat, 09 Desember 2011

IOSA 2011: Penghargaan Hemat Devisa dan Legal

Ajang acara tahunan sumber terbuka: Indonesia Open Source Award (IOSA) 2011 diselenggarakan guna memberikan apresiasi kepada instansi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota yang telah memelopori pelaksanaan proses migrasi dan mendayagunakan  open source software di lingkungan organisasinya masing-masing. Penghargaan tersebut diberikan melalui serangkaian penilaian dan pengamatan di berbagai instansi pemerintah mengenai sejauh mana tingkat pemanfaatan dan pengimplementasian open source software.

IOSA yang kali pertama diselenggarakan pada tahun 2010 merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. SE/01/03/M.PAN/2009 tentang “Penggunaan dan Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS)”. Selain memberikan penghargaan, ajang ini sekaligus memonitor pencapaian pelaksanaan migrasi dan implementasi OSS di masing-masing institusi pemerintah.

IOSA 2011 diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Universitas Gunadarma, dan Komunitas Open Source.

Bertempat di Ballroom Hotel Sahid, Jakarta, pada hari Kamis (8 Desember 2011) lalu, Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Ashwin Sasongko menganugerahkan Indonesia Open Source Awards (IOSA) 2011 kepada Badan pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai Juara pertama, Kementrian Kehutanan juara kedua dan Kemenpora sebagai juara ke tiga.

Penghargaan Utama Kementrian:

Penghargaan Khusus:
  • Bank Indonesia untuk Pengembangan Strategi Dan Implementasi Migrasi Server Berbasis OSS
  • LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) untuk Keberhasilan Mengatasi Hambatan Implementasi OSS Secara Inovatif
Penghargaan Utama Pemerintah Daerah:
  • Pemerintah Kota Pekalongan
  • Pemerintah Kab Jembrana
  • Pemerintah Kota Surabaya
Penghargaan Khusus:
  • Kota Balikpapan untuk Kemandirian Pengembangan Aplikasi OSS
  • Kabupaten Kebumen untuk  Pemanfaatan OSS Secara Maksimal Untuk Membangun Jaringan
  • Kabupaten Banyuasin untuk Program Pengembangan Kompetensi OSS
  • Kota Denpasar untuk Pemanfaatan Maksimal Aplikasi Berbasis OSS Untuk Layanan Publik
  • Kabupaten Lamongan untuk Pembangunan Komunitas OSS Mandiri
  • Kabupaten Batanghari untuk  Kecepatan Dalam Implementasi Awal OSS
  • Kabupaten Aceh Tengah: Keberhasilan Implementasi OSS Sampai Pelosok Desa
Penghargaan untuk kelompok lainnya diberikan kepada lembaga pendidikan formal setingkat SLTA, yaitu SMA, SMK, atau Madrasah Aliyah. Penghargaan utama secara  berurutan diraih oleh SMA Muhammadiyah I Waleri, Madrasah Aliyah Al Hikmah 2 Brebes, dan SMK TI Smart Informatika Surakarta. Penghargaan khusus diberikan kepada SMK PGRI 3 Malang, SMK Negeri Pasirian, SMA TI Ummul Quro Bogor, dan SMAN 39 Jakarta.

Kamis, 29 Juli 2010

Pemenang IOSA 2010 Diumumkan

Penyelenggara Indonesia Open Source Award (IOSA) 2010 telah mengumumkan hasil penilaian ajang pemberian penghargaan kepada instansi-instansi pemerintah, mulai dari tingkat pusat, provinsi, sampai dengan kabupaten/kota, bagi yang telah melaksanakan proses migrasi dan implementasi open source software di instansinya masing-masing. Rincian daftar instansi yang mendapatkan perhargaan telah disampaikan kepada DetikINET dan diumumkan di media yang sama.

IOSA 2010 adalah kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), serta Komunitas-komunitas Open Source.