Pengembang Software Indonesia tidak sedikit yang mengeluhkan adanya Instansi Pemerintahan atau institusi /perusahan swasta yang mengutamakan software buatan luar negeri walaupun Software buatan Indonesia dengan fitur yang sama dan setara berikut dukungan lokal sudah tersedia. Atau bisa jadi telah menggunakan Software buatan Indonesia namun dari vendor yang kurang mendukung atau kurang tepat dibanding Software Indonesia lain yang belum dikenalnya. Kombinasi aneka kasus-kasus lainnya, walaupun hal itu menjadi hambatan tumbuhnya ekosistim Industri Software Indonesia, pada kenyataannya sulit untuk dihindarkan.
Tanpa perlu menanggapinya secara negatif, diakui bahwa semua hal tersebut bisa terjadi karena antara pengembang dan pengguna tidak seratus persen "nyambung". Atau dengan kata lain, pengguna kurang mengetahui secara menyeluruh peta Industri Software Nasional, baik dari sisi ketersediaan maupun dari sisi kemampuan Software Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan atau perencanaan pengadaannya. Sebaliknya pengembang Software Indonesia yang belum atau yang masih sulit ditemukan oleh pengguna, dengan sendirinya akan kurang memahami permintaan pasar atau mengetahui apa tepatnya yang dibutuhkan institusi pengguna, agar dimungkinkan melakukan pengembangan Software Indonesia yang tepat sasaran dan siap pakai seperti yang apa diminta oleh pasar.
Belum lagi akibat keterbatasan biaya promosi bagi kebanyakan pengembang Software Indonesia, menjadi sebuah keharusan untuk menyediakan ekstra sumberdaya untuk melakukan pendekatan non teknis yang jangkauannya juga terbatas.
Untuk menyiasati permasalahan dengan kondisi seperti dipaparkan diatas, disadari perlunya ketersediaan Katalog Software Indonesia yang merinci ketersediaan produk Software buatan Indonesia yang lengkap dengan data dan klasifikasi yang rinci, agar bisa digunakan oleh semua instansi pemerintah dan swasta untuk melakukan perencanaan pengadaan. Empat institusi yang sangat terkait dan 'care' terhadap berkembangnya Industri Software Indonesia yaitu Kemkominfo, KADIN Indonesia, ASPILUKI dan AOSI. kini telah bergabung dalam satu formasi untuk memungkinkan tersedianya Katalog Industri Software Indonesia yang sejak lama dinantikan.
Katalog Software Indonesia nantinya tersedia baik secara daring (online) di situs www.software.or.id dan diupdate, maupun secra luring (offline) berupa buku Katalog Sofware Indonesia yang akan dicetak dan disebarluaskan ke semua Instansi Pemerintah, BUMN dan anggota KADIN untuk dijadikan sebagai pedoman dalam perencanaan dan pengadaan software.
Untuk mendaftarkan Software agar dimuat dalam katalog, sama sekali tidak dipungut biaya dan dijamin netral. Semua jenis produk Software Indonesia yang berguna sebaiknya didaftarkan, baik yang berliseensi Proprietary maupun Open Source. "Yang penting adalah software buatan Indonesia, dan karya anak bangsa", ujar Ibu Betti Alisjahbana, selaku Ketua Komite Tetap Perangkat Lunak-KADIN. Dalam surat edaran yang ditandatangani bersama Bapak Ashwin Sasongko, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, sangat diharapkan agar para pemilik produk Software Indonesia telah melakukan pendaftaran di situs software.or.id sebelum bulan November 2012 berakhir, supaya Katalog Software Indonesia edisi perdana yang direncanakan sudah bisa hadir dalam waktu dekat. Dengan motto "I Love Software Indonesia!", daftarkan segera perangkat lunak Anda.
Tampilkan postingan dengan label Aosi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aosi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 16 November 2012
Sabtu, 07 Juli 2012
IOSA 2012: 7 Kategori Penghargaan FOSS
Rangkaian kegiatan Indonesia Open Source
Award (IOSA) 2012 telah berakhir, ditandai dengan penyerahan anugrah
kepada 21 finalis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Hotel
Bidakara Jakarta (4/7).
IOSA 2012 merupakan ajang tahunan yang memberikan penghargaan kepada instansi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota yang telah memulai pelaksanaan proses migrasi dan implementasi open source software (OSS) di instansinya masing-masing.
“OSS merupakan solusi bagi kita untuk menurunkan angka pembajakan dan penggunaan software ilegal,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.
Dewan juri IOSA 2012 terdiri atas beberapa juri dari komunitas dan pemerintah yang telah dikenal masyarakat, diantaranya Onno W. Purbo, Kalamullah Ramli, I Wayan Simri Wicaksana, Rusmanto Maryanto, dan lain-lain.
Pemenang kategori kompetisi pemerintah pusat, diraih Badan Pengelola Minyak Bumi dan Gas (BP MIGAS) sebagai juara pertama, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) juara kedua, dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) sebagai juara ketiga.
Kemudian
kategori pemerintah provinsi, kabupaten, dan kabupaten, dimenangkan
Pemerintah Kota Pekalongan Jawa Tengah sebagai juara pertama, Pemerintah Kabupaten Banyuasin Provinsi Kalimantan Selatan juara kedua, dan
Pemerintah Kabupaten Batang Jawa Tengah sebagai juara tiga.
Pada kategori sekolah tingkat atas, SMA IT Ummul Quro Bogor memenangkan juara pertama, diikuti SMA Muhammadiyah 1 Weleri Jawa Tengah, dan SMKIT Smart Informatika Surakarta Jawa Tengah sebagai juara tiga.
Sementara untuk kategori mahasiswa, Adityo Baharnoko dari Universitas Negeri Semarang merebut juara pertama, Fauzan Helmi dengan karya Kamus Nusantara juara kedua, dan Andre Pratama dengan karya alat prediksi banjir berbasis mikrokontroler dan website menempati juara tiga.
Berbeda dengan IOSA 2010 dan 2011 yang hanya memberikan penghargaan kepada institusi pemerintahan dan pendidikan menengah atas, IOSA 2012 menambah penghargaan untuk kategori baru kepada tokoh, komunitas dan wartawan, sehingga ada tujuh jenis penghargaan.
Menurut Ketua panitia IOSA 2012, I Made Wiryana, kategori baru ini merupakan pihak yang sangat penting di dalam perkembangan OSS. IOSA 2012 sendiri tidak hanya terfokus pada pencapaian teknis, tapi yang lebih penting adalah bagaimana cara mencapainya. “Apakah secara legal atau ilegal, secara cerdik atau tidak cerdik, dan apakah mandiri atau bergantung,” paparnya.
Di sela penganugerahan IOSA 2012 juga digelar talkshow bertema Synergy and Opportunity yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas peran Free Open Source Software (FOSS) dalam membuka peluang usaha bagi enerpreneur Indonesia dengan narasumber Betti Alisjahbana, (Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia) dan Anton Raharja (Pendiri dan Pengembang VoIP Rakyat). Sedangkan talkshow kedua membahas peran FOSS dalam pengembangan industri kreatif, dengan narasumber Hizkia Subiyantoro (Founder Blender Indonesia ORG) dan Harry Sufehmi (Konsultan TI bidang OSS, Virtualisasi, HA+HP (high availability + high performance systems)).
