Proyek Illumos ingin agar OpenSolaris 100 persen bebas dan open source sehingga tidak lagi bergantung pada Oracle. Proyek yang baru berumur satu hari ini diumumkan Garrett D'Amore dari Nexenta Systems yang telah lama mendambakan distribusi berdasarkan OpenSolaris dan ingin mendukung proyek Illumos sepenuh hati.
D'Amore menyadari bahwa OpenSolaris ternyata tidak sepenuhnya bebas, dan atas dasar itu pengembang Illumos sangat menginginkan adanya versi OpenSolaris yang sepenuhnya FOSS. Komponen yang masih proprietari adalah libc_i18n (merupa bagian dari pustaka C), NFS Lock Manager, bagian dari framework crypto dan sejumlah driver.
Illumos akan dibangun diatas OS/Net yang mengandung Kernel dan tools dekat dengan Kernel berasal dari Solaris atau OpenSolaris. Sistem operasi ini nantinya ditingkat binari seratus persen kompatibel dengan antarmuka pemrograman Solaris OS/Net. Semua komponen akan di-open-source-kan dan juga akan menerima kontribusi pihak lain dari komunitas yang acapkali tidak disetujui oleh OpenSolaris.
Kode pemrograman Illumos mengutama lisensi BSD atau MIT yang lebih bebas daripada GPL agar ia juga bisa dimanfaatkan untuk OpenSolaris. Proyek Illumos saat ini belum merupakan Fork atau perpecahan dari OpenSolaris, namun kemungkinan tidak tertutup bilamana keaadaan yang meminta.
Platform yang dikembangkan dipusatkan untuk x86 dan AMD-64 termasuk untuk VMWare dan VirtualBox. Versi untuk SPARC juga direncanakan, tapi tidak mudah karena belum semua komponen arsitektur Sparc terbuka dan untuk itu dibutuhkan upaya yang lebih berat.
Projek ini dipimpin langsung oleh Garret d'Amore yang telah memiliki pengalaman dengan Nexenta sebagai turunan OpenSolaris. Ia didukung oleh sejumlah pakar dan tokoh dari lingkungan Solaris antara lain Simon Phipps yang cukup lama menjadi duta open source di perusahan Sun, termasuk Bryan Cantrill mantan Co-Autor untuk DTrace. Oracle juga telah diundang untuk berpartisipasi, dan pendirinya tidak ingin berharap banyak atas dasar sikap tak acuh dari Oracle yang berkelanjutan tentang nasib OpenSolaris sejak beberapa bulan lalu.
Tampilkan postingan dengan label Sun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sun. Tampilkan semua postingan
Rabu, 04 Agustus 2010
Minggu, 01 Agustus 2010
Oracle Matikan Server Pengembang PostgreSQL
Salah satu alasan Komisi Uni Eropa yang akhirnya menyetujui akuisisi Oracle terhadap Sun adalah tersedianya alternatif bebas yang setara dengan MySQL yakni aplikasi database PostgreSQL. Berdasarkan catatan dari EnterpriseDB yang menyediakan perkakas migrasi tanpa biaya untuk membantu pengguna beralih dari MySQL ke PostgreSQL, telah terjadi lonjakan dari jumlah pengunduhan tools tersebut setelah Sun diambil alih oleh Oracle, dengan peningkatan yang disebutkan tidak kurang dari 60%.
Pengembang database PostgreSQL mengujicoba hasil pemrogramnnya menggunakan Build-Farm yang terdiri dari server berbagai platform seperti Linux, Unix, Windows, Solaris dan lainnya. Hasil build setiap versi baru PostgreSQL biasanya diunggah, dikompail, di-test dan hasilnya kemudian disampaikan ke server utama, semuanya berjalan secara otomatis.
Disamping digunakan sebagai alternatif untuk MySQL, ternyata PostgreSQL yang juga merupakan sebuah object-relational database management system (ORDBMS) bisa menjadi pesaing untuk produk buatan Oracle. Dikutip dari sebuah laporan, ditemukan bahwa di bulan Juli lalu Oracle tanpa pemberitahuan telah mematikan tiga server yang sebelumnya disediakan Sun untuk menguji coba PostgreSQL di lingkungan sistem operasi Solaris. Hasil penelusuran catatan membuktikan bahwa server yang seharusnya melaporkan hasil ternyata tidak hidup. Untungnya Dave Page, karyawan dari EnterpriseDB, perusahan yang menawarkan dukungan komersil untuk PostgreSQL mengetahui hal itu dan dengan gerak cepat bisa mendapatkan penggantinya.
Pengembang database PostgreSQL mengujicoba hasil pemrogramnnya menggunakan Build-Farm yang terdiri dari server berbagai platform seperti Linux, Unix, Windows, Solaris dan lainnya. Hasil build setiap versi baru PostgreSQL biasanya diunggah, dikompail, di-test dan hasilnya kemudian disampaikan ke server utama, semuanya berjalan secara otomatis.
Disamping digunakan sebagai alternatif untuk MySQL, ternyata PostgreSQL yang juga merupakan sebuah object-relational database management system (ORDBMS) bisa menjadi pesaing untuk produk buatan Oracle. Dikutip dari sebuah laporan, ditemukan bahwa di bulan Juli lalu Oracle tanpa pemberitahuan telah mematikan tiga server yang sebelumnya disediakan Sun untuk menguji coba PostgreSQL di lingkungan sistem operasi Solaris. Hasil penelusuran catatan membuktikan bahwa server yang seharusnya melaporkan hasil ternyata tidak hidup. Untungnya Dave Page, karyawan dari EnterpriseDB, perusahan yang menawarkan dukungan komersil untuk PostgreSQL mengetahui hal itu dan dengan gerak cepat bisa mendapatkan penggantinya.
Langganan:
Postingan (Atom)

