Untuk mengamankan basis data dari kemungkinan serangan luar, seperti misalnya pada "SQL injection", dapat dipasang aplikasi khusus misalnya sebuah Database Firewall. GreenSQL adalah sebuah solusi database firewall Open Source seperti itu. GreenSQL berperan sebagai sebuah proxy dan mendukung basis data MySQL dan PostgreSQL. Versi Datatabase-Firewall GreenSQL 1.3 yang baru saja dirilis untuk pertamakalinya menyediakan dukungan komersil termasuk support untuk SQL-server bikinan Microsoft.
Sebagai sebuah proxy, GreenSQL dipasang menghubungkan aplikasi dan database, dan berfungsi sebagai Intrusion Detection System, Intrusion Prevention System atau sebuah Firewall. GreenSQL melayani permintaan aplikasi dan melakukan analisa kemudian menyampaikannya ke Database. Tergantung dari modus kerja yang ditentukan, permintaan dari aplikasi diuji berdasarkan daftar putih (Whitelist) atau berdasarkan matrik atas analisa potensi risiko. Setelah itu baru GreenSQL memutuskan apa dilakukan selanjutnya terhadap permintaan tersebut.
Pada versi 1.3 GreenSQL mendapat perbaikan terutama pada antarmuka pengguna, misalnya kini bisa mematikan alarm tertentu dan bisa mengkategorikan status kritis terhadap queries tertentu yang tertera di Whitelist. Disain tampilan untuk Alarm dan Whitelists juga secara kesulurahan diperbaharui disamping dilakukan sejumlah perbaikan terhadap kekliruan yang dilaporkan. Beberapa fitur baru untuk edisi Pro telah disertakan, seperti dukungan untuk koneksi SSL, Database-Caching, pemantau aktifitas dan fitur update secara otomatis.
Proyek GreenSQL diawali pada tahun 2007 yang menerapkan perlindungan lisensi bebas GPL. Sebuah instalasi GreenSQL diklaim bisa digunakan untuk melindungan banyak database yang jumlahnya tak dibatasi sekaligus. Versi aktual dari GreenSQL 1.3 kini dapat diunduh langsung dari situs pengembangnya.
Kamis, 21 Oktober 2010
AOSI Umumkan Penerima Donasi 500 PC dan 125 Notebook
Sebagai tindak lanjut dari program donasi yang digelar bertepatan dengan HUT RI ke 65 bulan Agustus lalu dan dalam rangka menjawab tantangan kesenjangan digital dan mendorong penggunaan perangkat lunak Open Source, Chevron dan Asosiasi Open Source Indonesia telah mengumumkan daftar penerima donasi sebanyak 500 set PC dan 125 Notebook layak pakai kepada 125 sekolah-sekolah di kota-kota Jakarta, Tanggerang, Banten, Bekasi, Depok, Bogor, Cianjur, Bandung dan Garut.
Setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi, dengan gembira AOSI menginformasikan bahwa 125 Sekolah yang tertera di situs AOSI (atau PDF 8 hal 88KB), masing-masing akan mendapatkan donasi komputer sbb :
Jadwal pengiriman dan training akan diberitahukan kepada masing-masing sekolah dalam waktu dekat.
Setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi, dengan gembira AOSI menginformasikan bahwa 125 Sekolah yang tertera di situs AOSI (atau PDF 8 hal 88KB), masing-masing akan mendapatkan donasi komputer sbb :
- 4 unit Komputer HP Compac DC Minitower PC, Ergonomic Keyboard dan LCD
- 1 unit IBM/Lenovo ThinkPad T60
- PC dan Laptop diatas dilengkapi dengan Operating System Open Source Ubuntu 10.04 dan training bagi operator/pengajar
Jadwal pengiriman dan training akan diberitahukan kepada masing-masing sekolah dalam waktu dekat.
Rabu, 20 Oktober 2010
Rilis Cinelerra 4.2: Movie Studio in a Box
Dibutuhkan lebih dari satu tahun sejak versi 4.1 dirilis untuk menuntaskan versi Cinelerra 4.2 yang baru saja dilepas. Cinelerra adalah sebuah aplikasi editor video sumber terbuka untuk sistem operasi lintas platform termasuk Linux. Disamping sejumlah perbaikan terdapat sedikit pembaruan termasuk antara lain kemampuan penyelarasan trak audio dengan video.