IOSA 2012 didukung oleh BISKOM sebagai media partner. Sumber: Biskom.web.id
IOSA 2012 merupakan ajang tahunan yang memberikan penghargaan kepada instansi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota yang telah memulai pelaksanaan proses migrasi dan implementasi open source software (OSS) di instansinya masing-masing.
“OSS merupakan solusi bagi kita untuk menurunkan angka pembajakan dan penggunaan software ilegal,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.
Dewan juri IOSA 2012 terdiri atas beberapa juri dari komunitas dan pemerintah yang telah dikenal masyarakat, diantaranya Onno W. Purbo, Kalamullah Ramli, I Wayan Simri Wicaksana, Rusmanto Maryanto, dan lain-lain.
Pemenang kategori kompetisi pemerintah pusat, diraih Badan Pengelola Minyak Bumi dan Gas (BP MIGAS) sebagai juara pertama, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) juara kedua, dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) sebagai juara ketiga.
Kemudian
kategori pemerintah provinsi, kabupaten, dan kabupaten, dimenangkan
Pemerintah Kota Pekalongan Jawa Tengah sebagai juara pertama, Pemerintah Kabupaten Banyuasin Provinsi Kalimantan Selatan juara kedua, dan
Pemerintah Kabupaten Batang Jawa Tengah sebagai juara tiga.Pada kategori sekolah tingkat atas, SMA IT Ummul Quro Bogor memenangkan juara pertama, diikuti SMA Muhammadiyah 1 Weleri Jawa Tengah, dan SMKIT Smart Informatika Surakarta Jawa Tengah sebagai juara tiga.
Sementara untuk kategori mahasiswa, Adityo Baharnoko dari Universitas Negeri Semarang merebut juara pertama, Fauzan Helmi dengan karya Kamus Nusantara juara kedua, dan Andre Pratama dengan karya alat prediksi banjir berbasis mikrokontroler dan website menempati juara tiga.
Berbeda dengan IOSA 2010 dan 2011 yang hanya memberikan penghargaan kepada institusi pemerintahan dan pendidikan menengah atas, IOSA 2012 menambah penghargaan untuk kategori baru kepada tokoh, komunitas dan wartawan, sehingga ada tujuh jenis penghargaan.
Menurut Ketua panitia IOSA 2012, I Made Wiryana, kategori baru ini merupakan pihak yang sangat penting di dalam perkembangan OSS. IOSA 2012 sendiri tidak hanya terfokus pada pencapaian teknis, tapi yang lebih penting adalah bagaimana cara mencapainya. “Apakah secara legal atau ilegal, secara cerdik atau tidak cerdik, dan apakah mandiri atau bergantung,” paparnya.
Di sela penganugerahan IOSA 2012 juga digelar talkshow bertema Synergy and Opportunity yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas peran Free Open Source Software (FOSS) dalam membuka peluang usaha bagi enerpreneur Indonesia dengan narasumber Betti Alisjahbana, (Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia) dan Anton Raharja (Pendiri dan Pengembang VoIP Rakyat). Sedangkan talkshow kedua membahas peran FOSS dalam pengembangan industri kreatif, dengan narasumber Hizkia Subiyantoro (Founder Blender Indonesia ORG) dan Harry Sufehmi (Konsultan TI bidang OSS, Virtualisasi, HA+HP (high availability + high performance systems)).
IOSA 2012 didukung oleh BISKOM sebagai media partner. Sumber: Biskom.web.id
Jumat, 09 Desember 2011
IOSA 2011: Penghargaan Hemat Devisa dan Legal
Ajang acara tahunan sumber terbuka: Indonesia Open Source Award (IOSA) 2011 diselenggarakan guna memberikan apresiasi kepada instansi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota yang telah memelopori pelaksanaan proses migrasi dan mendayagunakan open source software di lingkungan organisasinya masing-masing. Penghargaan tersebut diberikan melalui serangkaian penilaian dan pengamatan di berbagai instansi pemerintah mengenai sejauh mana tingkat pemanfaatan dan pengimplementasian open source software.
IOSA yang kali pertama diselenggarakan pada tahun 2010 merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. SE/01/03/M.PAN/2009 tentang “Penggunaan dan Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS)”. Selain memberikan penghargaan, ajang ini sekaligus memonitor pencapaian pelaksanaan migrasi dan implementasi OSS di masing-masing institusi pemerintah.
IOSA 2011 diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Universitas Gunadarma, dan Komunitas Open Source.
Bertempat di Ballroom Hotel Sahid, Jakarta, pada hari Kamis (8 Desember 2011) lalu, Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Ashwin Sasongko menganugerahkan Indonesia Open Source Awards (IOSA) 2011 kepada Badan pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai Juara pertama, Kementrian Kehutanan juara kedua dan Kemenpora sebagai juara ke tiga.
Penghargaan Utama Kementrian:
Penghargaan Khusus:
IOSA yang kali pertama diselenggarakan pada tahun 2010 merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. SE/01/03/M.PAN/2009 tentang “Penggunaan dan Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS)”. Selain memberikan penghargaan, ajang ini sekaligus memonitor pencapaian pelaksanaan migrasi dan implementasi OSS di masing-masing institusi pemerintah.
IOSA 2011 diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Universitas Gunadarma, dan Komunitas Open Source.
Bertempat di Ballroom Hotel Sahid, Jakarta, pada hari Kamis (8 Desember 2011) lalu, Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Ashwin Sasongko menganugerahkan Indonesia Open Source Awards (IOSA) 2011 kepada Badan pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai Juara pertama, Kementrian Kehutanan juara kedua dan Kemenpora sebagai juara ke tiga.
Penghargaan Utama Kementrian:
Penghargaan Khusus:
- Bank Indonesia untuk Pengembangan Strategi Dan Implementasi Migrasi Server Berbasis OSS
- LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) untuk Keberhasilan Mengatasi Hambatan Implementasi OSS Secara Inovatif
- Pemerintah Kota Pekalongan
- Pemerintah Kab Jembrana
- Pemerintah Kota Surabaya
- Kota Balikpapan untuk Kemandirian Pengembangan Aplikasi OSS
- Kabupaten Kebumen untuk Pemanfaatan OSS Secara Maksimal Untuk Membangun Jaringan
- Kabupaten Banyuasin untuk Program Pengembangan Kompetensi OSS
- Kota Denpasar untuk Pemanfaatan Maksimal Aplikasi Berbasis OSS Untuk Layanan Publik
- Kabupaten Lamongan untuk Pembangunan Komunitas OSS Mandiri
- Kabupaten Batanghari untuk Kecepatan Dalam Implementasi Awal OSS
- Kabupaten Aceh Tengah: Keberhasilan Implementasi OSS Sampai Pelosok Desa
Sabtu, 01 Oktober 2011
INAICTA 2011 Digital Expo
Ajang acara tahunan INAICTA sebagai apresiasi terhadap pelaku TIK di Indonesia, kembali digelar sebagai DIGITAL EXPO INAICTA 2011, yang akan meragakan karya-karya cipta inovasi digital dan perlu medapatkan dukungan bersama. Dalam pameran yang digelar di ajang INAICTA 2011 ini akan ditampilkan 110 karya kreatif digital lokal terbaik dan terbesar merupakan cipta karya anak bangsa. Selain eksibisi, masih ada lomba Robot, sekaligus merupakan ajang Pra Olimpiade Robotika Internasional / International Robot Olympiad.
