Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Maret 2014

Intel Terbitkan Buku Membahas Android Pada Platform X86

Intel dan Apress bekerja sama terbitkan buku setebal 380 halaman tentang "Android on x86: Pengantar Untuk Mengoptimalkan Pada Arsitektur Intel" baik berupa edisi cetak (berbayar) maupun ebook yang dapat diunduh bebas biaya alias gratis. Buku ini ditargetkan sebagai referensi dan panduan dalam satu atap untuk meberikan pencerahan dalam pemrograman aplikasi Android menggunakan platform x86.



Berdasarkan keterangan yang disampaikan Intel, ada beberapa soal teknis yang berbeda dalam mengembangkan aplikasi Android pada prosesor x86 seperti Atom, namun sekali Anda mengerti dan menguasai "nuansa" lingkungan ini, maka semuanya menjadi lebih mudah dari pada yang Anda bayangkan sebelumnya.

Buku yang dalam bahasa Inggris berjudul "Android on x86: an Introduction to Optimizing for Intel Architecture" ditulis oleh Iggy Krajci, seorang insinyur perangkat lunak dari Cummings Engineering, dan Darren Cummings, pendiri dan CEO perusahan tersebut. Pemaparan dimulai dengan membuat kasus bisnis menggunakan x86 pada perangkat Android. kemudian dilanjutkan dengan menuntun pembaca melalui proses menginstal SDK Android untuk Arsitektur Intel, seraya mengeksplorasi perbedaan antara arsitektur prosesor x86 dan ARM.

Pada saat ini, port Android pada x86 sudah dianggap cukup matang, kendati disana-sini masih diperlukan beberapa optimasi untuk membuat aplikasi yang Anda buat menjadi cemerlang. Tips untuk mengoptimasi juga disediakan bersama kode asli-nya (native), termasuk untuk akselerasi hardware, dan penyempurnaan pada aplikasi multimedia.

Disamping itu, buku ini juga membahas perangkat lunak yang dibutuhkan, dan langkah-langkah pemrograman, termasuk optimasi pada C++. Pada bagian lebih lanjut ditunjukkan bagaimana caranya membuat dan melakukan port untuk aplikasi Android, melakukan debug pada aplikasi x86, dan bekerja menggunakan Android NDK (Native Development Kit). Buku ini juga sekaligus memperkenalkan hypervisor pada Intel Hardware Accelerated Execution Manager (Intel HAXM).

Daftar Isi
Bab 1: History & Evolution of Android OS
Bab 2: Mobile Device Applications – Uses and Trends
Bab 3: Why x86 on Android?
Bab 4: Android Development – Business Overview and Considerations
Bab 5: Android Devices with Intel Processors
Bab 6: Installing the Android SDK for IntelApplication Development
Bab 7: The Intel Mobile Processor
Bab 8: Creating and Porting NDK-based AndroidApplications
Bab 9: Debugging Android
Bab 10: Performance Optimization for AndroidApplications on x86
Bab 11: x86 NDK and C++ Optimizations
Bab 12: Intel Hardware Accelerated Execution Manager

Untuk mengunduh versi elektronik tanpa biaya baca keterangan disini, atau langsung disini bila juga ingin membeli versi cetaknya.

Senin, 04 November 2013

Proyek ARA: Open Smartphone Modular Dari Motorola

Di bawah nama Proyek Ara, saat ini Motorola sedang bekerja dalam pengembangan smartphone modular secara terbuka. Menurut Motorola, tujuannya adalah "membuat perangkat keras untuk mencapai seperti apa yang telah dicapai oleh Android dalam perangkat lunak." Dengan demikian, pada dasarnya Google melalui anak perusahannya ingin menciptakan smartphone yang komposisinya dapat disesuaikan seperti yang diinginkan oleh masing-masing pelanggan. Untuk itu, diduga hak paten Modu yang dibeli oleh Google juga turut memainkan perannya. Berbeda dengan Modu, proyek ini merencanakan seluruh ekosistem, termasuk untuk mengembangkan komponen perangkat keras dari pihak ketiga.



Konsep itu akan memberikan kesempatan kepada pembeli untuk memilih, misalnya  touchscreen dan prosesor apa yang akan dipasang untuk smartphone mereka dengan kapasitas baterai yang disesuaikan. Kecuali itu, juga tipe kamera yang digunakan, ukuran memori internal atau jenis keyboard bisa ditentukan oleh pembeli. Masing-masing komponen tersebut tidak harus hanya datang dari Motorola, tetapi juga bisa berasal dari penyedia lainnya.

Konsep ini sangat mirip dengan ide yang dicetuskan Phonebloks, oleh desainer Dave Hakkens asal negeri Belanda yang diungkapkan pada bulan September 2013. Menurut Motorola, proyek Ara telah berjalan selama satu tahun, kemudian bekerja sama dengan Phonebloks dengan tujuan menggabungkan kedua gagasan proyek mereka.

Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi dua konsep smartphone modular berbeda secara paralel. Sebaliknya, Motorola ingin menyatukan kapasitas dari pengembang lainnya, untuk memungkinkan smartphone modular menjadi sebuah kenyataan.

Dasar konsep proyek Ara adalah "endoskeleton (endo) dan modules", yang oleh Motorola disebut Endo dan pada prinsipnya merupakan dasar atau basis dari smartphone. Diatas Endo kemudian dapat dipasang atau di cantolin modul-modul untuk membangun sebuah smartphone yang lengkap. Menurut Motorola, modul tersebut pada dasarnya adalah berbagai komponen dengan fungsi apa saja, sehingga memungkinkan dengan mudah semua kategori produk baru dapat dibuat, tanpa batasan. Semuanya hanya tergantung pada ide-ide apa yang diberikan oleh pengembang modul perangkat keras yang dapat diadopsi untuk konsep tersebut.

Layaknya sebuah proyek Open Source Hardware, para relawan dapat mendaftar di www.dscout.com/ara untuk mendukung proyek tersebut. Mereka dapat terlibat dan memberikan gagasan untuk merealisasikan ide-ide implementasinya. Dalam beberapa bulan mendatang para pengembang akan diundang untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut. Sementara pada saat ini, Motorola ingin melanjutkan penghimpunan ide-ide.

Pada musim dingin mendatang, direncanakan penerbitan versi alpha pertama sebuah Kit Modul untuk Developer (MDK). Dengan perkakas tersebut, diharapkan para pengembang perangkat keras, akan mampu mengembangkan modul-modul yang kompatibel untuk Ara.

