Tampilkan postingan dengan label Red Hat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Red Hat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Oktober 2013

Peningkatan ke-10 Untuk Red Hat Enterprise Linux 5

Red Hat telah menerbitkan update kesepuluh untuk Red Hat Enterprise Linux 5 (RHEL 5) menyempurnakan dan mengaktualisasi dukungan hardware, pembaruan perangkat lunak dan koreksi atas kekliruan yang ditemukan selama ini. Selain itu, rilis baru ini mengemas semua update keamanan yang dirilis hingga saat ini.

Berbeda dengan update pada umumnya yang sekedar menyediakan perbaikan secara berkala untuk permasalahan yang ada, update yang ditawarkan Red Hat Enterprise Linux jangkauannya lebih dalam, disamping melakukan korektur juga menyediakan perubahan fungsional dan inovasi. Dengan demikian, produk RHEL versi 5.10 (Update 10) walaupun masih menggunakan kernel 2.6.18, namun telah ditambahkan ekstensi sebagai peningkatan fitur terhadap rilis sebelumnya.

Sebagai contoh, sistem ALSA telah diperbarui agar bisa mendukung lebih banyak kartu. Selain itu, Red Hat Enterprise Linux 5.10 menyertakan opsi baru panic_on_io_nmi yang memungkinkan pengguna untuk menentukan perilaku ketika interupsi non-maskable (NMI) terjadi. Kecuali itu, driver cciss telah diperbarui dan mendukung, antara lain server Proliant dengan teknologi HP SAS Smart Array.

Perubahan lain dalam distribusi ini juga termasuk update untuk paket-paket perangkat lunak yang disertakan. Yang baru misalnya adalah fitur MySQL 5.1 dan 5.5, yang dapat khusus diinstal berupa sarana alternatif paket metadata. Dengan demikian, Red Hat dapat mengemas RHEL 5.10 dengan tiga versi untuk MySQL. Paket-paket baru pada perpustakaan gcc juga telah mengakumulasikan pustaka GCC-Runtime, yang pada versi RHEL 5.9 masih terpisah.

Selanjutnya, RHEL 5.10 menyediakan kemungkinan dan opsi yang lebih luas dalam pengelolan langganan layanan (subscriptions). Menggunakan "Red Hat Support Tool", akses portal dukungan ("Support and Knowledge Portal) menjadi lebih mudah. Disisi keamanan RHEL 5.10 juga telah dipersenjatai dengan OpenSCAP, sebuah scanner untuk Security Content Automation Protocol. Daftar semua perubahan, koreksi dan paket yang diperbarui dapat ditelusuri di catatan rilis untuk versi ini.

Red Hat Enterprise Linux 5.10 tersedia dan dapat diunduh dari Red Hat Network (RHN) dalam rangka layanan dukungan (subscription) bagi yang telah memiliki akun RHN.

Selasa, 08 Januari 2013

Red Hat Enterprise Linux 5.9 Telah Rilis

Siaran Pers tanggal 8 Januari 2013:

Red Hat, Inc. (NYSE: RHT), salah satu penyedia layanan berbasis solusi open source, mengumumkan ketersediaan versi RHEL 5.9, merupakan bagian dari rangkaian rilis perbaikan minor untuk produk sumber terbuka skala perusahan Red Hat Enterprise Linux 5.

Rilis ini, sebagaimana disebutkan dalam siaran pers yang diterbitkan pada hari ini, adalah juga merupakan awal dari siklus "Production Phase 2" dari Red Hat Enterprise Linux 5, sekaligus menunjukkan upaya perusahan Red Hat dalam hal memelihara dan mengamankan investasi pelanggan pada platform ini. Red Hat melestarikan komitmennya mendukung siklus hidup (lifecycle) selama 10 tahun dengan menawarkan sejumlah fitur-fitur baru, termasuk peningkatan dukungan terhadap hardware, pengamanan, standar dan sertifikasi, perkakasan untuk pengembang, virtualisasi dan lainnya.