Peserta proaktif dipersilakan mendaftarkan diri secara daring (Online) melalui situs resmi INAICTA 2011 di: http://www.inaicta.web.id, agar dapat menerima undangan menghadiri Konferensi & Workshop INAICTA 2011 pada:
Berbagai narasumber akan dihadirkan, diantaranya adalah: Menko Perekonomian, Menko Kesra, Menkominfo, Menteri Perdagangan, Ian Livingstone (Kreator Game Tomb Raider), Gameloft, Industri TIK, Media, Venture Capital, Kreator Digital Lokal.
Ikuti juga Workshop INAICTA 2011; Workshop Game bersama Square Enix (Publiser Game Final Fantasy), Business Matching bersama Venture Capital, Workshop Animasi bersama Blender, E-Commerce bersama blibli.com.
Acara kali ini merupakan puncak dari rangkaian acara INAICTA 2011 termasuk perlombaan karya cipta kreativitas digital dan inovasi di bidang TIK, Konferensi, Workshop dan Eksibisi, Kompetisi Game dan Robot, serta Business Matchmaking Program (BMP).
Indonesia ICT Award 2011 telah diikuti oleh 1.765 pendaftar dengan rinciannya terdiri dari Profesional Individu sebanyak 393, Profesional Kelompok sebanyak 212, Profesional Perusahaan/Lembaga sebanyak 216, Pelajar Individu sebanyak 421 dan Pelajar Kelompok sebanyak 523. Jumlah kategori yang di lombakan adalah sebanyak 28 kategori, terdiri dari 16 kategori professional dan 12 kategori pelajar. Selamat kepada para peserta yang telah berhasil masuk menjadi nominator di ajang INAICTA 2011. Berikut adalah daftar 5 Nominator dari tiap kategori:
Peserta proaktif dipersilakan mendaftarkan diri secara daring (Online) melalui situs resmi INAICTA 2011 di: http://www.inaicta.web.id, agar dapat menerima undangan menghadiri Konferensi & Workshop INAICTA 2011 pada:
- Hari/Tanggal: Selasa-Rabu, 4-5 Oktober 2011,
- Pk: 08.30 - 17.00,
- Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC),
Berbagai narasumber akan dihadirkan, diantaranya adalah: Menko Perekonomian, Menko Kesra, Menkominfo, Menteri Perdagangan, Ian Livingstone (Kreator Game Tomb Raider), Gameloft, Industri TIK, Media, Venture Capital, Kreator Digital Lokal.
Ikuti juga Workshop INAICTA 2011; Workshop Game bersama Square Enix (Publiser Game Final Fantasy), Business Matching bersama Venture Capital, Workshop Animasi bersama Blender, E-Commerce bersama blibli.com.
Acara kali ini merupakan puncak dari rangkaian acara INAICTA 2011 termasuk perlombaan karya cipta kreativitas digital dan inovasi di bidang TIK, Konferensi, Workshop dan Eksibisi, Kompetisi Game dan Robot, serta Business Matchmaking Program (BMP).
Indonesia ICT Award 2011 telah diikuti oleh 1.765 pendaftar dengan rinciannya terdiri dari Profesional Individu sebanyak 393, Profesional Kelompok sebanyak 212, Profesional Perusahaan/Lembaga sebanyak 216, Pelajar Individu sebanyak 421 dan Pelajar Kelompok sebanyak 523. Jumlah kategori yang di lombakan adalah sebanyak 28 kategori, terdiri dari 16 kategori professional dan 12 kategori pelajar. Selamat kepada para peserta yang telah berhasil masuk menjadi nominator di ajang INAICTA 2011. Berikut adalah daftar 5 Nominator dari tiap kategori:
| e-Business: Retail, Finance | ||
| BSRF-0070 | WayangForce | Dimas Surya Yaputra |
| BSRF-0106 | Yuktravel.com Situs Online Travel Terlengkap dan Tercanggih di Indonesia | Setiyo Gunawan |
| BSRF-0147 | Sistem Informasi Manajemen Koperasi berbasis Linux | Hadiyanto |
| BSRF-0391 | Sentra Pawn | PT. Mitra Integrasi Komputindo |
| BSRF-0671 | AlfaPOS - Software POS Untuk Berbagai Jenis Bisnis Retail | Fatkul Amri |
| e-Business: Manufacturing, logistic, supply-chain | ||
| BSML-0305 | RACS Real Automation & Controlling System | Muhammad Hanafi |
| BSML-0407 | Dynamic Mobile Enterprise Solutions: SiGokil Solutions | Yusep Rosmansyah |
| BSML-0631 | EMPTY (Electronic Management for Procurement System) | Ferdianto |
| BSML-0672 | AlfaCurrency - Software ERP Retail & Manufacture | Fatkul Amri |
| BSML-0673 | AlfaPlantation - Software ERP Perkebunan | Fatkul Amri |
| e-Business: Services | ||
| BSS-0457 | NgaturDuit.com | NgaturDuit.com |
| BSS-0615 | WarungMobil.com - Bursa Mobil Online Indonesia | Saga Iqranegara |
| BSS-0382 | Sedapur, Konsultasi dan Portal E-Commerce bagi Industri Kuliner UKM | Soegianto |
| BSS-0161 | vidiyan.com - Undangan Online | Yanuar Rahman |
| BSS-0373 | Kampung Pulsa | Rendi Meliala |
| SMA/K: Application | ||
| SMAA-0167 | Aliber dan Aliber Lite | Edy Setiawan |
| SMAA-0108 | Daeng of The Forest | Nur Hidayat |
| SMAA-0887 | Power & Intelligence! | Septian Dwi Putra |
| SMAA-0295 | Kebun Sains Multimedia Interaktif untuk pembelajaran IPA SD | Habib Adib Wahono |
| SMAA-0616 | Permainan Mari Berdo'a Berbasis Java Mobile | Lukmannul Hakim Firdaus |
| SMP: Application | ||
| SMPA-0388 | Anoa | Narendra Pradhana Nugroho |
| SMPA-0400 | iNerts - Sistem Pelacak berbasiskan GPS dengan Dukungan DeadReckoning | Chaidar M |
| SMPA-0612 | Ayo Jadi Pencipta, Tidak Hanya Jadi Pengguna! | Fahma W. Rosmansyah |
| SMPA-0725 | Suroboyo | Darren Limantara |
| SMPA-0886 | BlackCat Browser | Rozaq Adi Sagoro |
| SD: Application | ||
| SDA-0182 | ANAK SEHAT SUKA MAKAN BUAH LOKAL | Jovidia Laviosa |
| SDA-0206 | Interactive Typing game | clemens goldan |
| SDA-0350 | SADAR GEMPA BUAT TEMANKU YANG TUNARUNGU DAN TUNANETRA | ahmad raihan ash - shiddiqy |
| SDA-0663 | Bionical Battle | NAJMI NAUCA ANTARIKSA |
| SDA-0742 | SDAMADA LISTRIK | Agra Bima Yuda |
| Perguruan Tinggi: Application | ||
| PTA-0387 | Smart Arzt - Aplikasi Cerdas Diagnosis Kesehatan Mandiri | Junian Triajianto |
| PTA-0394 | Mouse Hand Tracking Application, Kontrol Pointer Mouse dengan Interaksi Alami Gerak Tangan | Hendri Karisma |
| PTA-0658 | Perangkat Lunak ?Nobley Engine? Dengan Fitur In Game Editor | Pratama Bayu Widagdo |
| PTA-0783 | L-Rescue | Zusuf Subari |
| PTA-0869 | Sparkins - Aplikasi Berbasis Sentuh untuk Pembelajaran Mesin Tik Perkins Bagi Anak-anak Penyandang Tuna Netra | M. Endri Irfanie |
| e-Learning/e-Education: Learning Management System | ||