Sejatinya, lima tahun yang lalu sudah ada konsep ponsel modular. Dan dua tahun lalu, Google telah membeli paten Modu yang diduga telah digunakan menjadi basis pendukung Proyek Ara. Gagasan Modu yang dikembangkan oleh perusahan Israel tersebut sejak awal tahun 2011 tidak dapat meneruskannya karena kekurangan dana.



Minggu, 22 Juli 2012

Sejuta Tablet Android Untuk Anak Sekolah Dasar

Upaya pemerintah negeri gajah putih untuk membagi-bagikan sejuta tablet Android kepada anak-anak sekolah dasar dalam rangka proyek "One Tablet per Child (OTPC)" kini mulai direalisasikan.Menurut berita yang disiarkan BangkokPost.com, pengiriman pertama sebanyak 55.000 telah dilakukan untuk siswa-siswa SD disekitar Bangkok.

Atas persetujuan guru masing-masing, siswa diperkenankan membawa pulang tablet pelat merah tersebut untuk digunakan dirumah. Peluncuran perdana truk-truk untuk membagi-bagikan perangkat dalam kardus berlabel OTPC telah bergerak sejak hari kamis lalu yang dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Suchart Thada-Thamrongvech dan Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) Anudith Nakornthap.

Sebagaimana diwartakan The Nation bulan April lalu, pada awal tahun 2012 kabinet negara Thailand menyetujui pengadaan satu juta tablet, sementara Bangkok Post menyebutkan 800.000 keping tablet Android yang telah diorder dari vendor asal China.

Berdasarkan pemberitaan dari sebuah portal IT Telecompaper, diungkapkan spesifikasi tablet untuk anak sekolahan Thailand dengan tipe Scopad SP0712 besutan perusahan Scope dari negeri tirai bambu. Tablet berbobot sekitar 350 gram tersebut, ditenagai menggunakan prosesor Cortex A8 berkecepatan 1.2 GHz, dan menanamkan 1 GB RAM untuk ruang kerja disamping 8 GB memori Flash untuk penyimpanan data. Celah untuk menyisipkan 32 GB kartu memori tambahan juga tidak dilupakan.

Komputer tablet yang dibagi-bagikan, memiliki layar sentuh kapasitif berukuran diagonal 7 inci yang peka dicubit dengan resolusi 1024x600 titik. Tablet anak sekolahan ini memiliki sejumlah fitur termasuk GPS, WLAN dan Bluetooth seperti juga port USB-2-Port disamping dua kamera untuk memotret dan chat video. Pemasok tablet dengan nama lengkap "Shenzhen Scope Scientific Development" disebutkan menjual tablet yang menyertakan Ice Cream Sandwich (Android 4.0) sebagai Sistem Operasi Open Source (berbasis kernel Linux) kepada pemerintah Thailand dengan harga 81 US-Dollar per keping.

Senin, 10 Oktober 2011

KDE Luncurkan Plasma Active One

Proyek KDE luncurkan Plasma Active One, sebuah antarmuka pengguna yang dioptimalkan untuk perangkat mobile. Rilis ini merupakan versi perdana untuk Plasma Active yang telah dikembangkan cukup lama. Sebagai salah satu varian dari desktop KDE Plasma, Plasma Active telah disesuaikan untuk perangkat dengan layar kecil dan dilengkapi dengan fitur Touchscreen. Kecuali itu, Plasma Active melakukan pedekatan berbeda dibangdingkan desktop KDE Plasma, yaitu membawa paradigma baru yang tidak lagi mengedepankan aplikasi, melainkan terpusat pada aktivitas atau kegiatan.


Plasma Active diawali dengan menampilkan tinjauan kegiatan. Masing-masing kegiatan bisa berupa dokument, kontakt, webseite, media dan widget. Jumlah dari kegiatanpun tidak dibatasi, dan menggunakan ikon "Share Like Connect", sebuah obyek dapat langsung dijadikan sebagai sebuah aktivitas.

Sebagai tombol Start tersedia Launcher untuk aplikasi. Setiap aplikasi secara otomatis dikaitkan dengan aktivitas yang sedang berjalan. Sejumlah aplikasi yang telah dioptimalkan untuk touchscreen seperti Webbrowser, pemantau gambar, pemutar media (Bangarang Active), office document viewer dengan fitur editor (Calligra Active [beta]), mail dan kalendar berfitur penuh (Kontact Touch) dan beberapa games menarik merupakan bagian standar dari Plasma Active.

Visi dari Plasma Active adalah bahwa perubahan antarmuka tergantung pada konteks yang antara lain juga ditentukan oleh sensor perangkat, posisi atau lokasi tertentu dan gerakan yang dilakukan pengguna. Kecuali data aktivitas aktual, juga data sejarah kegiatan pengguna bisa disalurkan kedalam konteks. Pada versi Plasma Active Two yang rilisnya dijadwalkan pada bulan Desember 2011 mendatang, penerapan visi ini sudah dimulai.

Pada pertengahan 2012 dijadwalkan Plasma Active Three yang akan lebih menitikberatkan urusan keamanan. Versi ini dikembangkan untuk mendukung perangkat jenis lain, seperti Smartphones dan Set-Top-Box, termasuk untuk TV dan sebagai sebagai perangkat penghibur di kendaraan bermotor. Dengan demikian Plasma Active nantinya akan secara frontal akan bersaing dengan sistem operasi mobile lainnya seperti Tizen, Meego dan Android.

Versi pertama Plasma Active mendukung arsitektur Intel x86, sementara untuk arsitektur ARM masih dalam rencana. Pengembangnya juga menjanjikan adanya peningkatan pada jumlah aplikasi dan widget untuk Plasma Active.

Sabtu, 08 Oktober 2011

AAKASH: Tablet Android Paling Murah Sedunia

Guna menurunkan tingkat kesenjangan digital, pemerintah India mendorong ketersedian perangkat akses Internet terjangkau. Tablet 7 inci ditenagai Android yang dirilis dan tersedia di India beberapa hari lalu dikembangkan oleh Indian Institute of Technology di Kanpur bersama perusahan Datawind dan diberi nama Aakash (Bahasa Hindi: Angin).


Pengadaan tablet Aakash yang diproduksi di India oleh asal Inggris/Kanada, dan disubsidi pemerintah India tersebut dibandrol seharga 300 ribuan rupiah (35 US Dollar) untuk mahasiwa. Powered by Android 2.2 (Froyo), tablet ini berukuran 7-inci dengan prosesor beriniti satu (kecepatan 366MHz), menggunakan layar sentuh resistif dengan resolusi 800 x 480 titik, menyediakan memori kerja RAM sebesar 256 MB dan memiliki bobot 350 gram. Aaakash telah menyertakan memori flash untuk penyimpanan sebesar 2 GByte yang dapat ditingkatkan dengan memori external menggunakan kartu Micro-SD sampai dengan 32 GByte.