Program pengedit video bebas Cinelerra ini berlisensi GNU-GPL dan memiliki fitur profesional untuk menata video nonlinear. Pada hakekatnya Cinelerra dapat digunakan untuk tiga hal yaitu capturing, compositing, dan editing, baik audio maupun video.
Cinelerra mendukung fitur OpenGL shaders untuk kartu grafis NVidia dan kemampuan memroses video yang dihasilkannya diklaim telah menandingi kemampuan yang tadinya ekslusif merupakan domain dari komputer mini SGI. Bila tersedia tenaga komputing yang memadai, pengguna NVidia bisa menjalankan efek secara realtime ketimbang melakukan via rendering. Menggunakan kartu tingkat atas, OpenGL diklaim mampu memroses resolusi sampai dengan 4096x4096 titik.
Hal itu dapat dilihat dari pengembangan Cinelerra yang lebih dipusatkan bukan untuk pengguna hobi, melainkan ditargetkan untuk pasar pengguna profesional dan Cinelerra mendukung pemrosesan dengan komputer SMP atau juga Renderfarm.
Program pengedit video bebas Cinelerra ini berlisensi GNU-GPL dan memiliki fitur profesional untuk menata video nonlinear. Pada hakekatnya Cinelerra dapat digunakan untuk tiga hal yaitu capturing, compositing, dan editing, baik audio maupun video.
Cinelerra mendukung fitur OpenGL shaders untuk kartu grafis NVidia dan kemampuan memroses video yang dihasilkannya diklaim telah menandingi kemampuan yang tadinya ekslusif merupakan domain dari komputer mini SGI. Bila tersedia tenaga komputing yang memadai, pengguna NVidia bisa menjalankan efek secara realtime ketimbang melakukan via rendering. Menggunakan kartu tingkat atas, OpenGL diklaim mampu memroses resolusi sampai dengan 4096x4096 titik.
Hal itu dapat dilihat dari pengembangan Cinelerra yang lebih dipusatkan bukan untuk pengguna hobi, melainkan ditargetkan untuk pasar pengguna profesional dan Cinelerra mendukung pemrosesan dengan komputer SMP atau juga Renderfarm.
Selasa, 19 Oktober 2010
Microsoft Bagikan Setengah Juta Software Cuma-cuma
Microsoft akan membagikan setengah juta lisensi produk Microsoft untuk diserahkan kepada organisasi independen bukan pemerintah. Sebenarnya, sejak bulan September lalu Microsoft telah mengawali rencana yang disebutkan sebagai "NGO Software License" dengan tujuan untuk memberikan perlindungan kepada Organisasi Non Pemerintah (NGO).
Aksi itu diinisiasi setelah mendengar pemberitaan New York Times meliput kasus penegakan HKI di Rusia yang menyebutkan bahwa polisi Rusia mengatasnamakan Microsoft telah tebang pilih menyita komputer milik para aktivis untuk membungkamkan lawan politiknya. Menurut tulisan di blog-nya Senior VP & Microsoft General Counsel, secara eksplisit Brad Smith telah mengutuk segala upaya yang memanfaatkan penegakan HKI guna menekan kelompok lawan politik tertentu atau mengambil keuntungan untuk kepentingan pribadi.
Dalam tulisan di New York Times kali ini dilaporkan perkembangan lebih lanjut dari aksi tersebut, dimana Microsoft menjajikan akan menyiapkan lisensi produk Microsoft untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada setengah juta LSM di sejumlah negara yang dianggap rawan terhadap penyalahgunaan.
Aksi itu diinisiasi setelah mendengar pemberitaan New York Times meliput kasus penegakan HKI di Rusia yang menyebutkan bahwa polisi Rusia mengatasnamakan Microsoft telah tebang pilih menyita komputer milik para aktivis untuk membungkamkan lawan politiknya. Menurut tulisan di blog-nya Senior VP & Microsoft General Counsel, secara eksplisit Brad Smith telah mengutuk segala upaya yang memanfaatkan penegakan HKI guna menekan kelompok lawan politik tertentu atau mengambil keuntungan untuk kepentingan pribadi.