Seperti pada semua rilis-rilis minor, Red Hat Enterprise Linux 5.9 memelihara kompatibilitas mundur dengan semua platform hardware dan software lintas lifecycle pada Red Hat Enterprise Linux 5. Disamping itu, Red Hat Enterprise Linux 5.9 juga merupakan ruang pamer untuk sejumlah peningkatan, termasuk:
  • Meningkatkan dukungan terhadap vendor-vendor hardware utama. Red Hat Enterprise Linux 5.9 adalah contoh kerjasama yang kuat dengan pembuat hardware utama dalam meningkatkan dukungan terhadap CPU terbaru, chipset dan peningkatan device driver.
  • Melanjutkan komitmen terhadap Sekuriti, Standar dan Sertifikasi. Red Hat Enterprise Linux senantiasa dibangun dengan pemikiran keamanan, untuk itu Red Hat Enterprise Linux 5.9 telah memperkuat komitmen tersebut. Update fitur-firur tersebut mengetatkan kontrol keamanan, kemampuan dalam memverifikasi dan memeriksa ketahanan dari passwords dan mendukung kebijakan password terbaru permintaan pemerintah. Juga menambahkan dukungan untuk penggunaan modus Federal Information Processing Standard (FIPS) dengan perangkat dmraid root. Modus FIPS kini mendukung RAID device discovery, RAID set activation, dan meragakan properti untuk creation, removal, rebuild dan display.
  • Tools untuk para Pengembang. Red Hat Enterprise Linux 5.9 menyertakan sejumlah fitur dan perkakasan yang ramah bagi para pengembang, termasuk kemampuan untuk mengembangkan dan menguji coba menggunakan versi terbaru dari open source Java yang tersedia pada OpenJDK 7. Banyak perbaikan pada SystemTap yang baru telah ditambahkan di Red Hat Enterprise Linux 5.9, termasuk compile-server dan dukungan klien pada jaringan IPv6, berkas SystemTap yang lebih kecil, mengkompail lebih cepat, dan dukungan untuk server kompail pada koneksi multiple konkuren (secara bersamaan).
  • Peningkatan dukungan Aplikasi. Red Hat Enterprise Linux 5.9 menyertakan sebuah paket rsyslog5 baru, yang memberi peningkatan rsyslog ke versi utama 5 dan merupakan paket rsyslog yang yang lebih cepat dan lebih handal dari pada paket-paket rsyslog yang disertakan di rilis-rilis RHEL sebelumnya. Samba juga telah ditingkatkan ke versi 3.6 berikut penyertaan sejumlah fitur baru, termasuk dukungan SMB2, sebuah print server yang telah dibangun ulang dan perbaikan keamanan default pada semua versi.
  • Kemampuan dan fleksibilitas virtualisasi baru pada lingkungan Multi-vendor. Red Hat Enterprise Linux 5.9 meningkatkan kegunaan (usability) sistem operasi dalam lingkungan multi-vendor dengan mengenalkan Microsoft Hyper-V drivers yang telah memberi peningkatan kinerja, terutama kegunaan pada tamu di sistem heterogen, lingkungan virtualisasi multi-vendor dan menyediakan perbaikan untuk fleksibilitas maupun interoperabilitas pada perusahan.
  • Pengelolaan Subscription lebih baik. Red Hat Enterprise Linux 5.9 menggunakan fitur Red Hat Subscription Management sebagai default, yang memungkinkan pelanggan lebih efektif dan lebih mudah mengelola langganan layanan (subscriptions) Red Hat Enterprise Linux secara lokal atau dengan perkakas (tools) seperti Subscription Asset Manager, yang semuanya memberi peningkatan dalam pembuatan laporan tentang distribusi dan utilisasi dari subscription, disamping memperbaiki user interface. Pelanggan dipersilakan untuk mengakses bagian Subscription Management pada Red Hat Customer Portal untuk keterangan lebih rinci.
Pelanggan dapat mengunduh versi Red Hat Enterprise Linux 5.9 disini, dan untuk mendapat informasi lebih detil tentang Red Hat Enterprise Linux silakan baca disini, atau informasi tentang Red Hat Enterprise Linux lifecycle klik disini.