Tablet sejuta ummat ini, juga menyediakan dua port USB-Ports yang menurut boss Datawind: Suneet Singh Tuli adalah sangat penting untuk mengintegrasikan dua buah colokan USB, karena kebiasaan pengguna di India dalam berbagi Musik dan Video menggunakan tongkat USB. Agar tablet ini dapat mengakses Internet, terpasang modul WLAN dengan spesifikasi IEEE 802.11 a/b/g. Batere aki yang digunakan disebutkan mampu bertahan untuk bekerja atau berselancar selama tiga jam.





Senin, 18 Juli 2011

Rilis Distro Juli 2011 Bagian-1

xRangkuman Rilis Distro-distro Linux dan BSD Tanggal 1-15 Juli 2011

Penerbitan update untuk Android x86 versi 2.2-r2 (Froyo) (2011-07-01) mengawali rilis distro bulan Juli 2011, disusul dengan rilis-rilis Fusion Linux 14.1 (2011-07-02), AriOS 3.0 (2011-07-02), Toorox 07.2011 (2011-07-02), Parted Magic 6.3 (2011-07-03), Sabayon Linux 6 "Core" (2011-07-04), ArtistX 1.1 (2011-07-07), Scientific Linux 5.6 "Live" (2011-07-08), Pinguy OS 11.04 "Ping-Eee" (2011-07-09), CentOS 6.0 (2011-07-10), Pardus Linux 2011.1 (2011-07-12), Rescatux 0.29 (2011-07-12), Sabayon Linux 6 "E17", "LXDE", "Xfce" (2011-07-12), Superb Mini Server 1.6.1 (2011-07-12), aptosid 2011-02 (2011-07-13), Linvo GNU/Linux 2010.12.6 (2011-07-14), NetSecL 3.2 (2011-07-14), dan PCLinuxOS 2011.07 "KDE MiniMe" (2011-07-14).

Android-x86 2.2-r2 "Froyo-x86" (2011-07-01):
Proyek Android-x86, yaitu sebuah proyek yang menyediakan implementasi sistem operasi Android untuk dijalankan di perangkat dengan arsitektur PC intel x86 (32bit) mengumumkan rilis stabil versi 2.2-r2 dengan menerbitkan satu set media yang dioptimalkan untuk beragam Netbook yang beredar di pasaran. Rilis ini merupakan update dari edisi Android-x86 2.2 yang Android 2.2.2 (Froyo) sebagai basis. Fitur utama dari Android-x86 2.2-r2 termasuk: Update pada kernel ke versi Linux 2.6.38 berikut lebih banyak drivers dan perbaikan (bug fixes). OpenGL hardware acceleration mendapat banyak perbaikan. Kinerja ditingkatkan sampai dengan 4 kali lipat lebih cepat. OpenGL ES2 kini diaktifkan. Dukungan (experimental) untuk kartu grafis dan chipset menggunakan ATI radeon ditambahkan. Ditambahkan dukungan untuk empat jenis komputer Netbook (tegav2, s103t, tx2500 dan motion_m1400). Dukungan untuk multi-touch screen.

Fusion Linux 14.1 (2011-07-02):
Valent Turkovic mengumumkan rilis distro "Fedora remix done right": Fusion Linux 14.1 dengan nama kode 'Thorium'. Rilis merupakan rilis perbaikan disamping menerapkan beberapa perubahan seperti memasang LibreOffice menggantikan OpenOffice.org. Features baru termasuk: download managers baru Tucan dan Uget; Remmina sebagai aplikasi baru untuk remote desktop; theme baru untuk desktop; dukungan multimedia agar langsung bisa bunyi out of the box.

AriOS 3.0 (2011-07-02):
Pengembang distro baru Mahdi Fattahi megumumkan rilis dari karyanya AriOS 3.0, yaitu sebuah distribusi Linux berbasis Ubuntu, namun dengan tampilan dan tata cara pemakaian yang unik disamping penyertaan banyak software. Rilis final AriOS 3.0 menggunakan versi dari Ubuntu 11.04 Natty Narwhal. Fokus dari penerbitan versi ini adalah menyediakan set dari program yang tampilannya telah disempurnakan dan disesuikan dengan AriOS. Perubahan terpenting ynag dilakukan pada versi ini termasuk: Unity telah disingkirkan karena belum menyediakan fitur kustomisasi. Downgrade untuk Compiz ke versi 0.8.6 untuk menghindari masalah yang dilaporkan di Ubuntu 11.04. Tersedia tiga pilihan sesi pada saat login yaitu: AriOS, AriOS-2D dan GNOME Classic. Distro asal Iran ini menerbitkan media DVD AriOS 3.0 versi Internasional dengan pilihan bahasa Inggris.

Toorox 07.2011 (2011-07-02):
Menyusul rilis dari edisi Toorox "GNOME" tidak lama sebelumnya, kini Jörn Lindau mengumumkan ketersediaan dari rilis dengan varian desktop "KDE". Toorox 07.2011 merupakan Live DVD berbasis Gentoo Linux yang dibangun menggunakan kernel Linux 2.6.39-gentoo-r1 dan memasang desktop KDE versi 4.6.4. Edisi ini juga mengintegrasikan IceCat 5.0 dan mengupdate nyaris semua paket aplikasi termasuk GCC 4.5.2, X.Org Server 1.10.2, VLC 1.1.10, LibreOffice 3.4.0, dan Audacious 2.5.3. Media yang diterbitkan mendukung baik arsitektur 32 maupun 63 bit.

Parted Magic 6.3 (2011-07-03):
Rilis distro Live khusus dengan software untuk disk management dan data rescue: Parted Magic 6.3 diumumkan oleh pengembangnya Patrick Verner. Disamping versi untuk i486 (Pentium II), juga tersedia untuk i686 (Pentium III keatas) dan x86_64. Rilis ini sejumlah kekeliruan dan menambahkan Pburn dan Pfilesearch untuk diuji coba (belum dipasang menu, coba run 'pburn' langsung dari command line). Tujuan utama dari rilis ini disebutkan adalah penambahan beberapa opsi kernel CPU.