| ELLM-0090 | Fluent - Manajemen Pembelajaran Multimedia Berbasis Komputer | Andyka Irnanto |
| ELLM-0256 | Aplikasi Laboratorium Bahasa Berbasis Multimedia ?e-Commlab2? | PT. Infiniti Reka Solusi |
| ELLM-0313 | " Pemanfaatan Learning Management System and Social Networking Technology dalam penyelenggaraan pembelajaran on line Gratis untuk Masyarakat Marginal di situs www.kampusvirtual.com " | Yudi Permana |
| ELLM-0461 | Game 4 Smart. Tambah NgeGame, Tambah Cerdas | Fatkul Amri |
| ELLM-0497 | eLisa 3.5 | Herman Saksono, S.T. |
| e-Learning/e-Education: Content & Utilities | ||
| ELCU-0253 | Biolearn | PT. Infiniti Reka Solusi |
| ELCU-0946 | HisTekh | Riza Wahono |
| ELCU-0175 | FISITEKH MULTIMEDIA INTERACTIVE | Riza Wahono |
| ELCU-0634 | Amazing Journey Indonesia | Andrew Pratomo Budianto |
| ELCU-0990 | Savvy e-learning | Wiwin Wangsa |
| e-Government: Implementation | ||
| EGI-0399 | Perijinan online | Tri Widyani |
| EGI-0638 | Pembangunan Data Rekam Medis Elektronik untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Melalui Aplikasi Simpus. | Petrus Sukrislisbagyo |
| EGI-0769 | LAKIP | Zaenul Azwar E. |
| EGI-0778 | IMPLEMENTASI SRAGEN ONLINE | Dwiyanto, S.STP, MSi |
| EGI-0966 | Sistem Penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia | Iman Syafrizal |
| e-Government: Application | ||
| EGA-0449 | PERIZINAN|wrc-egov | Eka Djatnika Sundajana |
| EGA-0456 | SIPERDITAN - Sistem Informasi Peringatan Dini Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pangan | Wandy Apriyadi |
| EGA-0600 | One Spot - Sistem Layanan Perizinan Online Satu Pintu | M. Yusuf Gunawan |
| EGA-0859 | e-Puskesmas | Mas'udi Agus N |
| EGA-0892 | Perangkat Lunak SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BADAN LAYANAN UMUM | Benni Sumarman |
| Research & Development | ||
| RND-0130 | Mini Air Traffic Control System | Karol Danutama |
| RND-0468 | Traindroid | Adhitya Bhawiyuga |
| RND-0472 | High Performance WebApplication Framework | Julyanto SUTANDANG |
| RND-0490 | Klungbot III | Eko Mursito Budi |
| RND-0646 | DALA PROJECT: DIGITAL ARCHIVE SYSTEM FOR LONG TERM ACCESS | Mardhani Riasetiawan |
| Mobile Application: Mobile Apps & Advertising | ||
| MAA-0403 | SiGokil | Yusep Rosmansyah |
| MAA-0092 | Movreak | Dhi Aurrahman |
| MAA-0894 | Expreme : Expressive Messenger | Dania Tigarani S |
| MAA-0897 | Ngayau | Andri Yadi |
| MAA-0521 | Bouncity | Dimas Surya Yaputra |
| Mobile Application: Mobile Games | ||
| MAG-0358 | Mopomon | Febiyan Rachman |
| MAG-0582 | AMAGO - Discover the amazing life in Archipelago | Sakina Fathiani |
| MAG-0714 | Petualangan Aksara di Bali | Oscar Kurniawan |
| MAG-0775 | Desa Farm | Alif Harsan Pradipto |
| MAG-0850 | GreenGuard | Irkham Huda |
| Digital Content: Digital Animation | ||
| CDDA-142 | Dazu | Andi Martin |
| CDDA-149 | si pitung | hario sasongko |
| CDDA-150 | Curhat Bijih Plastik | Fidha Yulian Mahardhika |
| CDDA-175 | Alien versus Mbah Darmo | Heru Sakti |
| CDDA-178 | Black Journey | Astu Prasidya |
| Digital Content: Digital Audio | ||
| CDAD-105 | Tumenggungan | Aditia Trisno Nugroho |
| CDAD-106 | Soundinesia | Kenan Loui Widjaja |
| CDAD-122 | ODE to Indonesia | Daniel Thamrin |
| CDAD-128 | Satu-Kosong | Endy Daniyanto |
| CDAD-154 | Lagu - Gemar Membaca | Fatkul Amri |
| Digital Content: Video Games | ||
| CDVG-138 | Steamops | Firman Nurimansyah |
| CDVG-118 | Planetary Conflict | Kris Antoni |
| CDVG-184 | AR Defense | Reza Adhitya Saputra |
| CDVG-180 | Earl Grey and This Rupert Guy | Nikki Dibya Wardhana |
| CDVG-137 | Majapahit Online | Ivan Chen |
| Industrial/Embedded Application | ||
| IEA-0337 | Membuat HOTSPOT RT/RW Net dan Cafe Menggunakan WRT160NL dan Firmware DD-WRT dan Openwrt | Fadly Kasim |
| IEA-0508 | proCell SMS Gateway serba guna. | Abimanyu Wachjoewidajat |
| IEA-0601 | Sistem Monitoring Pembangkit Online PLTD Merawang | Diana Aristiawan Setyo Wibowo |
| IEA-0637 | Smart SCADA GSM GPRS Telemetry Monitoring System | odang surya |
| IEA-0730 | CAD untuk Circular Knitting Machine | mico wendy |
| Security | ||
| SEC-0379 | TOPAN(Tombol Panik) | Sandra Islama Putra |
| SEC-0530 | Kinsec | Aksanesia |
| SEC-0669 | Artav | Arrival Dwi Sentosa |
| SEC-0498 | kartu aman | dandy risfanto huri |
| SEC-0621 | USB-KEY_Motorcycle | ROMAN Tech |
| e-Inclusion | ||
| INC-0882 | I-Speak: Membantu Tuna Rungu Berkomunikasi | Riana Dewi |
| INC-0873 | Isara - Aplikasi Pembelajaran Bahasa Isyarat | Asendia Mayco |
| INC-0825 | MUVON : Listrik Tenaga Gerak untuk Charge alat Komunikasi pada daerah tanpa listrik / terpencil / remote | ariesta satryoko |
| INC-0877 | Aksara | Rizky Ario Nugroho |
| INC-0228 | Google Map untuk Kampanye Usaha Mikro melalui Wordpress | Donny Trihanondo |
| Perguruan Tinggi: Audio Visual Digital & Animasi | ||
| PTAV-0560 | Opening Film Kartun "Dark Light" | Dida Karisma |
| PTAV-0630 | Pusaka Indonesia (3D+Interaktif) | Sandy Winata |
| PTAV-0098 | GAMER | David Saputro Sugianto |
| PTAV-0289 | MarSol | Hendrico Saputra |
| PTAV-0765 | The Scavenger | Victorius Kendrick |
| Perguruan Tinggi: Digital Interactive Media | ||
| PTDI-0181 | Jagoan Lalu Lintas | Firdaus Ismail Sholeh |
| PTDI-0183 | Multimedia Museum Mandala Wangsit Siliwangi | Faikar Izzani |
| PTDI-0401 | Sneepet | Dominikus Damas Putranto |
| PTDI-0494 | INI3D (ITS now in 3D) | INI3D Team |
| PTDI-0499 | VIRTUAL PET: Sebuah Aplikasi Game Multi-Modal Memelihara Binatang Langka | Reza Darmakusuma |
Rabu, 01 Juni 2011
AOSI Ajak Komunitas Perkuat Dukungan Software Open Source
Software Open Source bukan merupakan produk baru dan tidak diragukan lagi telah melampaui masa maturasinya. FOSS (Free and Open Source Software) telah diadopsi disegala bidang profesional dan menjadi bagian dari sistem maupun produk TI digunakan di berbagai sektor, termasuk bidang ekonomi (industri dan swasta), pendidikan, dan pemerintahan. Untuk menyediakan dukungan profesional bagi pengguna produk FOSS, AOSI mengajak komunitas membangun HelpDesk skala nasional.