Dalam tulisan di New York Times kali ini dilaporkan perkembangan lebih lanjut dari aksi tersebut, dimana Microsoft menjajikan akan menyiapkan lisensi produk Microsoft untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada setengah juta LSM di sejumlah negara yang dianggap rawan terhadap penyalahgunaan.
Senin, 18 Oktober 2010
Penegakan HKI di Indonesia Digalakkan
Surat himbauan Menpan dengan target agar segenap jajaran pemerintahan sampai dengan akhir 2011 menggunakan software legal telah membuka peluang untuk pemanfaatan FOSS (Free & Open Source Software) seperti Linux yang legal dan hemat biaya lisensi sebagai solusi alternatif. Walaupun himbauan tersebut pernah dipermasalahkan IIPA, derap maju sosialisasi dan proses migrasi terus berlangsung diseluruh Indonesia yang secara konsisten didukung oleh Ristek dan Kominfo bekerjasama dengan AOSI.
Disisi lain, tidak ketinggalan adalah himbauan untuk menggunakan software legal bagi kalangan perusahan swasta dan UMKM yang saat ini mulai digalakkan. Dalam iklan diumumkan di koran Kompas (18 Oktober 2010) yang diterbitkan dalam rangka peluncuran "Kampanye Nasional Anti-Pembajakan Perangkat Lunak Komputer" telah memberi kesan adanya urgensi untuk mendorong penggunaan software legal bagi semua lapisan pelaku dan pemilik bisnis di Indonesia. Sejatinya kampanye seperti itu adalah senafas dengan harapan pencapaian dari himbauan yang diawali oleh Menpan, walaupun mungkin telah disampaikan dengan nada yang sedikit berbeda.
Untuk mensukseskan kampanye maupun himbauan yang datangnya dari berbagai pihak, pelaku bisnis tidak punya alasan untuk khawatir. Perusahan yang ingin menghemat biaya lisensi namun tetap legal, dapat memanfaatkan alternatif software berlisensi Open Source (FOSS) yang sudah sejak lama tersedia. Banyak perusahan nasional yang telah berhasil mengadopsi software legal berbasis FOSS, bertahap atau secara keseluruhan. Keuntungan yang diperoleh para pelaku bisnis dalam memanfaatkan FOSS adalah signifikan, terutama peningkatan daya saing perusahan mereka berkat penghematan biaya operasional dan sepanjang masa bebas dari ketergantungan vendor tunggal.

Disisi lain, tidak ketinggalan adalah himbauan untuk menggunakan software legal bagi kalangan perusahan swasta dan UMKM yang saat ini mulai digalakkan. Dalam iklan diumumkan di koran Kompas (18 Oktober 2010) yang diterbitkan dalam rangka peluncuran "Kampanye Nasional Anti-Pembajakan Perangkat Lunak Komputer" telah memberi kesan adanya urgensi untuk mendorong penggunaan software legal bagi semua lapisan pelaku dan pemilik bisnis di Indonesia. Sejatinya kampanye seperti itu adalah senafas dengan harapan pencapaian dari himbauan yang diawali oleh Menpan, walaupun mungkin telah disampaikan dengan nada yang sedikit berbeda.Untuk mensukseskan kampanye maupun himbauan yang datangnya dari berbagai pihak, pelaku bisnis tidak punya alasan untuk khawatir. Perusahan yang ingin menghemat biaya lisensi namun tetap legal, dapat memanfaatkan alternatif software berlisensi Open Source (FOSS) yang sudah sejak lama tersedia. Banyak perusahan nasional yang telah berhasil mengadopsi software legal berbasis FOSS, bertahap atau secara keseluruhan. Keuntungan yang diperoleh para pelaku bisnis dalam memanfaatkan FOSS adalah signifikan, terutama peningkatan daya saing perusahan mereka berkat penghematan biaya operasional dan sepanjang masa bebas dari ketergantungan vendor tunggal.
"Barangsiapa dengan sengaja atau tidak sengaja menggunakan haknya untuk memperbanyak dan
menggunakan program FOSS yang berlisensi bebas dalam jumlah tak terbatas, baik dengan
maupun tanpa imbalan, sebaiknya mereka mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya"
Langganan:
Postingan (Atom)