ArtistX 1.1 (2011-07-07):
Marco Ghirlanda, pengembang distro berbasis Ubuntu yang menyertakan software untuk industri kreatif dalam jumlah yang besar, mengumumkan versi baru ArtistX 1.1 sebagai sebuah "multimedia studio on a DVD." Menggunakan versi terkini Ubuntu 11.04 sebgai basis, live DVD ini dapat menyulap komputer biasa menjadi sebuah sebuah studio untuk full multimedia production. ArtistX 1.1 dibangun menggunakan software Remastersys untuk membuat live DVD dan memasang kernel Linux 2.6.38 Linux kernel, GNOME 2.32 dan KDE 4.6, Compiz Fusion dan sekitar 2.500 software multimedia bebas, nyaris semuanya yang tersedia untuk sistem operasi GNU/Linux dan ditata rapi terorganisir menggunakan menu dari GNOME.

Scientific Linux 5.6 "Live" (2011-07-08):
Menyusul rilis dari Scientific Linux 5.6, pengembangnya Urs Beyerle mengumumkan keberadaan varian sistim operasi yang sama berupa LiveCD 5.6 untuk prosesor 32-bit dan 64-bit yang dapat ditanamkan di hardisk atau dijalankan via USB-drive. Perubahan sesi Live dapat disimpan (stored persistently) di perangkat external dan dapat di-mount via NFS (diskless client). Software utama yang disertakan: Linux kernel 2.6.18, OpenAFS client 1.4.14, X.Org 7.1, ALSA libraries 1.0.17, GNOME 2.16.0 (standard desktop), GIMP 2.2.13, OpenOffice.org 3.1.1, Firefox 3.6.18, Thunderbird 2.0.0.24, KDE 3.5.4 (hanya di modus live DVD).

Pinguy OS 11.04 "Ping-Eee" (2011-07-09):
Antoni Norman mengumumkan rilis edisi spesial dari Pinguy OS, sebuah distribusi berbasis Ubuntu 11.04 yang dirancang untuk dijalankan dengan baik pada netbook khususnya Asus Eee PC, tetapi pada prakteknya distro ini juga bekerja dengan baik pada banyak laptop mini/netbook lainnya. Ping EEE OS dilengkapi dengan software Jupiter (didukung oleh Super Hybrid Engine), yaitu sebuah utiliti yang memungkinkan untuk underclock atau overclock prosesor Intel Atom sehingga dapat memberikan kinerja yang lebih baik atau ketahanan baterai lebih lama. Sofware yang dikemas termasuk Docky, Nautilus Elementary, Firefox, Thunderbird, Skype, LibreOffice, Dropbox, Deluge, Empathy, VLC, Déjà Dup backup tool, Linux Mint Update Manager, WINE dan banyak lainnya. Clementine disertakan untuk menggantikan Rhythmbox. Ping-Eee OS juga dipersenjatai dengan penambahan banyak drivers terutama untuk WiFi agar mudah tersambung dimana-mana.

CentOS 6.0 (2011-07-10):
Pas delapan bulan setelah Red Hat Enterprise Linux 6 diluncurkan, edisi komunitas versi 6.0 dari Community Enterprise Operating System (CentOS) akhirnya tiba. Media yang diterbitkan kali ini baru dalam format DVD, baik untuk sistem x86-32-bit maupun x86-64-bit. Versi LiveCDs akan disusulkan, termasuk "Minimal Install CD" dalam waktu dekat. Seterusnya direncanakan penerbitan "LightWeightServer (LWS) CD", yang serupa dengan "CentOS 4 Server CD" sebagai sebuah media dengan segalanya yang penting untuk membuat sebuah server. Seperti pada distro hulunya (RHEL 6), CentOS 6.0 menggunakan kernel Linux 2.6.32 yang memiliki fitur antara lain Completely Fair Scheduler, bertugas mengatur pemanfaatan jadwal kerja prosesor agar lebih berimbang. Kecuali itu, untuk kali pertama dikemas fitur Kernel Mode Settings (KMS).

Pardus Linux 2011.1 (2011-07-12):
Pengembang Pardus Linux Gökçen Eraslan mengumumkan rilis dari versi terbarunya Pardus Linux 2011.1 yang diberi nama kode 'Dama Dama'. Komponen utama dari rilis ini adalah: KDE Desktop Environment 4.6.5, Linux kernel 2.6.37.6, LibreOffice 3.4.1.3, Mozilla Firefox web browser 5.0, X.Org Server 1.9.5, GIMP 2.6.11, Python 2.7.1, GCC 4.5.3, dan glibc 2.12. Kecuali itu telah dilakukan banyak perbaikan dan melibas semua kutu (bugs). Disamping media instalasi, juga diterbitkan LiveDVD yang semuanya masing-masing tersedia untuk 32-bit dan 64-bit.

Sabayon Linux 6 "E17", "LXDE", "Xfce" (2011-07-12):
Tiga racikan baru Sabayon Linux 6, masing-masing dengan desktop Enlightenment 17, LXDE dan Xfce telah rilis yang diumumkan oleh pengembangnya Fabio Erculiani. Sabayon 6 LXDE merupakan desktop paling ringan dan baik digunakan untuk komputer dari jaman baheula. Sebagai alternatif terhadap GNOME tersedia Sabayon 6 Xfce, yang menyediakan aplikasi multimedia dan office berikut drivers untuk NVIDIA, AMD GPU dand lainnya. Sabayon 6 E17 memasang lingkungan desktop Enlightenment 17 bersal dari SVN snapshot. Semua media disrilis baik untuk 32-bit maupun 64-bit.

Superb Mini Server 1.6.1 (2011-07-12):
Superb Mini Server (SMS), sebuah distro berbasis Slackware Linux khusus untuk server yang kali ini diterbitkan merupakan rilis perbaikan minor. Superb Mini Server version 1.6.1 mengemas kernel Linux kernel 2.6.39.3 dan sejulah paket stabil seperti Perl 5.14.1, MySQL 5.1.58, Postfix 2.8.4, CUPS 1.4.7, httpd 2.2.19, Samba 3.5.9 dan GCC 4.5.3. Di SMS.Native.CD-Extra telah ditambahkan versi trunk dari paket iscsitarget, yaitu sebuah fitur iSCSI target edisi open source, stock SMP kernel (2.6.39.3-smp), dan OpenbravoERP MP0.1 terkini. SMS menyediakan sejumlah panduan (bahasa Inggris) di halaman wikinya berikut tutorial video untuk membantu mengkonfigurasi SMS dalam berbagai situasi. Kecuaki itu tersedia  buku PDF yang dijanjikan akan senantiasa diperkini. Media SMS-LiveCD-1.6.1 tersedia untuk 32-bit dan 64-bit prosesor.