Dalam sebuah siaran pers yang disebarluaskan hari ini, AOSI mengajak berbagai komunitas Linux dan FOSS di Indonesia menyediakan dukungan teknis dan non teknis bagi pengguna FOSS, a.l.:
Sekretariat AOSI sebagai kantor pusat Helpdesk FOSS Nasional akan mengelola dan meneruskan informasi kebutuhan jasa terkait FOSS ke para anggota atau mitra AOSI yang memiliki kemampuan menyediakan jasa/produk yang sesuai kebtuhan untuk mendukung penggunaan FOSS oleh pemerintah pusat, pemda prov/kab/kota, swasta, pendidikan, dll.
AOSI menawarkan kerja sama ini dalam bentuk keanggotaan atau kemitraan sebagai semacam perwakilan AOSI di berbagai wilayah dalam menyediakan helpdesk secara terbatas di masing-masing provinsi. Beda keanggotaan dan kemitraan:
Sekretariat AOSI sebagai pusat informasi atau penyedia layanan tidak terikat perjanjian atau kontrak kerja dengan siapapun, kecuali ikatan sebagai organisasi asosiasi dengan anggota dan mitranya.
Helpdesk FOSS Nasional ini ditargetkan beroperasi mulai pertengahan Juni 2011, atau paling lambat 1 Juli 2011. AOSI akan merekrut minimal 1 orang tenaga penuh waktu untuk mengelola kantor pusat Helpdesk FOSS di sekretariat AOSI. Institusi yang berminat menjadi anggota atau mitra AOSI sebagai helpdesk di daerah dimohon mengirim email ke helpdesk@aosi.or.id CC: rusmanto@aosi.or.id.
Program HelpDesk yang diluncurkan, adalah tindak lanjut dari hasil pertemuan pengurus dan anggota yang diadakan awal tahun 2011.
Tentang AOSI:
AOSI adalah asosiasi berbadan hukum menghimpun organisasi-organisasi pencinta, penggiat, pengembang, pemakai, pendidik, pelaku bisnis dan semua pendukung Open Source skala nasional yang bekerja sama, bahu membahu membangun sinergi guna mencapai sukses bersama. Diresmikan dan berdiri sejak 30 juni 2008, AOSI merupakan asosiasi yang sah dan memiliki sejumlah program terencana untuk mendorong pengembangan teknis dan bisnis Open Source di Indonesia. AOSI melibatkan pihak pemerintah membahas program dan regulasi guna meningkatkan akselerasi berkembanganya pemanfaatan Open Soure di semua lapisan masyarakat NKRI.
Dalam sebuah siaran pers yang disebarluaskan hari ini, AOSI mengajak berbagai komunitas Linux dan FOSS di Indonesia menyediakan dukungan teknis dan non teknis bagi pengguna FOSS, a.l.:
- pemerintah, dalam rangka mencapai target akhir 2011 pakai FOSS,
- swasta, yang akan/sudah menggunakan FOSS,
- lembaga pendidikan, yang sudah/akan menggunakan FOSS,
- dan siapa saja, yang akan/sudah menggunakan FOSS.
Sekretariat AOSI sebagai kantor pusat Helpdesk FOSS Nasional akan mengelola dan meneruskan informasi kebutuhan jasa terkait FOSS ke para anggota atau mitra AOSI yang memiliki kemampuan menyediakan jasa/produk yang sesuai kebtuhan untuk mendukung penggunaan FOSS oleh pemerintah pusat, pemda prov/kab/kota, swasta, pendidikan, dll.
AOSI menawarkan kerja sama ini dalam bentuk keanggotaan atau kemitraan sebagai semacam perwakilan AOSI di berbagai wilayah dalam menyediakan helpdesk secara terbatas di masing-masing provinsi. Beda keanggotaan dan kemitraan:
- keanggotaan: Institusi Anggota AOSI yang terikat dengan AD/ART AOSI.
- kemitraan: Bukan Anggota AOSI yang bekerja sama dengan AOSI, yang diadakan karena belum/tidak ada anggota AOSI yang bersedia di suatu provinsi.
Sekretariat AOSI sebagai pusat informasi atau penyedia layanan tidak terikat perjanjian atau kontrak kerja dengan siapapun, kecuali ikatan sebagai organisasi asosiasi dengan anggota dan mitranya.
Helpdesk FOSS Nasional ini ditargetkan beroperasi mulai pertengahan Juni 2011, atau paling lambat 1 Juli 2011. AOSI akan merekrut minimal 1 orang tenaga penuh waktu untuk mengelola kantor pusat Helpdesk FOSS di sekretariat AOSI. Institusi yang berminat menjadi anggota atau mitra AOSI sebagai helpdesk di daerah dimohon mengirim email ke helpdesk@aosi.or.id CC: rusmanto@aosi.or.id.
Program HelpDesk yang diluncurkan, adalah tindak lanjut dari hasil pertemuan pengurus dan anggota yang diadakan awal tahun 2011.