Tentang Red Hat, Inc.
Red Hat adalah "world’s leading provider" untuk solusi software sumber terbuka (open source software), menggunakan pendekatan yang ditenagai komunitas untuk menyediakan awan yang handal dengan kinerja tinggi (reliable and high-performing cloud), Linux, middleware, storage dan teknologi virtualisasi. Red Hat juga menawarkan layanan dukungan "award-winning", training, dan layanan konsultasi. Sebagai hub tersambung dengan jaringan perusahan global, mitra, dan komunitas sumber terbuka, Red Hat membantu dalam menciptakan teknologi yang relevan, innovatif disamping membebaskan sumber daya untuk pertumbuhan dan persiapan pelanggan menghadapi masa depan teknologi informasi. Baca lebih jelas di situs resminya http://www.redhat.com.

Red Hat dan JBoss adalah merek-merek dagang (trademarks) milikf Red Hat, Inc., terdaftar di the U.S. dan negara lainnya. Linux® adalah trademark terdaftar milik Linus Torvalds di the U.S. dan negara lainnya.

Selasa, 04 September 2012

Ajang Acara Red Hat Forum 2012 di Jakarta

Bermitra dengan vendor HP dan Symantec, Red Hat menggelar forum diskusi dan informasi seputar komputasi awan. Ajang acara yang berlangsung hari Selasa minggu ini di Hotel Shangrilla menyampaikan informasi bagi yang merencanakan migrasi infrastruktur TI dan aplikasi mereka ke awan (Cloud), sementara tetap mengamankan investasi yang ada.

Topik utama yang dibahas di forum Red Hat ini mengungkapkan upaya peningkatan nilai bisnis di era baru TI dengan strategi yang mengadopsi awan hibrida (hybrid clouds) disamping memberdayakan platform, virtualisasi, Middleware dan storage.

Ajang acara Red Hat Forum 2012 di Jakarta diawali dengan sambutan oleh Mr. Dirk-Peter van Leeuwen, Vice President and General Manager, Red Hat Asia-Pacific, yang mengatisipasi kecenderungan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik. Untuk itu, Mr. van Leeuwen menjanjikan dukungan dan komitmen pihak Red Hat sepenuhnya terhadap pasar dan pelanggan di Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan Keynote yang pada dasarnya mengajak peserta membangun awan hibrida: 'Build Your Open Hybrid Cloud Today' dibawakan oleh Mr. Damien Wong - General Manager, Red Hat ASEAN.

Red Hat meyakini bahwa komputasi awan (Cloud computing) bukanlah sebuah revolusi melainkan evolusi dan perusahan dapat menentukan kapan saja memulai perjalannya menuju ke awan. Untuk itu Red Hat senantiasa akan menyediakan solusi yang cocok untuk masing-masing pelanggannya.

Mr. Damien mengutip peringatan yang pernah (2010) disampaikan oleh CEO Red Hat: James Whitehurst yang menyebutkan bahwa sebuah arsitektur Cloud harus menjamin aplikasi-aplikasi dapat dipindahkan kemana saja setiap saat, atau bila tidak maka ia bisa menjadi biang dari semua ketergantungan (the mother of all lock-ins). Agar hal tersebut dapat dihindarkan maka, - Red Hat yang mengaku sejak awal tetap berkomitmen terhadap Open Source, - telah menetapkan pilihannya untuk mengadopsi konsep hibrida sebagai sebuah 'Open Hybrid Cloud', dan mengajak pelanggannya berangkat ke awan sambil memberdayakan investasi infrastruktur TI yang ada.