Rescatux 0.29 (2011-07-12)
Rescatux adalah distro GNU/Linux khusus digunakan sebagai rescue cd (termasuk untuk sistem Windows). Berbeda dengan rescue disks lainnya, Rescatux dilengkapi dengan aplikasi Rescapp, yaitu sebuah wizard yang menuntun pengguna selama proses penyelamatan sistem. Versi Rescatux 0.29 yang dirilis sekitar satu minggu lalu disebutkan bisa "menimpa" password di sistem Windows dan pengguna dapat login tanpa mengisi password. Rescatux tampil dengan antarmuka grafis untuk menjalankan Wizard Rescapp. Dengan demikian diharapkan pengguna awam mampu memperbaiki Master Boot Record (MBR) atau mengkonfigurasi Grub/Grub2.

aptosid 2011-02 (2011-07-13):
Stefan Lippers-Hollmann telah merilis penerus Sidux distro desktop aptosid 2011-02, yang menggunakan paket software cabang unstable dari Debian dengan lingkungan desktop KDE dan Xfce terkini. aptosid 2011-02 'Imera' memasang kernel 2.6.39 dan KDE 4.6 yang telah distabilkan berasal dari depot sid rilis Debian 'Squeeze'. Fitur baru kali ini terutama ditekankan pada perbaikan untuk integrasi dan stabilisasi. Kernel 2.6.39 yang dipasang, tidak hanya meningkatkan stabilitas dan mendukung lebih banyak hardware, melinkan juga memperbaiki latensi dan kinerja dari sistem secara keseluruhan. Kecuali  media CD masing-masing untuk 32 dan 64bit dengan desktop XFCE, juga diterbitak media DVD full dengan desktop KDE yang sekaligus mendukung dan menyertakan software untuk  i386 (32bit) dan amd64 (64bit intel kompatibel).

Linvo GNU/Linux 2010.12.6 (2011-07-14):
Rilis dari distro berbasis Slackware Linvo GNU/Linux 2010.12.6 diumumkan oleh pengembangnya Ivo Georgiev. Live DVD (installable) yang diterbitkan mengemas desktop GNOME 2.32, custom package manager, dukungan codecs multimedia dan banyak fitur ramah pengguna.

NetSecL 3.2 (2011-07-14):
Distribusi khusus NetSecl 3.2 berbasis openSUSE mengemas tools sekuriti untuk pengujian penetrasi telah rilis yang langsung diumumkan oleh pengembangnya Yuriy Stanchev. NetSecL 3.2 yang juga digunakan sebagai desktop menyertakan brand new LXDE yang diklaim memiliki kinerja dramtis lebih baik. NetSecl 3.2 juga mendapatkan banyak perbaikan dan kompatibilitasnya terhdap openSUSE 11.4 ditingkatkan. Kernel grsecurity telah diupdate ke versi Linux 2.6.32.8 dan isu ext4 yang ada ditemukan di grsecurity telah diperbaiki, termasuk masalah booting di VM dengan grsecurity. Hal baru lainnya adalah penyertaan Metasploit, Firefox 5, meng-update Exploit-db repository, dan grsecurity kernel.

PCLinuxOS 2011.07 "KDE MiniMe" (2011-07-14):
Bill Reynolds secara bertahap merilis desktop varian dan kali ini menerbitkan edisi PCLinuxOS 2011.07 "KDE MiniMe". Produk ini didisain untuk pengguna yang lebih berpengalaman dalam menginstalasi sistem berbasis KDE (versi 4.6.5) minimal untuk kemudian dikembangkan via repositori online. PCLinuxOS KDE MiniMe 2011.07 tersedia untuk komputer 32-bit (bisa dijalankan di komputer 64-bit) mengemas kernel Linux 2.6.38.8. Kernel lainnya seperti PAE kernel untuk komputer dengan memori diatas 4 GB juga disediakan di repositori PCLinuxOS. Peningkatan di versi ini termasuk X.Org Server yang di-update ke versi 1.10.3. Mesa di-update ke versi 7.10.3 dan libdrm ke versi 2.4.26.

Rilis-rilis lainnya termasuk:
  • Zentyal 2.0-4 (2011-07-03),
  • Fuduntu 14.10.1 (2011-07-04),
  • Sabayon Linux 6 "Core" (2011-07-04),
  • Deepin 11.06 (2011-07-05),
  • GParted 0.8.1-5 (2011-07-05),
  • Zorin OS 5 "Business" (2011-07-05),
  • Clonezilla 1.2.9-12 (2011-07-06),
  • JULinux8_Stable (2011-07-07),
  • IGOS-2011-update 6.0.1a (2011-07-07),
  • gparted-live-0.8.1-6 (2011-07-07),
  • Vinux 3.2.1 (2011-07-08),
  • AUSTRUMI 2.4.0 (2011-07-11),
  • Webconverger 8.5 (2011-07-13),
  • BlankOn 7.0-beta2 (2011-07-13),
Daftar Rilis 16-30 Juni 2011:
Distro-distro yang dirilis antara tanggal 16-30 Juni 2011, diawali dengan peluncuran distro terkecil Tiny Core Linux 3.7 (2011-06-16), kemudian distro khusus untuk balita DoudouLinux 1.0 (2011-06-17), selanjutnya Greenie Linux 9N (2011-06-17), Zorin OS 5 "Gaming" & "Multimedia" (2011-06-17), Fuduntu 14.10 (2011-06-18), Webconverger 8.0 (2011-06-19), Scientific Linux 5.6 (2011-06-21), OpenNode 1.1 (2011-06-22), Porteus 1.0 (2011-06-23), Sabayon Linux 6 (2011-06-23), Opensource-DVD 24.0  (2011-06-23), IGOS Nusantara 2011 v6.0.1 (2011-06-24), PCLinuxOS 2011.6 (2011-06-27), Vinux 3.2 (2011-06-28), Untangle Gateway 9.0 (2011-06-28), 4M LINUX All-in-One-Edition 2.2 (2011-06-28), Netrunner 3.2 (2011-06-29), dan Calculate Linux 11.6 (2011-06-30).

Minggu, 17 Juli 2011

Android 3.2 "Honeycomb" Dirilis

Direktur pengembangan Xavier Ducrohet mengumumkan rampungnya platform sistem operasi mobile Android 3.2. SDK (Software Development Kit) terkait termasuk emulatornya juga telah disediakan dan siap untuk diunduh.

Seperti pendahulunya, versi baru sistem operasi seri 3 "Honeycomb" unggulan Google ini ditargetkan untuk perangkat tablet. Diantara perbaikan untuk pengembang dan pengguna yang disebutkan Ducrohet adalah "Compatibility Mode" baru untuk memperbesar tampilan dari aplikasi-aplikasi yang umumnya diprogram untuk resolusi layar lebih kecil. Dengan demikian, maka aplikasi smartphone kini bisa ditampilkan lebih baik pada layar tablet dibandingkan kemampuan zoom yang digunakan sebelumnya dengan hasil kurang memuaskan.