Tentang AOSI:
AOSI adalah asosiasi berbadan hukum menghimpun organisasi-organisasi pencinta, penggiat, pengembang, pemakai, pendidik, pelaku bisnis dan semua pendukung Open Source skala nasional yang bekerja sama, bahu membahu membangun sinergi guna mencapai sukses bersama. Diresmikan dan berdiri sejak 30 juni 2008, AOSI merupakan asosiasi yang sah dan memiliki sejumlah program terencana untuk mendorong pengembangan teknis dan bisnis Open Source di Indonesia. AOSI melibatkan pihak pemerintah membahas program dan regulasi guna meningkatkan akselerasi berkembanganya pemanfaatan Open Soure di semua lapisan masyarakat NKRI.
Selasa, 26 April 2011
INAICTA-2011: Industri Digital Dukung Ekonomi Nasional
Dengan Tema ‘Leverage Digital Creativity for National Economic Growth’ diharapkan Acara Penganugerahan Apresiasi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Akan Pacu Pertumbuhan Industri Kreatif berbasis TIK dan denyut Perekonomian Indonesia.
Dalam siaran pers yang dirilis hari ini, kembali untuk kali ke 5 menggelar ajang tahunan bergengsi, Indonesian Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2011 yang secara resmi telah di luncurkan. Kegiatan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dimana kepanitiannya melibatkan peran serta para pemangku kepentingan (stakeholders) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terdiri dari asosiasi, kalangan usaha, serta komunitas TIK di Indonesia. Pada tahun ini INAICTA 2011 mengangkat tema "Peran Kreatifitas Digital untuk Mendukung Pertumbuhan Perekonomian Nasional".
Seperti ditandaskan di siaran persnya, INAICTA 2011 diselenggarakan untuk mendorong dan menggali potensi dan kreativitas anak bangsa di bidang TIK sehingga menghasilkan produk dan jasa TIK yang berkualitas, memiliki daya saing dan nilai juang ke pasar domestik, regional dan internasional. Unsur kreatifitas dibidang TIK yang ingin dibangun disemua komponen bangsa, diarahkan untuk berperan dalam memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia sehingga nantinya diharapkan secara aktif memberikan sumbangan dalam menciptakan kemakmuran bangsa.
Acara yang terangkai dalam INAICTA 2011 adalah termasuk perlombaan karya cipta kreativitas digital dan inovasi di bidang TIK, Konferensi, Workshop dan Eksibisi, Kompetisi Game dan Robot, serta Business Matchmaking Program (BMP). Puncak rangkaian acara ditutup dengan penganugerahan penghargaan yang dijadwalkan akan dilangsungkan 4 dan 5 Oktober 2011 bertempat di Jakarta Convention Centre.
Perlombaan karya cipta kreativitas dan Inovasi di bidang TIK ini dibagi dalam 2 (dua) kelompok peserta dari 28 (dua puluh delapan) kategori penghargaan. Kelompok peserta tersebut dibagi menjadi kelompok Student, terdiri dari siswa Sekolah Dasar hingga mahasiswa perguruan tinggi diIndonesia; dan kelompok Professional dapat berasal dari kalangan umum, semua perusahaan yang berbadan hukum Indonesia, semua lembaga pemerintah, dan semua lembaga pendidikan dan lembaga riset baik pemerintah maupun non pemerintah. Kategori yang menarik untuk diikuti diantaranya Mobile application yang meliputi Mobile games, dan Mobile Apps & Advertising, Digital Content meliputi Audio digital dan Digital Animation dan juga yang tak kalah menarik adalah Video Games.
Dalam rangkaian kegiatan acara puncak INAICTA 2011, pengunjung dan komunitas TIK tanah air juga dapat mengikuti berbagai seminar mengenai dengan Tema : From Creativity and Innovation to Market Success & Success Story in Navigating the Indonesia Digital Creativity Supply Chain yang akan menghadirkan pembicara pembicara dari Microsoft, Ericsson, Cisco, Oracle, perusahaan perusahaan telekomunikasi di Indonesia, Ventura/ Perbankan, Yahoo! Indonesia, Media Nasional dan para para inovator sukses tentunya. Serangkaian kegiatan workshop yang akan diselenggarkan juga dapat menambah pengetahuan insan TIK adalah Workshop mengenai Games, Animasi dan Application rencananya akan menghadirkan, UK Game Developer, Jane McGonical, Koprol, Nokia, Infinite Frameworks, Logika Interaktif, Agate Studio dan lain lain.
Seperti di ajang acara tahun-tahun sebelumnya, pada acara puncak INAICTA 2011 bebas dikunjungi publik, dapat disaksikan showcase talenta TIK nasional, produk dan layanan dari sponsor, kompetisi game lokal, dan kompetisi robot yang ditunggu-tunggu banyak pengunjung INAICTA.
Peluncuran INAICTA 2011 pada hari ini, menandai dibukanya pendaftaran untuk keikutsertaan dalam lomba karya cipta TIK ini dan diumumkan di media cetak skala nasional. Para peserta dapat mulai mendaftar secara online di situs resmi INAICTA 2011 (www.inaicta.web.id) mulai tanggal 26 April 2011 dan penutupan pendaftaran pada tanggal 17 Juli 2011.
Sebagai acara lanjutan, pemenang dari INAICTA 2011 akan mewakili Indonesia dalam ajang serupa di lingkup regional dan internasional, seperti Asia Pacific ICT Award (APICTA), World Summit Award (WSA), atau BETT Award.
Baca selengkapnya siaran pers (PDF 160KB) dan lembar fakta (PDF 165KB).
Dalam siaran pers yang dirilis hari ini, kembali untuk kali ke 5 menggelar ajang tahunan bergengsi, Indonesian Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2011 yang secara resmi telah di luncurkan. Kegiatan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dimana kepanitiannya melibatkan peran serta para pemangku kepentingan (stakeholders) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terdiri dari asosiasi, kalangan usaha, serta komunitas TIK di Indonesia. Pada tahun ini INAICTA 2011 mengangkat tema "Peran Kreatifitas Digital untuk Mendukung Pertumbuhan Perekonomian Nasional".
Seperti ditandaskan di siaran persnya, INAICTA 2011 diselenggarakan untuk mendorong dan menggali potensi dan kreativitas anak bangsa di bidang TIK sehingga menghasilkan produk dan jasa TIK yang berkualitas, memiliki daya saing dan nilai juang ke pasar domestik, regional dan internasional. Unsur kreatifitas dibidang TIK yang ingin dibangun disemua komponen bangsa, diarahkan untuk berperan dalam memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia sehingga nantinya diharapkan secara aktif memberikan sumbangan dalam menciptakan kemakmuran bangsa.
Acara yang terangkai dalam INAICTA 2011 adalah termasuk perlombaan karya cipta kreativitas digital dan inovasi di bidang TIK, Konferensi, Workshop dan Eksibisi, Kompetisi Game dan Robot, serta Business Matchmaking Program (BMP). Puncak rangkaian acara ditutup dengan penganugerahan penghargaan yang dijadwalkan akan dilangsungkan 4 dan 5 Oktober 2011 bertempat di Jakarta Convention Centre.
