Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2011

Raspberry Pi: Komputer Linux Paling Murah

Menjelang Hari Natal Proyek Raspberry Pi mengungkapkan gambar pertama hasil ujicoba untuk Komputer Linux Murah (ARM GNU/Linux box for $25). Versi beta-nya telah diuji coba sejak awal tahun 2011 di beberapa sekolahan di Inggris.

Proyek yang dinaungi oleh Yayasan Raspberry Pi dan didukung oleh pemerintah Inggris dan Universitas Cambridge meragakan hasil test beta untuk komponen Elektronika (Hardware) dan Software yang sedang dikembangkannya. Rencananya mulai bulan Januari 2012 mendatang anak sekolah pertama di Inggris akan dilengkapi dengan komputer kecil Raspberry Pi yang dijalankan menggunakan sistem operasi Linux. Dengan demikian diharapkan anak sekolahan lebih mudah mempelajari pemrograman komputer (diutamakan bahasa Python) dan untuk membiasakan penggunaan sistem Linux sejak dini.

Dengan hanya morogoh kocek sekitar 225 ribu rupiah anak sekolahan sudah bisa memiliki sebuah komputer sebesar kartu kredit yang ditenagai menggunakan prosesor ARM11, dengan memori 128 MByte RAM, berikut kartu grafis dan sound terintegrasi dengan koneksi USB dan HDMI seperti juga konektor untuk video komposit. Untuk menanamkan sistem operasi Linux tersedia slot kartu memori SD/MMC/SDIO.

Untuk versi lebih lengkap yaitu ditambahkan konektor Ethernet, dua USB-2.0 dan memori dua kali lebih besar, hanya perlu membayar tambahan 55 ribu rupiah. Raspberry Pi tidak memerlukan catu daya khusus, karena power supply disalurkan via konektor USB yang disediakan.

Proyek Raspberry Pi juga merencanakan kartu ekstensi GPIO (General Purpose Input/Output) yang disebutkan sebagai "Gertboard". Melalui kartu ekstensi Gertboard tersebut nantinya Raspberry PI memiliki kemampuan seperti untuk mendeteksi Sensor dan mengendalikan Motor atau Lampu dan komponen lainnya. Keberhasilan proyek ini akan membuka kretivitas para pelajar secara luas dalam memanfaatkan sistem Raspberry Pi sebagai perangkat sistem kontrol untuk berbagai aplikasi dan sebagai sarana pembelajaran bahasa pemrograman komputer.

Kamis, 10 November 2011

OSHW: Edisi Perdana Open Hardware Journal

Open Source Hardware (OSHW) adalah Hardware sumber terbuka yang terdiri dari artefak fisik dari teknologi yang dirancang dan ditawarkan dengan cara yang sama seperti sebuah perangkat lunak bebas dan open source (FOSS). OSHW adalah bagian dari gerakan budaya masyarakat open source dalam menerapkan konsep sumber terbuka ke berbagai komponen yang dalam hal ini adalah perangkat keras.

Seperti pada FOSS, hal ini dapat diartikan bahwa informasi tentang hardware yang dirilis dibawah kesepakatan OSHW haruslah mudah diakses siapa saja. Desain sebuah hardware, yaitu gambar mekanik, skema, daftar material, data layout PCB, kode HDL (hardware description language) dan data tata letak sirkuit terpadu, seperti juga perangkat lunak yang digunakan untuk menjalankan perangkat keras tersebut, semuanya dirilis dengan pendekatan FOSS.

Organisasi gerakan Open Hardware pada awal November 2011 lalu telah merilis majalah pertamanya. Jurnal pertama yang bebas diunduh ini, meliput sejumlah proyek perangkat keras yang disainnya mengadopsi Open Hardware Definition 1.1 dan memenuhi persyaratan Open Source Definition termasuk empat butir kebebasan yang di formulasi Free Software Foundation (FSF). Empat kebebasan FSF antara lain bahwa pengguna dapat memanfaatkan perangkat mereka untuk apa saja (Kebebasan 0), ia diperbolehkan membongkar, mempelajari dan melakukan perubahan (Kebebasan 1), seperti juga tanpa dan dengan perubahan meneruskannya ke pihak lain (Kebebasan 2 dan 3). Salah satu contoh kebebasan 1 adalah mengubah fungsi sebuah Wajan (perangkat penggorengan) menjadi sebuah Wajanbolic (antena parabola yang diciptakan oleh Onno W. Purbo).

Edisi perdana dari Open Hardware Journal terdiri dari 30 halaman dalam bahasa Inggris. Relawan dapat menterjemahkannya ke bahasa lain untuk disebarluaskan dan disalurkan dari situs utama. Dokument dalam format PDF-Format tesebut, kali ini meliput beberapa proyek harware terbuka, seperti antena Gray-Hoverman untuk menangkap siaran TV jarak jauh menggunakan bahan murah seperti pralon dan kawat pagar, dan alat penguat DNA openPCR untuk memungkinkan melakukan penelitian Gen di rumah.

Secara rinci, jurnal pertama ini membahas tentang cara membuat lensa menggunakan printer 3D. Artikel lainnya membahas kendaraan bawah laut Sea Perch yang prototipenya juga dibangun menggunakan pipa pralon. Sea Perch adalah sebuah roboter murah yang dikembangkan bersama oleh MIT Sea Grant College Program dan Angkatan Laut AS, Office of Naval Research. Pelajar maupun mahasiswa dapat memanfaatkan disain dengan bahan baku murah ini untuk dicoba atau dikembangkan lebih lanjut atau digunakan untuk melakukan penelitian kelautan.