Pengembangnya kali ini juga memperluas dukungan terhadap lebih banyak hardware, terutama untuk tablet ukuran 7 inci. Menggunakan fungsi "Media sync from SD card", Apps bisa langsung mengakses berkas Multimedia yang disimpan di kartu SD.

Beberapa perubahan terdapat pada antarmuka pemrograman dengan penempatan level API di level 13. Melalui "Extended screen support API", pengembangnya diberikan kebebasan untuk mengatur lebih banyak dalam hal menampilkan aplikasinya agar bisa pas dengan ukuran layar tablet yang beragam. Perbaikan juga pada output video yang telah mendukung format 720p.

Detil dari semua pembaruan dirinci di dokumentasi untuk Android 3.2 yang diterbitkan bersama rilis ini. Para pengembang bisa langsung memanfaatkan SDK yang telah tersedia, sementara untuk pengguna silakan menunggu update dari vendor hardware masing-masing. Beberapa vendor telah mengindikasikan rencana rilis produk baru yang mengemas Android 3.2 sebagai sistem operasinya, seperti halnya dilaporkan untuk Motorola dilaporkan disini dan sebuah tablet 7 inci dengan Androuid 3.2 juga sudah diperkenalkan Huawei di ajang pameran CommunicAsia di Singapura baru-baru ini.

Kamis, 02 Juni 2011

Android Untungkan Microsoft 5 Kali Lebih Banyak

Berdasarkan laporan analis Walter Pritchard dari Citibank, Microsoft diduga menerima pendapatan dari penjualan smartphone Android buatan HTC berupa pungutan lisensi sebesar 5 dollar per hape dan pemasok smartphone lainnya barangkali dipungut lebih tinggi atau paling tidak sama.

Dengan perhitungan bahwa jumlah smartphone Android besutan HTC terjual sebanyak 30 juta buah, maka penerimaan dari HTC saja diduga telah mencapai 150 juta dollar atau lima kali dari jumlah penerimaan yang dihasilkan dengan penjualan Windows Phone 7 yang diperkirakan jumlahnya sebanyak 2 juta buah.

Memang diakui bahwa Android berlandasan Linux telah menguasai pasar smartphone di Amerika, terdepan diantara sistem operasi mobile yang ada saat ini dan secara teoretis seharusnya bebas pungutan lisensi (pungli), namun Microsoft lebih cepat tanggap dan menemukan bahwa smartphone yang ditanamkan Android telah mengandung banyak komponen yang di USA hak paten-nya telah didaftarkan oleh Microsoft sebagai pemiliknya.

Agar tidak dituntut, sudah sejak lebih dari satu tahun HTC menandatangani perjanjian dan membayar pungutan yang disepakati. Hal yang sama disusul oleh pembuat smartphone Android lainnya dan bila tidak, mereka terancam diseret ke meja hijau. Kasus yang dialami toko buku Barnes & Noble berkaiten dengan Android merinci bagaimana sebuah proses negosiasi perjanjian semacam itu berlangsung.

Studi dari Citibank yang tidak merinci lebih detil tentang pembayaran yang dilakukan oleh HTC untuk memenuhi perjanjian tersebut, menduga bahwa Microsoft belum puas dengan tarif yang disepakati sebelumnya dan untuk pemasok smartphone Android lainnya mematok tarif lebih tinggi, namun dugaan seperti itu dalam kasus dengan HTC, seperti dikutip dari pemberitaan Bloomberg ternyata tidak dapat dikonfirmasi.

Semetara itu Business Insider menjebutkan hal yang sedikit berbeda dan mengidikasikan bahwa HTC bukan satu-satunya perusahan yang membayar pungli untuk pemanfaatan Android dan mengutip laporan yang diterbitkan Pritchards menyebutkan tarif lisensi antara 7,50 sampai 12,50 dollar untuk setiap perangkat Android.

Sebuah analisa yang dilakukan Florian Müller di Blognya Foss Patents menyebutkan bahwa dari 44 pertikaian atau tuntutan sejak Maret 2010 terkait dengan Android dan Google ditemukan hal yang spesial, bahwa bukannya "patent-trolls" menjadi inti permasalahan, melainkan raksasa TI seperti Microsoft, Oracle dan Apple diduga ingin menghasilkan uang dari hak atas pungutan lisensi terhadap Android.

Selasa, 19 April 2011

MIPS Siapkan Platform Pengembangan Android dan Linux

Produsen prosesor dengan arsitektur Mips aktif berupaya mendongkrak pangsa pasarnya disektor perangkat mobile yang saat ini didominasi oleh ARM. Untuk hal itu tersedia halaman web khusus untuk menarik pengembang dari kalangan Android dan Linux mendorong pemanfaatan arsitektur Mips dilingkungannya. Ditempat yang sama tersedia kode sumber Android untuk Mips, panduan untuk memportasi software, seperti juga sebuah Native Development Kit.

"Komunitas baru ini menunjukkan kemitmen yang berkelanjutan dan semangat open source diseputar core dan arsitektur MIPS, termasuk dilingkungan pelanggan kami dan platform hardware mereka", kata Art Swift, VP bagian merketing dan pengembangan bisnis di Mips Technologies.

Dari siaran pers yang menggarisbawahi upaya tersebut dirinci konten dari website tersebut yang dapat dimanfaatkan pengembang, termasuk:
  • Android on MIPS source code, porting instructions, a native development kit (NDK) for Android applications development on MIPS, and other Android resources
  • Linux on MIPS resources including kernel source code
  • Downloadable development tools including the MIPS NavigatorTM Integrated Component Suite (ICS) integrated development environment and GCC compilers for MIPS
  • How-to video tutorials for MIPS Navigator ICS including the "Multicore Debug Series"
  • Access to EJTAG debugger tools
  • Information about MIPS-Based development boards
  • Application notes and support forums for Android, Linux and developer tools
  • Blog postings from MIPS development engineers on developer-specific topics such as kernels, performance tuning and debug tips/tricks
  • Links to other MIPS community sites including mipsandroid.org and li

Tentang Arsitektur Mips:
MIPS (akronim untuk: Microprocessor without Interlocked Pipeline Stages) 
arsitektur komputer dengan set perintah 'reduced instruction set computer' 
(RISC) yang awalnya dikembangkan oleh MIPS Computer Systems (sekarang MIPS 
Technologies). Arsitektur MIPS mulanya menyokong 32-bit kemudian ditambahkan 
dengan 64-bit. Set perintah 'instruction set architecture (ISA)' dari MIPS 
telah mengalami banyak revisi termasuk MIPS I, MIPS II, MIPS III, MIPS IV, 
MIPS V, MIPS32, dan MIPS64. Revisi yang berlaku saat ini adalah MIPS32 
(untuk implementasi 32-bit) and MIPS64 (untuk implementasi 64-bit). 
Baik MIPS32 maupun MIPS64 menentukan definisi atas 'control register set' 
seperti juga 'instruction set.'