Sekali lagi Mr. Damien Wong tampil sebagai moderator dalam acara 'Red Hat Forum Panel Discussion' yang bertemakan: 'Accelerate Business Results With Hybrid Cloud', menghadirkan prinsipal Mr. Erik Van Der Wurff - HP Principal Consultant Data Center Transformation and Cloud, APJ Region dan Mr. Michael Sladin - Director, Global Strategic Partners (Asia Pacific & Japan) Symantec Corporation berikut dua klien yang mewakili perusahan Plaza Indonesia dan Telkomsel.

Akhir dari sesi pertama diisi dengan acara 'The Quest For The Cloud' yang dibawakan oleh kedua prinsipal Mr. Erik Van Der Wurff dari HP dan  Mr. Michael Sladin dari Symantec yang secara komprehensif menjelaskan produk mereka yang menjadi bagian dari dukungan untuk komputasi awan.

Setelah rehat, acara dibagi menjadi dua sesi yang masing-masing membahas 'Building An Intelligent and Integrated Enterprise with Red Hat', sementara sesi kedua membahas dua topik yaitu 'Mission Critical Server Redefined: The UNIX Killer' dibawakan oleh wakil dari Fujitsu dan 'Getting the Best Out of Red Hat Enterprise Linux in Your Cloud Environment'.

Jumat, 22 Juni 2012

Peningkatan di RHEL 6.3

Peningkatan ketiga (RHEL 6.3) dari sistem operasi skala perusahan Red Hat Enterprise Linux tersedia, satu setengah tahun setelah rilis perdananya versi RHEL 6.0. Versi terakhir ini tetap mengemas Kernel 2.6.32 seperti pada versi update sebelumnya, namun ia telah mendapatkan cukup banyak perbaikan. Disamping peningkatan dukungan terhadap hardware, juga perbaikan pada kecepatan dan efisiensi RHEL 6.3 secara keseluruhan, termasuk perluasan pada fitur Virtualisasi, pada sistem penyimpanan data dan sistem berkas, disamping perbaikan pada fungsi sistem keamanan.

Perkakas baru Virt-P2V yang disertakan, memungkinkan konversi dari sistem komputer fisik menjadi sebuah Images untuk dipasang sebagai Hypervisor KVM. Sistem virtualisasi kini dibangun untuk lebih banyak mendukung kesesuaian dengan sistem Payment Card Industry Data Security Standards (PCI-DSS), yang mewajibkan virtual disks bisa dihapus tuntas dan aman. Peningkatan pada implementasi untuk Advanced Encryption Standard (AES) diklaim bisa jalan lebih cepat terutama pada sistem dengan banyak prosesor.

Batasan jumlah CPU virtual yang didukung pada satu mesin virtual telah ditingkatkan dari 64 ke 160, sementara memori maksimal ditingkatkan dari 512 GB menjadi 2 TB. Red Hat menekankan bahwa mesin-mesin virtual kali ini bekerja lebih efisien dari pada sebelumnya, berkat jumlah perbaikan yang telah dilakukan untuk KVM cukup banyak.

Sistem berkas GFS2 juga mendapatkan perbaikan dan dioptimalkan. Sistem berkas (file system) FUSE kini mendukung opsi O_DIRECT, yang memungkinkan untuk menuntaskan operasi lebih cepat. Dukungan sepenuhnya untuk target Fibre Channel over Ethernet (FCoE) kini telah diresmikan, dimana sebelumnya pada versi RHEL 6.2 masih berstatus ujicoba atau technical preview. Fitur Logical Volume Manager (LVM) kini telah mendukung langsung RAID 4, 5 dan 6. Kecuali itu, memori yang digunakan untuk logical volume, tidak lagi perlu dialokasikan sebelumnya, namun pada saat diperlukan saja.

Perbaikan juga dilakukan pada System Security Services Daemon (SSSD), yang kini mendukung Netgroups and Services Maps secara nativ. Menggunakan Plug-in baru mempermudah pengguna atau komputer baru untuk bergabung dengan sistem pengelola identitas.