Perlombaan karya cipta kreativitas dan Inovasi di bidang TIK ini dibagi dalam 2 (dua) kelompok peserta dari 28 (dua puluh delapan) kategori penghargaan. Kelompok peserta tersebut dibagi menjadi kelompok Student, terdiri dari siswa Sekolah Dasar hingga mahasiswa perguruan tinggi diIndonesia; dan kelompok Professional dapat berasal dari kalangan umum, semua perusahaan yang berbadan hukum Indonesia, semua lembaga pemerintah, dan semua lembaga pendidikan dan lembaga riset baik pemerintah maupun non pemerintah. Kategori yang menarik untuk diikuti diantaranya Mobile application yang meliputi Mobile games, dan Mobile Apps & Advertising, Digital Content meliputi Audio digital dan Digital Animation dan juga yang tak kalah menarik adalah Video Games.
Dalam rangkaian kegiatan acara puncak INAICTA 2011, pengunjung dan komunitas TIK tanah air juga dapat mengikuti berbagai seminar mengenai dengan Tema : From Creativity and Innovation to Market Success & Success Story in Navigating the Indonesia Digital Creativity Supply Chain yang akan menghadirkan pembicara pembicara dari Microsoft, Ericsson, Cisco, Oracle, perusahaan perusahaan telekomunikasi di Indonesia, Ventura/ Perbankan, Yahoo! Indonesia, Media Nasional dan para para inovator sukses tentunya. Serangkaian kegiatan workshop yang akan diselenggarkan juga dapat menambah pengetahuan insan TIK adalah Workshop mengenai Games, Animasi dan Application rencananya akan menghadirkan, UK Game Developer, Jane McGonical, Koprol, Nokia, Infinite Frameworks, Logika Interaktif, Agate Studio dan lain lain.
Seperti di ajang acara tahun-tahun sebelumnya, pada acara puncak INAICTA 2011 bebas dikunjungi publik, dapat disaksikan showcase talenta TIK nasional, produk dan layanan dari sponsor, kompetisi game lokal, dan kompetisi robot yang ditunggu-tunggu banyak pengunjung INAICTA.
Peluncuran INAICTA 2011 pada hari ini, menandai dibukanya pendaftaran untuk keikutsertaan dalam lomba karya cipta TIK ini dan diumumkan di media cetak skala nasional. Para peserta dapat mulai mendaftar secara online di situs resmi INAICTA 2011 (www.inaicta.web.id) mulai tanggal 26 April 2011 dan penutupan pendaftaran pada tanggal 17 Juli 2011.
Sebagai acara lanjutan, pemenang dari INAICTA 2011 akan mewakili Indonesia dalam ajang serupa di lingkup regional dan internasional, seperti Asia Pacific ICT Award (APICTA), World Summit Award (WSA), atau BETT Award.
Baca selengkapnya siaran pers (PDF 160KB) dan lembar fakta (PDF 165KB).
Kamis, 21 Oktober 2010
AOSI Umumkan Penerima Donasi 500 PC dan 125 Notebook
Sebagai tindak lanjut dari program donasi yang digelar bertepatan dengan HUT RI ke 65 bulan Agustus lalu dan dalam rangka menjawab tantangan kesenjangan digital dan mendorong penggunaan perangkat lunak Open Source, Chevron dan Asosiasi Open Source Indonesia telah mengumumkan daftar penerima donasi sebanyak 500 set PC dan 125 Notebook layak pakai kepada 125 sekolah-sekolah di kota-kota Jakarta, Tanggerang, Banten, Bekasi, Depok, Bogor, Cianjur, Bandung dan Garut.
Setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi, dengan gembira AOSI menginformasikan bahwa 125 Sekolah yang tertera di situs AOSI (atau PDF 8 hal 88KB), masing-masing akan mendapatkan donasi komputer sbb :
Jadwal pengiriman dan training akan diberitahukan kepada masing-masing sekolah dalam waktu dekat.
Setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi, dengan gembira AOSI menginformasikan bahwa 125 Sekolah yang tertera di situs AOSI (atau PDF 8 hal 88KB), masing-masing akan mendapatkan donasi komputer sbb :
- 4 unit Komputer HP Compac DC Minitower PC, Ergonomic Keyboard dan LCD
- 1 unit IBM/Lenovo ThinkPad T60
- PC dan Laptop diatas dilengkapi dengan Operating System Open Source Ubuntu 10.04 dan training bagi operator/pengajar
Jadwal pengiriman dan training akan diberitahukan kepada masing-masing sekolah dalam waktu dekat.
Senin, 18 Oktober 2010
Penegakan HKI di Indonesia Digalakkan
Surat himbauan Menpan dengan target agar segenap jajaran pemerintahan sampai dengan akhir 2011 menggunakan software legal telah membuka peluang untuk pemanfaatan FOSS (Free & Open Source Software) seperti Linux yang legal dan hemat biaya lisensi sebagai solusi alternatif. Walaupun himbauan tersebut pernah dipermasalahkan IIPA, derap maju sosialisasi dan proses migrasi terus berlangsung diseluruh Indonesia yang secara konsisten didukung oleh Ristek dan Kominfo bekerjasama dengan AOSI.
Disisi lain, tidak ketinggalan adalah himbauan untuk menggunakan software legal bagi kalangan perusahan swasta dan UMKM yang saat ini mulai digalakkan. Dalam iklan diumumkan di koran Kompas (18 Oktober 2010) yang diterbitkan dalam rangka peluncuran "Kampanye Nasional Anti-Pembajakan Perangkat Lunak Komputer" telah memberi kesan adanya urgensi untuk mendorong penggunaan software legal bagi semua lapisan pelaku dan pemilik bisnis di Indonesia. Sejatinya kampanye seperti itu adalah senafas dengan harapan pencapaian dari himbauan yang diawali oleh Menpan, walaupun mungkin telah disampaikan dengan nada yang sedikit berbeda.
Untuk mensukseskan kampanye maupun himbauan yang datangnya dari berbagai pihak, pelaku bisnis tidak punya alasan untuk khawatir. Perusahan yang ingin menghemat biaya lisensi namun tetap legal, dapat memanfaatkan alternatif software berlisensi Open Source (FOSS) yang sudah sejak lama tersedia. Banyak perusahan nasional yang telah berhasil mengadopsi software legal berbasis FOSS, bertahap atau secara keseluruhan. Keuntungan yang diperoleh para pelaku bisnis dalam memanfaatkan FOSS adalah signifikan, terutama peningkatan daya saing perusahan mereka berkat penghematan biaya operasional dan sepanjang masa bebas dari ketergantungan vendor tunggal.