Implementasi MIPS umumnya dimanfaatkan untuk sistem embedded seperti 
perangkat mobile, routers, residential gateways, dan konsol game video 
seperti Sony PlayStation 2 dan PlayStation Portable. MIPS juga mentenagai 
perangkat-perangkat besutan Digital Equipment Corporation, NEC, Pyramid 
Technology, Siemens Nixdorf, Tandem Computers dan lainnya di sekitar akhir 
dasawarsa 1980an dan di 1990an. Seputar pertengah sampai penghujung 1990an, 
diestimasikan bahwa satu dari tiga mikroprosesor RISC yang diproduksi 
merupakan implementasi dari MIPS. Banyak universitas atau sekolah kejuruan 
dunia juga menawarkan pembelajaran atau kursus tentang arsitektur MIPS.

Rabu, 02 Maret 2011

Android Police Amankan 21 Aplikasi Android Market

Google telah menyingkirkan sebanyak 21 aplikasi dari Android Market karena terbukti mengandung malware, yaitu semacam virus yang bisa mengintai dan mencuri data pemilik perangkat Android. Disebutkan sekitar 50.000 telah terlanjur memasang aplikasi-aplikasi jahat tersebut di perangkat Androidnya.

Google menanggapi laporan bersasal dari Android Police yang mensinyalir adanya 21 aplikasi di Android Market yang mengandung kode pemrograman yang tidak diinginkan, kemudian menyingkirkan aplikasi dimaksud lima menit kemudian.

Pada dasarnya Google senantiasa memeriksa setiap aplikasi terhadap kemungkinan kandungan malware sebelum aplikasi itu boleh dipajang di Android Market. Namun belum diketahui bagaimana bisa terjadi 21 aplikasi diselundupkan dan lolos dari pemeriksaan tersebut, dan untuk itu belum ada yang bisa memberi keterangan lebih rinci.

Menurut Android Police, ternyata semuanya dari 21 aplikasi tersebut adalah berasal dari satu pengembang dan semua aplikasi tersebut memiliki otoritas root atau bisa mengambil alih hak kendali terhadap sistem operasi Android termasuk mengumpulkan data pribadi dari pemiliknya.

Senin, 07 Februari 2011

Google Diserbu Pelamar Pekerjaan

Peluang berkarya di Google belum sempat dibuka secara resmi, perusahan ini sudah diserbu pelamar Job yang dalam seminggu jumlahnya melampaui 75.000. Menurut pernyataan yang dikutip dari media di Internet menyebutkan bahwa salah satu juru bicara Google mengatakan jumlah pelamar sebesar itu merupakan rekor sejak berdirinya Google.

Di Blog resminya Google menyebutkan bahwa dalam tahun ini berniat untuk meningkatkan jumlah karyawannya sebesar 25 persen atau membuka sekitar 6.000 jobs baru. Kian hari memang kian banyak bidang yang digeluti Google di dunia maya dan untuk itu dibutuhkan banyak orang-orang pintar yang akan memenuhi ambisi tersebut. Salah satunya adalah sektor mobile yang tahun lalu disebutkan tumbuh sangat cepat. Sistem operasi mobile besutan Google Android yang berbasis Linux misalnya telah ditanamkan di banyak perangkat mobile dan saat ini sedang berlomba untuk merebut posisi utama bersaing ketat dengan iOS besutan Apple. Google juga memerlukan pengembang software dan pemasaran untuk sistem operasi di PC, atau untuk menyempurnakan mesin pencarinya. Tahun lalu Google telah meningkatkan jumlah karyawannya sebanyak 4.500 menjadi total 24.400 karyawan.

Tidak salah lagi bila Google dianggap sebagai salah satu tempat berkarya yang paling banyak diminati di Amerika dan serbuan pelamar minggu lalu membuktikan hal tersebut. Untuk mendapatkan karyawan terbaik perusahan ini harus bersaing dengan perusahan lain seperti Facebook yang tidak kalah menariknya bagi karyawan berbakat. Agar karyawan yang diandalkannya mau bertahan, baru-baru ini Google menaikkan gaji karyawan sebesar 10 persen dan tidak jarang menjanjikan jutaan dollar agar programer terbaiknya tidak hengkang. Google juga mengembangkan sayapnya di wilayah Asia Tenggara dan beberapa hari lalu telah membuka kantornya di Malaysia.

Rabu, 08 Desember 2010

Android 2.3: Faedahnya Gingerbread Untuk Pengembang

Bersamaan dengan peluncuran versi 2.3 sistem operasi mobile Android Gingerbread berikut Software Develoment Kit (SDK) terkait, Google sekaligus telah meng-update SDK Tools, Native Development Kit (NDK) dan Android Development Tools (ADT) Plugin untuk Eclipse.

Perkakas tersebut menyediakan fungsi-fungsi yang memudahkan Debugging untuk Software artifacts, penggunaan HierarchyViewer dan menyertakan visual Layout-Editors yang baru. Sedangkan perubahan mendasar terhadap antarmuka Android direncanakan bersama versi 3.0 (Codename "Honeycomb") mendatang bersama dengan ketersediaan perkakas pengembangan GUI yang diperlukan.

Kecuali itu tersedia bersama ProGuard sebuah Obfuscator telah terpasang yang memungkinkan untuk menyisipkan kode yang dibuat pengembang menjadi bagian integral dari sebuah Release-Builds.

Garbage Collector dari Dalvik VM yang baru, disamping mendukung WebM-Multimediaformats berlisensi bebas dan Videocodec VP8, juga membantu peningkatan akselerasi tampilan aplikasi di layar yang sekaligus meningkatkan kinerja aplikasi game yang dijalankan di Gingerbread. Untuk hal yang sama Gingerbread juga didukung oleh EGL/OpenGL for Embedded Systems (ES) dan OpenSL ES, yaitu antarmuka pemrograman untuk pengembangan grafik 3D berikut aplikasi audionya.

Aplikasi Android yang menggunakan kode pemrograman nativ bisa memroses kejadian-kejadian yang datangnya dari input maupun dari sensor dan langsung bisa dilibatkan dengan kode nativ mereka. Disamping itu Gingerbread mendukung komunikasi yang menyokong VoIP dan SIP seperti juga keamampuan untuk mendeteksi hardware baru bahkan sensor Gyroscope dan NFC-Chips. Menggunakan NFC (Near Field Communication) dapat dideteksi label sederhana sebuah produk yang umum digunakan di pasar swalayan atau untuk membaca tiket masuk maupun kartu pengenal.