Pembaruan lainnya termasuk software untuk mengatur lebar pita (bandwidth) pada USB 3.0 pada setiap platform Intel, optimasi kompiler untuk keluarga prosesor Intel Xeon E5, perbaikan pada Breakpoints dan pengenalan OpenJDK 7, sebagai sebuah implementasi bebas untuk Java. Menggunakan Software Collections yang baru, kini dimungkinkan untuk menginstalasi aneka versi paket RPM secara serentak.

Menurut catatan rilis, perbaikan yang dilakukan pada RHEL 6.3 jumlahnya tidak kurang dari 269 Paket, dan 18 Paket telah ditambahkan termasuk LibreOffice dan perkakas untuk Screencast Byzanz, disamping peningkatan Rsyslog ke versi 5.

Rabu, 16 Mei 2012

Red Hat Enterprise Linux Satu Dasawarsa

Diantara produk Open Source yang dikomersialisasikan, tidak diragukan lagi bahwa Red Hat Enterprise Linux (RHEL) merupakan salah satu produk yang paling berhasil. Model bisnis yang diterapkan Red Hat bersama peluncuran Red Hat Enterprise Linux di bulan Mei sepuluh tahun yang lalu merupakan layanan langganan dukungan yang untuk kali pertama tersedia menggunakan kode sumber terbuka (Open Source).

Pada hakekatnya, Red Hat menyediakan solusi yang memungkinkan perusahan memiliki infrastruktur TI lebih efisien, disamping solusi-solusi yang umum diperlukan pada setiap perusahan. Produk layanan yang ditawarkan Red Hat ternyata diterima baik di sejumlah sektor industri termasuk di sektor-sektor Keuangan, Telekomunikasi, Media, Logistik dan Perdagangan.

Bersamaan dengan ulang tahun ke 10 yang jatuh pada tanggal 16 Mei 2012, Red Hat menerbitkan Timeline yang menjabarkan pengembangan RHEL berikut masing-masing Milestones terpenting. Red Hat Linux Advanced Server 2.1 misalnya, adalah produk pertama di jajaran produk RHEL yang diluncurkan 10 tahun lalu, tidak lama setelah versi Red Hat Linux (RHL) 7.3 dirilis. RHL yang menjadi tulang punggung Red Hat sebelumnya, tetap dipertahankan tidak lebih dari satu setengah tahun setelah peluncuran RHEL. RHL 9 merupakan versi terakhir sebelum proyek Red Hat Linux diserahkan sepenuhnya kepada komunitas sebagai proyek Fedora Core (kemudian Fedora Project). Proyek Fedora didukungan langsung oleh Red Hat dan sampai saat ini tetap menjadi Basis untuk pengembangan RHEL selanjutnya.

Penjualan produk bebas RHL sejak tahun 1993 dalam kemasan berupa box berwarna merah yang berisi CD dan buku manual (termasuk dukungan instaslasi via telepon), ternyata cukup menguntungkan. Berbekal produk yang sama, Red Hat mampu meraih omset 42 juta dollar pada tahun 2000 (saat itu beredar RHL 6.2 “Zoot”). Bersamaan dengan setiap penerbitan RHL versi baru, Red Hat juga mengikhlaskan CD-ISO untuk sistem operasinya (binary) berikut kode sumbernya (sources) yang senanatiasa dapat diunduh publik secara cuma-cuma dan sangat popular dikalangan sysadmin.

Nyaris semua Software yang dikembangkan Red Hat dibebaskan dibawah naungan lisensi Open Source. Salah satu perkecualian adalah kode untuk manajemen sistem berbasis web untuk Red Hat Network. Namun beberapa tahun lalu, Red Hat membebaskan program tersebut dan kodenya juga telah menjadi bagian dari platform manajemen sistem untuk Suse Linux.

Lama sebelum era RHEL, Red Hat juga mengembangkan bisnis pelatihan  berupa program pelatihan Red Hat Certified Engineer (RHCE) yang digelutinya sejak tahun 1997. Mulai Mei 2002 Red Hat berpaling dan memusatkan perhatiannya pada produk skala perusahan yang kemudian dikenal baik dengan Red Hat Entreprise Linux.