Disisi lain, tidak ketinggalan adalah himbauan untuk menggunakan software legal bagi kalangan perusahan swasta dan UMKM yang saat ini mulai digalakkan. Dalam iklan diumumkan di koran Kompas (18 Oktober 2010) yang diterbitkan dalam rangka peluncuran "Kampanye Nasional Anti-Pembajakan Perangkat Lunak Komputer" telah memberi kesan adanya urgensi untuk mendorong penggunaan software legal bagi semua lapisan pelaku dan pemilik bisnis di Indonesia. Sejatinya kampanye seperti itu adalah senafas dengan harapan pencapaian dari himbauan yang diawali oleh Menpan, walaupun mungkin telah disampaikan dengan nada yang sedikit berbeda.Untuk mensukseskan kampanye maupun himbauan yang datangnya dari berbagai pihak, pelaku bisnis tidak punya alasan untuk khawatir. Perusahan yang ingin menghemat biaya lisensi namun tetap legal, dapat memanfaatkan alternatif software berlisensi Open Source (FOSS) yang sudah sejak lama tersedia. Banyak perusahan nasional yang telah berhasil mengadopsi software legal berbasis FOSS, bertahap atau secara keseluruhan. Keuntungan yang diperoleh para pelaku bisnis dalam memanfaatkan FOSS adalah signifikan, terutama peningkatan daya saing perusahan mereka berkat penghematan biaya operasional dan sepanjang masa bebas dari ketergantungan vendor tunggal.

"Barangsiapa dengan sengaja atau tidak sengaja menggunakan haknya untuk memperbanyak dan
menggunakan program FOSS yang berlisensi bebas dalam jumlah tak terbatas, baik dengan
maupun tanpa imbalan, sebaiknya mereka mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya"
Jumat, 15 Oktober 2010
Tigaribu PC Untuk Anak Sekolahan Riau Pakai BlankOn
Pendistribusian 3.084 Komputer dari PT. Chevron Pasifik Indonesia (CPI) untuk Sekolah-Sekolah di Riau diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI), Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), dan disaksikan oleh Asisten Deputi Iptek Industri Strategis - Kementeriaan Riset dan Teknologi. Kegiatan ini dilangsungkan di Politeknik Caltex Riau (PCR) Pekanbaru pada hari Rabu, tanggal 13 Oktober 2010.
Sebagaimana diliput koran Riau Post 14-10-2010, penyerahan komputer yang telah ditanamkan sistem operasi Linux BlankOn ini merupakan wujud dari kemitraan keempat Institusi yang masing-masing berperan sebagai inisiator (CPI), penanggung jawab pelatihan (Ristek), penyedia perangkat lunak open source (AOSI) dan pihak pengguna yang diwakili oleh Dinas Pendidikan Propinsi Riau.
Sebagaimana diliput koran Riau Post 14-10-2010, penyerahan komputer yang telah ditanamkan sistem operasi Linux BlankOn ini merupakan wujud dari kemitraan keempat Institusi yang masing-masing berperan sebagai inisiator (CPI), penanggung jawab pelatihan (Ristek), penyedia perangkat lunak open source (AOSI) dan pihak pengguna yang diwakili oleh Dinas Pendidikan Propinsi Riau.
Selasa, 17 Agustus 2010
Program Donasi 500 PC and 142 Notebook untuk Sekolah-sekolah Dari Chevron dan AOSI
Menjawab tantangan kesenjangan digital sekaligus mempromosikan penggunaan perangkat lunak Open Source, PT Chevron Pacific Indonesia dan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) mendonasikan 500 PC dan 142 Notebook (bekas pakai dalam kondisi baik). Sudah tentu PC dan Thinkpad tersebut dilengkapi dengan Operating System Open Source yaitu Ubuntu 10.04 dan disediakan Training bagi operator/pengajar.
Persyaratan Sekolah Penerima Donasi adalah sbb:
Program serupa telah digalang AOSI sejak keberadaannya bekerjasama dengan Kementrian Ristek dan Donatur seperti pada proyek untuk sekolah-sekolah di Kepulauan Seribu dan Klungkung, Bali.
Persyaratan Sekolah Penerima Donasi adalah sbb:
- Mempunyai komitmen untuk belajar dan menggunakan perangkat lunak Open Source
- Belum mempunyai fasilitas komputer atau fasilitas komputer yang dimiliki saat ini sangat terbatas.
- Mempunyai dukungan daya listrik yang memadai untuk mengoperasikan komputer yang akan didonasikan.
- Bersedia mengirimkan tenaga ahli (operator/pengajar) untuk mengikuti pelatihan
- Lokasi sekolah di : Garut, Jakarta, Cianjur, Bandung, Depok, Salak, Bekasi, Bogor.
- Sekolah yang tercakup dalam program ini adalah : SD, SMP, SMA, Madrasah, SMK
- Sekolah-sekolah di luar lokasi di atas akan di pertimbangkan apabila :
- Bersedia mengambil komputer di Jakarta, atas biaya sendiri,
- Bersedia mengikuti pelatihan di Jakarta, atas biaya sendiri
Program serupa telah digalang AOSI sejak keberadaannya bekerjasama dengan Kementrian Ristek dan Donatur seperti pada proyek untuk sekolah-sekolah di Kepulauan Seribu dan Klungkung, Bali.
Kamis, 29 Juli 2010
Pemenang IOSA 2010 Diumumkan
Penyelenggara Indonesia Open Source Award (IOSA) 2010 telah mengumumkan hasil penilaian ajang pemberian penghargaan kepada instansi-instansi pemerintah, mulai dari tingkat pusat, provinsi, sampai dengan kabupaten/kota, bagi yang telah melaksanakan proses migrasi dan implementasi open source software di instansinya masing-masing. Rincian daftar instansi yang mendapatkan perhargaan telah disampaikan kepada DetikINET dan diumumkan di media yang sama.
IOSA 2010 adalah kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), serta Komunitas-komunitas Open Source.
IOSA 2010 adalah kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), serta Komunitas-komunitas Open Source.
Selasa, 13 Juli 2010
Pemerintah Inggris Sarankan FOSS Pangkas Pemborosan
Guna membendung pemborosan, Perdana Menteri Inggris David Cameron meminta semua jajaran aparat negara untuk menyampaikan gagasan penghematan. Diantara saran yang dikumpulkan dan diumumkan Menteri Keuangan George Osborne dirinci idea agar pemerintah terutama di sektor kesehatan dan pendidikan seluruhnya beralih menggunakan FOSS seperti Linux dan OpenOffice untuk menghemat biaya lisensi yang harus dibayarkan untuk produk Microsoft.
Gagasan serupa bukan hal yang baru. Misalnya pemerintahan kota München di Jerman dengan proyek LiMux telah memulainya sejak tahun 2002. Proyek sejenis juga dalam kurun waktu yang sama berhasil diimplementasikan pemerintah daerah Extremadura di Spanyol. Juga Indonesia dipimpin kementrian Ristek, Kominfo didukung Menpan dan bekerjasama dengan AOSI sejak beberapa tahun lampau senantiasa mendorong hal yang sama dengan berbagai perogram termasuk gerakan IGOS.
Gagasan serupa bukan hal yang baru. Misalnya pemerintahan kota München di Jerman dengan proyek LiMux telah memulainya sejak tahun 2002. Proyek sejenis juga dalam kurun waktu yang sama berhasil diimplementasikan pemerintah daerah Extremadura di Spanyol. Juga Indonesia dipimpin kementrian Ristek, Kominfo didukung Menpan dan bekerjasama dengan AOSI sejak beberapa tahun lampau senantiasa mendorong hal yang sama dengan berbagai perogram termasuk gerakan IGOS.
Langganan:
Postingan (Atom)