Penjelasan lebih rinci, seperti juga segala tentang pembaruan dapat disimak di situs "Platform Highlights" yang berkaitan dengan rilis baru ini.

Selasa, 26 Oktober 2010

Microsoft Bebankan Biaya Lisensi Atas Android?

Menurut liputan Digitimes yang menggali dari sumber kalangan produsen hardware di Taiwan, disebutkan bahwa Microsoft ingin membebankan biaya lisensi terhadap produk smartphone Android buatan Acer dan Asus. Android adalah sistem operasi bebas dan pengembangnya Google tidak memungut biaya apapun dari pengguna, namun  belum ada yang memastikan apakah semua komponennya telah bebas dari klaim hak paten.

Microsoft mengklaim adanya beberapa pelanggaran dari Android berkaitan dengan paten terutama untuk komponen Email dan Multimedia. Dilihat dari kacamata Microsoft, setiap pembuat smartphone dengan sistem operasi Android: "maju kena, mau mundurpun kena." Dan dari apa yang telah terjadi, mudah diduga bahwa Microsoft menginginkan imbalan seperti halnya dengan kesepakatan bersama HTC yang juga memproduksi smartphone Android, atau membawa pembangkang Pungli (Pungutan Lisensi) ke meja hijau seperti contoh soal terhadap Motorola baru-baru ini.

Seiring dengan popularitas sistem operasi bebas Android belakangan ini, tidak semua pihak merasa nyaman bila konsumen menggandrungi Android kemudian banyak yang mempersalahkan keberadaannya (Android). Baik ditilik dari kasus tuntutan Apple terhadap HTC dan Oracle terhadap Google, maupun saling tuntut antara Apple dan Nokia, para pengamat hampir sepakat bahwa semua target bermuara di Android yang mulai naik daun.

Kamis, 30 September 2010

Pilihan Pengembang Aplikasi: Android atau iOS?

Peneliti pasar IDC dan perusahan Open Source Appcelerator melakukan jajak pendapat pada sekitar 2400 pengembang aplikasi yang menggunakan platform pengembangan Titanium berbasis sumber terbuka dan menemukan bahwa sekitar 70 persen dari peserta mengutamakan Android. 

Alasan yang diberikan atas pilihan itu karena Android jalan di banyak perangkat, namun kelebihan itu baru dirasakan dalam jangka waktu yang panjang karena saat ini Apple iOS masih mendominasi pasar dan menjanjikan profit yang lebih besar.

Hal itu dicerminkan dari pilihan 90 persen peserta yang saat ini tertarik menempatkan aplikasi di I-Phone-Apps, sementara hal yang sama hanya 80 persen untuk Android. Dilain pihak, para pengembang ternyata lebih tertarik untuk menempatkan aplikasinya Android-Tablets ketimbang di komputer baki I-Pad.

Masalah utama yang menjadi beban Android sebagaimana dilaporkan IDC dan Appcelerator adalah persepsi fragmentasi yang masih kuat terhadap Android dibandingkan iOS dari verdor tunggal.

Dalam hal TV Android menang tipis, yaitu 44 persen yang mengutamakan Google TV dibandingkan 40 persen untuk Apple TV. Sementara Google telah memulai pembicaraan dengan pengembang tentang Google TV, keberadaan Apple TV masih digosipkan.

Scott Ellison, kepala bidang Mobile & Wireless di IDC, berpendapat bahwa hal terakhir merupakan kesempatan emas bagi perusahan penyiar TV: "Apps akan mengubah kebiasaan pemirsa TV seperti halnya kebiasaan menggunakan perangkat mobile lainnya..."

Dokumen hasil penelitian yang diterbitkan IDC dan Appcelerator (PDF, 16 halaman) dapat diunduh dengan ringkasan yang memuat data terpenting untuk diliput media.

Perusahan software Appcelerator asal Mountain View di Kalifornia adalah vendor dibalik platform pengembangan software Titanium berbasis open source yang mengaplikasikan lisensi Apache License 2.0. Sebanyak 2400 peserta jajak pendapat merupakan bagian dari sekitar 70.000 pengguna platform Titanium.

Rabu, 04 Agustus 2010

OS Smartphone: Android Salib iPhone?

Berdasarkan laporan peneliti pasar Nielsen, Android pada kwartal kedua 2010 telah digunakan oleh 27 persen smartphones terjual sebagai sistem operasi mobile, sementara Apple iPhone OS memperoleh porsi 23%. Pergeseran penggunaan Smartphones diantara pengguna telepon genggam menurut laporan The Nielsen Company meningkat sekitar 2 sampai 3 persen per quartal dan saat ini mencapai 25% dari jumlah pengguna mobile di USA. Tren ini akan terus meningkat dan diprediksi bahwa jumlah pengguna smartphone akan lebih banyak dari telepon genggam biasa menjelang akhir tahun 2011.

Diantara pemain Smartphones saat ini, perangkat dengan BlackBerry OS menguasai sekitar 35% pangsa pasar, sementara Apples iPhone OS mendapat 28%. Windows Mobile melorot dan saat ini memperoleh 15%, dilain pihak Android meningkat terus sejak kwartal ke 4 tahun 2009 dan kini telah menguasai rata-rata 13%. Sistem Linux lainnya, Symbian OS dan Palm OS sisanya total 2%.

Bila diteliti hanya posisi kwartal 2 tahun 2010 maka Android menguasai 27% sebagai nomor 2 setelah BlackBerry OS (33%) dan masih diatas iPhone OS (23%). Di kwartal ini Windows Mobile memperoleh 11%.

Menguji kesetiaan para pengguna smartphone yang sedang berfikir untuk beralih model, maka iPhone merupakan favorit utama, diamana 89% dari pemilik iPhone menurut Nielsen ingin tetap memilih merek yang sama, sementara hanya 6% ingin beralih ke Android. Pengguna Android yang ingin tetap memilih OS yang sama sebanyak 71% dan 21% mendambakan iPhone sebagai smartphone idamannya. Tingkat kesetiaan paling rendah menurut laporan Nielsen adalah para pengguna BlackBerry OS yang hanya 42% masih merencanakan tetap bersama BB pada kesempatan ganti Smartphone berikutnya.

Peneliti pasar lain Canalys yang juga mengamati pasar smartphone dengan data berdasarkan pasar global mencatat peningkatan sebesar 880%.