Paul Cormier, President of Products and Technologies di perusahan Red Hat, dalam sebuah Webcast yang berkaitan dengan ultah ke 10, mengatakan bahwa perubahan model bisnis yang dilakukan oleh perusahan Open Source Red Hat saat itu merupakan keputusan yang tepat. Disamping itu, Cormier juga mengakui adanya kekliruan yang dilakukan Red Hat pada integrasi teknologi virtualisasi di RHEL-5, yang seharusnya menyertakan sistem manjemen lebih baik agar pengelolaan sistem virtual menjadi lebih mudah.

Edisi RHEL aktual saat ini adalah RHEL6 update 2 atau versi 6.2. Sementara itu versi RHEL7 mendatang telah direncanakan untuk diluncurkan sekitar belahan 6 bulan kedua tahun 2013. Dengan demikian generasi ke 7 RHEL akan tiba 3 tahun setelah RHEL6 diterbitkan, yaitu sesuai dengan jadwal update utama (major), sementara update minor antara versi 6.1, 6.2 dan 6.3 dilakukan sekali setiap 6 bulan.

Berkaitan dengan komputasi awan dan Cloud Platform, Red Hat menjanjikan lebih banyak dukungannya, namun mengakui belum siap untuk mengintegrasikan platform awan terbuka OpenStack di RHEL. Menurut sumber yang sama, Red Hat dimasa mendatang akan lebih intensif mendukung hybrid Clouds terbuka agar pengguna lebih mudah melakukan migrasi antar Clouds pribadi dan Clouds publik, disamping menjanjikan peningkatan disisi Linux agar ia berjalan lebih sempurna di semua sektor bisnis.

Sebagai salah satu tolok ukur suksesnya Red Hat, dapat dibaca pada laporan keuangan Red Hat yang selama ini senantiasa mencatat keuntungan yang solid dari tahun ke tahun. Dalam laporan tahunan yang ditutup pada akhir bulan Februari 2012 lalu, tertera pencapaian omset melampai ambang satu miliar dollar yang belum pernah diraih oleh perusahan lain menggunakan produk open source.

Selasa, 06 Desember 2011

Red Hat Enterprise Linux 6.2 Dirilis

Sekitar satu tahun sejak generasi RHEL 6 diluncurkan, Red Hat merilis update ke dua yang mengemas perbaikan terutama di sisi kinerja dan skalabilitas. RHEL 6.2 telah lulus pada SAP-SD-Benchmark menggunakan Server dengan prosesor ber-inti 18 (Core) dan diklaim merupakan kinerja terbaik yang pernah diraih sebuah sistem Linux. Pengelolaan sumber daya kali ini mendapatkan peningkatan dengan memungkinkan pengaturan terhadap nilai maksimal dari CPU-Time, atau penentuan mesin virtual dengan pengaturan skala prioritas untuk masing-masing layanan (Services).

Add-On untuk "high availability" kini dapat dimanfaatkan untuk sistem tamu VMware, termasuk akses terhadap sistem berkas cluster GFS2. RHEL 6.2 juga menyokong ekstensi iSCSI untuk RDMA. Dengan demikian protokol RDMA sekarang dapat dimanfaatkan untuk mengakses perangkat penyimpanan (Storage) melalui sambungan Ethernet. Sebuah pengaturan identitas (Identity Management) terpusat berikut sambungan ke Active Directory diklaim dapat memangkas beban admin pada infrastruktur Linux. Kecuali itu perbaikan telah dilakukan untuk meningkatkan throughput data di jaringan dan pada sistem berkas Ext4.

Pengumuman rilis selengkapnya dapat dibaca di siaran pers yang diterbitkan pada tanggal 6 Desember 2011, berikut rincian pembaruan pada versi Red Hat Enterprise Linux 6.2 [PDF 10 halaman].

Selasa, 30 Agustus 2011

Red Hat Rilis Video Dokumentasi OSS

Distributor Linux Red Hat merilis video dokumentasi tentang sejarah perusahan Red Hat dan Open Source Software (OSS) termasuk proyeksi masa depan dari Open Source.

Video yang dibuat oleh tim Red Hat Films dengan titel "Default to Open: The Story of Open Source and Red Hat" merupakan dokumentasi tentang perusahan Red Hat yang mengedepankan perkembangan dan keterkaitannya yang erat dengan open source, mulai dari masa lampau, masa kini dan di masa mendatang. Video ini juga menunjukkan bagaimana Open Source mampu memberikan pengaruh yang kuat terhadap keberhasilan Red Hat yang meniti bisnis dengan produk bebas berbasis Open Source.

"Default to Open" meliput terutama situasi lingkungan bisnis Open Source di era dasawarsa 80an dan 90an abad yang lalu, tatkala Open Source digalang oleh Richard Stallman sebagai software bebas. Selai itu ditunjukkan bagaimana awal dari proses berdirinya Red Hat, jualan media (Linux kemasan), IPO (masuk bursa saham di NY), pertubuhan bisnis yang cepat dan dampaknya terhadap industri software lainnya. Di babak terakhir dibahas mengenai proyeksi Open Source di masa mendatang.

Film video selama 27 menit yang disimpan di YouTube, mengutip dan meliput tentang Richard Stallman dan Linus Torvalds, namun sayangnya dalam video tidak berbicara langsung. Tokoh-tokoh yang ditampilkan, baik berasal dari dunia komunitas Open Source maupun perusahan Red Hat termasuk antara lain DeLisa Alexander, Jeremy Allison, Paul Cormier, Alan Cox, John Halamka, Venky Hariharan, Lawrence Lessig, Alex Pinchev, Brian Stevens, Michael Tiemann, Mark Webbink, Jim Whitehurst, Jan Wildeboer dan Bob Young.

Kamis, 26 Agustus 2010

Red Hat Ungkapkan PaaS

Vendor open source skala perusahan terbesar Red Hat ingin memposisikan perusahaannya sebagai penyedia platform awan yang lengkap.

Dalam sebuah Webcast yang digelar kemarin, Paul Cormier, Executive Vice President sekaligus President Products and Technologies di Red Hat mengatakan: "Hanya Microsoft dan kami (Red Hat) yang sesungguhnya mampu menawarkan solusi Cloud yang lengkap." Komponen untuk teknologi awan banyak ditawarkan oleh vendor lainnya, namun hanya kami berdua yang bisa menawarkan solusi dan mengintgrasikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan sebagai sebuah Platform-as-a-Service (PaaS). Pada kesempatan yang sama Red Hat mempromosikan strategi PaaS dengan slogan "Build Any Way, Deploy Anywhere"

Untuk itu Red Hat menerapkan standar dan antarmuka yang netral dan memanfaat pengalamannya yang panjang di lingkungan Open Source. Platform yang digunakan diberi nama Red Hat Cloud Foundations merupakan hasil dari kerjasama dalam membangun sebuah lingkungan awan pribadi (private clouds) terbesar untuk perusahan animasi Dreamworks. Baca selebihnya ....

Jumat, 20 Agustus 2010

Red Hat Perpanjang Dukungan Untuk RHEL


Bersamaan dengan peluncuran layanan baru "Extended Life Cycle Support" (ELS) Red Hat akan menawarkan perpanjangan sokongan sampai 3 tahun untuk produk Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Dengan demikian dukungan berbayar skala perusahan untuk distribusi Linux Red Hat disokong dari 7 tahun menjadi total 10 tahun.

Sokongan yang lebih panjang ini dibutuhkan saat ini terutama oleh pengguna RHEL 3 yang telah berdar cukup banyak sejak Oktober 2003 dan tanpa perpanjangan ia akan berakhir dalam waktu dekat.


Perpanjangan sokongan ini meneruskan phase ke 3 dari proses dukungan "Red Hat Enterprise Linux Life Cycle" dimana di phase 3 ini tidak lagi ada penambahan fitur baru melainkan semata perbaikan terhadap kekliruan.

Senin, 02 Agustus 2010

Dukungan Untuk RHEL 3 Akan Usai

Red Hat ingatkan batas waktu akhir dari dukungan untuk sistem operasi skala perusahan RHEL 3 yang akan berakhir 3 bulan lagi menjelang akhir Oktober 2010. Mulai bulan November 2010, RHEL 3 tidak lagi mendapatkan perbaikan sekuriti maupun patch.

Red Hat Enterprise Linux 3  dengan nama kode Taroon diluncurkan pada tanggal 22 Oktober 2003 mengemas kernel Linux 2.4.21 dan dibangun berdasarkan Red Hat Linux 9 (RHL 9 adalah versi terakhir dengan nama Red Hat sebelum menjadi Fedora Core). Seperti kesepakan yang dianut produk ini, RHEL 3 yang senantiasa mendapat perbaikan diiringi secara berkala dengan rilis update yaitu: Update 1 (2004-01-16); Update 2 (2004-05-18); Update 3 (2004-09-03); Update 4 (2004-12-21); Update 5 (2005-05-20); Update 6 (2005-09-28); Update 7 (2006-03-15); Update 8 (2006-07-20); Update 9 (2007-06-15).

Setelah didukung selama 7 tahun, semua produk keluarga RHEL 3 mengakhiri riwayatnya (end-of-life) termasuk: Red Hat Enterprise Linux AS 3; Red Hat Enterprise Linux ES 3; Red Hat Enterprise Linux WS 3; Red Hat Enterprise Linux Extras 3; Red Hat Desktop 3; Red Hat Global File System 3; dan Red Hat Cluster Suite 3.

Pengguna produk keluarga generasi RHEL 3 disarankan untuk meng-upgrade ke versi stabil terakhir yaitu generasi RHEL 5 (Tikanga). Red Hat Enterprise Linux 6 (Santiago) pada saat ini masih dalam status beta dan versi finalnya dijadwalkan menjelang akhir tahun 2010.

Jumat, 16 Juli 2010

97 Persen Target Migrasi OSS Di Negeri Jiran Tercapai

Tidak sengaja Michael Tiemann, Vice President untuk bidang Open Source di Red Hat sekaligus President dari Open Source Initiative (OSI) melintas di situs pemerintah Negeri Jiran dan menemukan dokumentasi tentang proses migrasi di jajaran pemerintahan di Malaysia. Impresi yang diperolehnya dipaparkan cukup rinci di blog resminya beberapa hari lampau.

Tiemann terkejut atas hasil implementasi migrasi ke Open Source di Negeri Jiran pada umumnya, terutama di sektor layanan publik termasuk perguruan tinggi dan bidang kesehatan yang diklaim telah mencapai 97 persen dari apa yang ditargetkan. Secara kongkrit dari 724 institusi yang ada, sebanyak 703 telah ditularkan dengan wabah software open source seperti misalnya Open Office, Linux, MySQL atau aplikasi berdasarkan Jboss. Sementara target itu untuk tahun 2010 nyaris terpenuhi, ternyata target untuk meng-open source-kan infrastruktur Backend dan software untuk Desktop dicatat sukses sepenuhnya.

Dari Portal khusus "Open Source Competency Centre, Malaysian Administrative Modernisation and Management Planning Unit" (OSCC MAMPU) yang diluncurkan sejak tahun 2004, secara  “buka-buka-an” dapat dipantau kegiatan seputar software sumber terbuka. Dari laporan setebal 58 halaman PDF "Latest OSS adoption" misalnya secara rinci dijabarkan software apa saja yang telah terpasang di masing-masing di total 724 institusi layanan publik yang ter-kategori dalam Desktop (D), Infrastruktur (I), Aplikasi (A) atau Workload (W).

Dalam blog yang sama Michael Tiemann juga menyinggung tentang upaya serupa yang sedang digalang di USA agar OSS-Deployments dibuat menjadi transparan. (Simak “Open Government Directive" sebagai acuan).